By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: LKK NU Jatim Soroti Pernikahan – Perceraian Gen-Z
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > LKK NU Jatim Soroti Pernikahan – Perceraian Gen-Z
Nahdliyyin

LKK NU Jatim Soroti Pernikahan – Perceraian Gen-Z

31/12/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Dalam webinar bertajuk “Refleksi Gerakan Keluarga Maslahah: Antara Tradisi dan Modernitas” pada Senin (30/12) malam, Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur menyoroti turunnya angka pernikahan dan naiknya angka perceraian di kalangan Generasi Z (Gen-Z).

“Di tengah arus modernitas yang serba cepat, keluarga di Indonesia dihadapkan pada tantangan yang kompleks. Salah satunya adalah tingginya angka perceraian, terutama di kalangan pasangan muda,” kata Ketua LKK PWNU Jawa Timur, Dr. H. M. Isa Anshori, SE., MSi., dalam webinar yang dibuka oleh Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hamid Wahid secara daring dari Tanah Suci (umroh).

Dalam webinar yang mengundang ahli fiqih, ahli uroginekologi, dan ahli komunikasi, serta dihadiri ratusan aktivis LKKNU se-Jatim itu, ia mengutip data BPS yang mencatat kasus perceraian di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 463.654 kasus, dengan mayoritas perceraian merupakan cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri.

“Ini memprihatinkan karena sebagian besar pasangan muda tersebut tidak memiliki kesiapan yang cukup dalam membangun rumah tangga. Tantangan seperti ketidaksiapan emosional, minimnya komunikasi efektif, hingga kurangnya pemahaman tentang hakikat pernikahan sering menjadi akar permasalahan,” katanya.

Merespons upaya mengatasi konflik keluarga dari sisi fiqih/hukum, Nyai Nurun Sariyah M.H. dari Pesantren Syafi’iyah Banyuwangi menyarankan perlunya LKKNU ke depan melakukan kampanye edukasi kepada generasi milenial atau Gen-Z.

“Tentu caranya disesuaikan dengan mereka yang mungkin lebih ringan dengan grafis atau video untuk memaparkan pentingnya nilai-nilai Islam dan NU dalam keluarga maslahah. NU juga sangat mementingkan nilai-nilai toleran, ukhuwah, dan kemaslahatan bersama,” kata alumnus S2 UIN KHAS Jember yang juga Koordinator Bidang Moderat PW LKKNU Jatim itu.

Dalam pembinaan keluarga, ia menjelaskan pendekatan Fikih memprioritaskan lima hal yakni rahmah (kasih sayang), akhlak (hubungan baik antar-anggota keluarga), tauhid (kehambaan utama pada Allah tanpa ada dominasi anggota keluarga tertentu), khalifah fil ardli (tanggung jawab kemanusiaan, seperti lingkungan), dan maqashid syariah (menjaga jiwa/ilmu dan raga/harta untuk bekal kehidupan).

Hal yang sama juga dikemukakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair Surabaya Prof. Dr. Eighty Mardiyan K., dr.Sp.OG.SubSp.Urogin-RE (K) terkait pentingnya edukasi bagi Gen-Z dalam membangun keluarga maslahah, diantaranya edukasi tentang Kesehatan Reproduksi Perempuan, karena risikonya dalam data tahun 2015 adalah 305 ibu meninggal dunia dari setiap 100.000 kelahiran.

“Jadi, peran ibu itu penting untuk mewujudkan Keluarga Maslahah, karena kebersamaan ibu dengan anak itu penting hingga dewasa dan berkeluarga, kalau ibu tidak sehat, maka mustahil hal itu terjaga, karena itu edukasi tentang kesehatan reproduksi perempuan itu penting. Organ reproduksi perempuan itu rentan, karena itu harus sehat, yakni vagina, rahim, saluran telur, payudara. Soal turunnya pernikahan Gen-Z, saya kira karena penundaan, misalnya nunggu beli rumah,” katanya.

Sementara itu, pakar komunikasi dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dr. Dewi Quraisyin, S.Pd.I., M.Si., menyoroti pentingnya “komunikasi” untuk menumbuhkan “kasih”, karena tujuan pernikahan itu bukan sebatas tujuan agama, bahkan Islam menyebut tiga tujuan yakni sakinah (ketenangan jiwa), mawaddah (saling cinta/memberi), dan rahmah (kasih sayang).

“Untuk ketenangan jiwa, rasa saling (cinta/memberi), dan kasih sayang, kuncinya adalah komunikasi. Komunikasi yang solutif adalah memahami orang lain dan ketrampilan mendengarkan. Laki-laki itu butuh dihormati, dihargai, dan ditaati, sedangkan perempuan itu butuh dicintai, disayangi, dan dilindungi. Itu fitrah yang harus dipahami. Ketrampilan mendengarkan juga solusi penting, bahkan 70 persen komunikasi itu mendengarkan, bukan bicara. Nah, digital itu masalah besar yang perlu pembatasan untuk jalannya komunikasi,” katanya.

Pentingnya komunikasi yang adil itu didukung aktivis Fatayat NU Jatim dan Penasehat Fatayat NU Bondowoso Nur Diana Khalidah, S.Aq., S.Ag., M.Pd., yang juga Anggota PUG dan Anggota tim KLA Bondowoso. “Regulasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan itu bukanlah perbedaan, tapi itulah keadilan hakiki yang bersumber dari perbedaan biologis dari Sang Pencipta,” katanya.

Alumni MI dan MTs Nurul Jadid Paiton Probolinggo, MMA Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, dan Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, serta Pasca Sarjana UNUJA Paiton Probolinggo itu menambahkan Nabi Muhammad SAW berjuang selama 23 tahun untuk membebaskan perempuan dari ketidakadilan, karena itu pembedaan perempuan itulah keadilan hakiki. “LKKNU perlu melakukan edukasi soal ini, jangan hanya sekali webinar, juga perlu edukasi lewat podcast atau platform lain,” katanya. (*/pwnu)

Iklan.

You Might Also Like

Asosiasi RSNU Terima “Yakes Partner Award 2026” dari Telkom Indonesia

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas

PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri

Resmi, Cirebon Raya Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LDNU Jatim akan Gelar Rakorwil di Unipa
Next Article Ribuan Jamaah Ikuti Doa Akhir Tahun 2024 Bersama Pj Gubernur Jatim di MAS

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

PWNU Jatim Terima Sapi Kurban 1,1 ton dari Gubernur Jatim
Sospol
Pertajam Fokus Kerja, Departemen Media PDUF MUI Jatim Bentuk 4 Divisi
Sospol
Asosiasi RSNU Terima “Yakes Partner Award 2026” dari Telkom Indonesia
Nahdliyyin
DMI Jatim Siagakan 1.000 Jagal Hewan Kurban Masjid se-Jatim
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Kecam Penyergapan 9 Relawan Indonesia oleh IOF, Katib PBNU Desak Pemerintah Tempuh Langkah Diplomatik Tegas

21/05/2026
Nahdliyyin

Founder Al Yasmin Meriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hongkong

18/05/2026
Nahdliyyin

Saat turba, PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean yang Miliki Poliklinik dan BMT potensial

16/05/2026
Nahdliyyin

30 Mahasiswa UINSA Ikuti Lakmud Komisariat IPNU-IPPNU

15/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?