Gresik, radar96.com – Saat melakukan silaturahmi dan turba (turun ke bawah) di Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat (15/5) malam, tim turba Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengapresiasi Majelis Wakil Cabang (MWC) atau pengurus tingkat kecamatan di Tambak, Bawean, yang memiliki poliklinik dan BMT (baitul mal wat tamwil) yang potensial dengan aset miliaran.
Tim turba PWNU Jatim yang dipimpin Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Matin Djawahir dan Wakil Katib Syuriah KH Ahmad Faris Idrisa itu diikuti oleh Wakil Ketua PWNU Prof Masykuri Bakri, KH. Taufik Jalil dan Wakil Sekretaris HM Taufik Mukti. Rombongan PWNU Jatim diterima Rais Syuriah PCNU Bawean KH Zubaidi Chumaidi, Ketua PCNU Bawean KH Moh Fauzi Rouf, dan jajaran PCNU serta MWCNU se-Bawean.





Selain berdialog di Kantor PCNU Bawean, tim PWNU sempat berkunjung ke poliklinik, Gedung BMT, pemberian ijazah ke Ansor, dan LP Maarif. “PCNU Bawean ini layak dijadikan percontohan, karena ada MWC NU di Kecamatan Tambak yang memiliki poliklinik Annahdliyah dengan fasilitas rumah bersalin dan membuka pengobatan umum dengan kunjungan pasien per-hari 20 – 25 orang,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim Prof Masykuri Bakri.
Selain itu, MWC NU Tambak juga memiliki BMT yang sudah berdiri 3,5 tahun lalu dan kini sudah memiliki aset mencapai Rp14 miliar lebih dengan hasil usaha telah mencapai Rp2,2 miliar. PCNU Bawean sendiri memiliki 5 MWC dan 56 Ranting serta 17 Lembaga/Banom. “Ini tanda-tanda NU Bawean menjadi PCNU potensial dan bahkan menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat NU, apalagi pulau Bawean itu sangat eksotik,” katanya.
Menurut Prof Masykuri Bakri, usia NU yang sudah 1 abad merupakan bukti nyata bahwa NU merupakan organisasi penuh karomah yang manfaatnya untuk pembentukan, pembangunan dan menjaga kesatuan/persatuan bangsa yang tidak terbantahkan, bahkan negara ini berdiri karena ada peran NU.
“NU itu rumah besar, karena itu momentum 1 abad patut disyukuri dengan berkhidmat dalam meneruskan estafet perjuangan NU untuk penguatan aswaja dan menjaga keutuhan persatuan bangsa, bahkan persatuan dunia melalui Komite Hijaz. Jadi, NU itu meninggalkan legasi/atsar/monumen untuk dunia dan politik kebangsaan, bukan politik praktis, jadi NU itu sebagai pengayom, pendidik, pemberdaya, pendamai, dan pelindung umat, sehingga NU sekarang pun berkembang di seluruh dunia, misalnya di Jepang, Australia, Kanada,” katanya.
Ke depan, ia menegaskan bahwa penguatan ideologi Aswaja menjadi “PR” NU, karena Islam transnasional yang agak ekstrem telah berkembang di Indonesia, sehingga NU dengan ajaran yang moderat, toleran, harmonis, dan menjaga ukhuwah/silaturahmi/persatuan akan menjadi kunci utama. Selain ideologi Aswaja juga perlu pendekatan dakwah digital untuk membentengi anak-anak muda dari paparan yang negatif.
Dalam sambutannya, Rais Syuriah PCNU Bawean KH Zubaidi Chumaidi menceritakan pesan KH Abdullah Schaal/Bangkalan bahwa menjadi pengurus NU itu mempunyai dua keuntungan yakni keuntungan di tanah air dan keuntungan secara alamiah, yang merupakan amal yang tidak terputus sampai sekarang.
“Keuntungan alami itu karena ada ulama-ulama NU yang memprotes dinasti Arab Saudi yang didukung wahabi yang mau mengukuhkan kepemimpinan dengan menghancurkan situs sejarah Islam, sedangkan ulama lain di dunia tidak ada yang protes. Andaikan tidak ada para ulama NU yang protes, maka situs Sejarah Islam akan hilang. Jadi, kita mendapat keuntungan amal yang dilakukan para ulama NU pada masa lalu,” katanya.
Keuntungan kedua adalah keuntungan di tanah air, karena penumpasan G30S/PKI justru dilakukan pengurus NU dengan menunjuk Subhan ZE sebagai komandan. “Jadi, khidmah kita kepada para ulama, maka kita mendapatkan keuntungan amal yang sudah dilakukan para ulama NU itu kepada kita tanpa terputus,” katanya.
Sementara itu, Ketua PCNU Bawean KH Moh Fauzi Rouf menyampaikan laporan tentang kondisi objektif PCNU Bawean yang hanya terdiri 2 Kecamatan dan 30 Desa tapi mempunyai 5 MWC dan memiliki 57 Pengurus Ranting yang semuanya cukup aktif dengan kegiatan rutin, seperti lailatul ijtima, kajian kitab bulanan, dan istighatsah.
“Di bidang kesehatan juga sudah memiliki Klinik An-Nahdliyah, bahkan salah satu MWC sudah memiliki BMT yang sudah beromset Rp14 miliar walaupun baru berjalan 3,5 tahun. Alhamdulillah, kami di sini sudah punya BMT dan Klinik yang perlu disupport dana oleh PWNU agar dapat berkembang lebih baik dan bermanfaat bagi NU dan masyarakat. Kedepan, Bank Sampah dan Koin NU juga perlu dikembangkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, PCNU Bawean juga meminta dukungan PWNU Jatim dan pemerintah daerah untuk melarang aduan sapi yang dulu hanya hiburan, tapi sekarang sangat masif dan cenderung maksiat yakni ada unsur judi, melibatkan anak-anak usia sekolah, dan mendorong kriminalitas semakin marak.
Acara turba PWNU Jawa Timur di Pulau Bawean itu diakhiri dengan doa oleh Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim KH Abdul Makin Djawahir dengan pemberian ijazah aurad dzikir dan doa untuk para pengurus yang hadir. (*/fpnu)



