By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khofifah: Ramadhan, Momentum Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Kesalehan Sosial
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Khofifah: Ramadhan, Momentum Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Kesalehan Sosial
Nahdliyyin

Khofifah: Ramadhan, Momentum Tingkatkan Kualitas Ibadah dan Kesalehan Sosial

09/03/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Salah seorang Ketua PBNU Hj Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh masyarakat bersuka cita menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1445 H.

“Alhamdulillah, kita segera bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan 1445 H. Bulan istimewa, yaitu bulan Ramadhan dimana ummat Islam dianjurkan untuk menerbar kebaikan karena bulan puasa adalah syahrur rahmah,” terang Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU, Sabtu (9/3/2024).

Bulan Ramadhan bukan hanya sekedar mengendalikan waktu makan dan minum. Lebih dari itu, bulan yang lebih baik dari seribu bulan ini adalah momen yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ibadah umat Islam dan meningkatkan kesalehan sosial.

“Secara hakikat puasa Ramadhan tak hanya soal pengendalihan waktu makan dan minum, atau menghindari larang sebegaimana dalam fiqih puasa. Lebih dari itu, Ramadhan erat hubungannya dengan peningkatan bathiniah, kesalehan sosial dimana kita harus lebih santun, lebih cinta kepada fuqoro dan masakin,” imbuhnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya di bulan Ramadhan meningkatkan amalan di bulan suci ini dengan memberi teladan untuk berbagi kepada sesama. Baik dalam bentuk zakat, infaq shadaqoh dan waqaf serta kebaikan lainnya.

Sedangkan di Indonesia, jelas Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini, memiliki potensi luar biasa dalam hal zakat dan waqaf. Menurut catatan Baznas potensi zakat di Indonesia tahun 2022 sekitar Rp 327 triliun. Dan Jawa Timur yang memiliki 36 juta penduduk beragama Islam memiliki potensi zakat Rp 36 triliun.

“Menurut data Baznas dari sebanyak potensi itu rata rata pertahun tergali sekitar 10 persen. Indonesia kembali menjadi negara paling dermawan di dunia pada 2023,” tegasnya.

Berdasarkan World Giving Index (WGI) yang dirilis Charities Aid Foundation (CAF), Indonesia berada di posisi pertama dengan skor 68 poin. Hal itu membuat Indonesia menjadi negara paling dermawan selama enam tahun berturut-turut.

Hasil penelitian CAF menunjukkan lebih dari 8 (delapan) dari 10 orang Indonesia menyumbangkan uang pada tahun ini, sementara tingkat kerelawanan di Indonesia tiga kali lipat lebih besar dari rata-rata tingkat kerelawanan dunia. Dengan puasa, maka diharapkan maka tingkat kesalehan sosial lebih ditingkatkan.

“Dalam beberapa kitab fiqih, dikenal bahwa salah satu nama yang lekat dengan bulan Ramadhan adalah syahrul Jud, yaitu bulan memberi. Selain itu juga dikenal sebagai syahrul muwassah yaitu bulan bermurah tangan dan bulan memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan,” urainya.

Dalam sebuah Al Qur’an surat Al Hadid ayat 18 dikatakan bahwa ‘Sesungguhnya orang orang yang bersedekah, baik laki laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat gandakannya kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang mulia.’ katanya.

Melalui bulan puasa, dikatakan penerima Honorary Award for Global Peace and Women Empowerment atau Perdamaian Gobal dan Pemberdayaan Perempuan dari Minhaj-Ul-Quran International ini, Allah SWT memberi kesempatan kaum muslimin untuk meningkatkan solidaritas sosial, memberikan bantuan kepada mereka yang lebih membutuhkan secara sukarela dilandasi oleh rasa kemanusiaan dengan tanpa pamrih dengan pahala yang berlipat ganda.

Ramadhan dengan demikian mestinya bisa menciptakan kultur gotong royong dan keceriaan dalam berbagi. Ramadhan adalah tarbiyah untuk bersedekah, sekolahan yang efektif untuk menyapa mereka yang tidak berpunya.

“Alhamdulillah, selama saya manjadi Menteri Sosial 2014-2017 dan menjadi Gubernur Jawa Timur 2019-2023, kami mendorong ekosistem jaminan sosial dan kultur giving, loving and caring yaitu kebiasaan memberi, mencintai dan kepedulian sosial. Kami gelorakan bersama stake holders dan struktur formal maupun bersama yayasan sosial masyarakat, tokoh masyarakat dan kalangan industri semangat berbagi,” jelasnya.

Pengalaman Khofifah dalam mentransformasikan sistem bantuan sosial dan perlindungan sosial itu saya tuliskan dalam buku yang diterbitkan oleh Airlangga University Press tahun 2023 yang berjudul No One Left Behind: Upaya Indonesia Membangun Sistem Perlindungan Sosial Modern.

“Bagi saya bulan Ramadhan sangat erat dengan visi dan misi serta amanat kami dalam memimpin Jawa Timur. Kami diamanati oleh pemerintah untuk menjadikan semua bulan laksana bulan Ramadhan sebagaimana Undang Undang No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah kami untuk menangani berbagai masalah sosial masyarakat berkembang cukup pelik. Bahkan masalah masalah tersebut secara kualitatif dan kuantitatif cenderung mendalam dan meluas spektrumnya di Provinsi besar untuk menopang kejayaan Indonesia,” ujarnya.

Hal yang sama juga ia dorong dan sampaikan dalam banyak kesempatan aksi sosial dalam Muslimat Nahdlatul Ulama, serta yayasan sosial dalam Nahdlatul Ulama. Sebagaimana diketahui, jejaring Khofifah tidak hanya di kalangan NU dan Muslimat serta Badan Otonom lain namun juga kami kolaborasikan dengan kalangan Ponpes, kampus, organisasi sosial pada umumnya di Jawa Timur dan lembaga lembaga LAZISNU, LAZISMU, yayasan sosial non kegamaan.

Buku tersebut berisi tentang bagaimana transformasi sistem yang lebih efisien, modern dan berkelanjutan berdasar penggalian informasi lapangan dan usaha reformasi sistem tersebut serta bagaimana sistem yang tercipta tersebut mendapat pengakuan dunia.

“Semangat Ramadhan bisa meningkatkan virus positif filantropisme yaitu semangat atau kesadaran mendekati Sang Pencipta dengan jalan memberi, mencintai orang papa dan membantu sesama. Inilah esensi bulan Ramdhan sekaligus makna hakiki berpuasa, meningkatkan empati sosial,” ujarnya.

Semakin hari, menurutnya dewasa ini semakin banyak testimoni yang datang dari kalangan orang kaya papan atas yang mangatakan hidupnya seakan benar benar merasa bahagia setelah mereka bisa membantu sesama.

Bahkan di luar negeri, orang orang terkaya di dunia mendirikan yayasan sosial mengirimkan bantuan ke berbagai belahan dunia, dengan dua pernyataan yang jelas bahwa dengan charity (bersedekah), mereka hidup lebih tenteram Bahagia dan harta mereka tak pernah berkurang karena sedekah.

“Dari lapangan, saya mencatat bahwa semacam ada kesukacitaan masyarakat untuk membantu dan memperhatikan mereka yang membutuhkan pertolongan serasa meningkat di berbagai kalangan. Orang orang kaya menyisihkan sebagaian hartanya untuk mereka yang membutuhkan. Tampak jelas nyata bahwa Ramadhan ikut meningkatkan kepedulian sosial,” imbuhnya.

Semoga melalui bulan Ramadhan kita bisa meningkatkan gerakan peduli sesama demi kemanusiaan; membantu mereka mempunyai keterbatasan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan asasinya, seperti halnya apabila terdapat bencana atau kerawanan. Hanya dengan itulah manisnya bulan suci Ramadhan terasa jelas di bumi ini,” pungkas Khofifah. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PBNU Desak Israel Buka Akses Masjidil Aqsa bagi Muslim Selama Ramadhan
Next Article Masjid Al Akbar Surabaya semarakkan Ramadhan dengan cukur rambut gratis dan 9 lomba

Advertisement



Berita Terbaru

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol

You Might also Like

KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
Nahdliyyin

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

23/04/2026
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?