By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Mas Imam Aziz dan LKiS
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Mas Imam Aziz dan LKiS
Kolom

Mas Imam Aziz dan LKiS

12/07/2025 Kolom
SHARE

Oleh Dr. Yusuf Amrozi, M.MT (Dosen Fak. Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya)

Buku Kiri Islam terbitan LKiS Yogjakarta tersebut pertama kali saya baca sekitar akhir tahun 95 / awal 96an, yang saat itu kalau dalam bahasa sekarang cukup viral di sejumlah anak muda atau aktivis mahasiswa.

Disitu tertulis nama M. Imam Aziz dan M. Jadul Maula sebagai editornya, dengan pengantar ciamik (dan sulit dipahami oleh kami yg masih ‘unyu-unyu’ saat itu) oleh Gus Dur. Buku itu adalah versi terjemah dari artikelnya penulis Jepang Kazuo Shimogaki, tentang Islam Kritis/Progresif (Kiri Islam), atau Islam yang seharusnya. Begitu bukan… 😁

Karenanya saya pertama kali tau nama Mas Imam Aziz ya saat itu. Hal itu juga dibarengi dengan para sahabat/senior yang studinya di Jogja yang tinggal di Malang saat itu atau yang sama sama menginisiasi pendirian Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) seperti Gus Fat (Fatchurrahman Alfa), dll yang sering membincang nama Mas Imam Aziz dan LKiS. Walau belum pernah ketemu, akhirnya kami ikutan menyebut nama Mas di awal nama beliau, mengikuti apa yg disampaikan oleh Gus Fat tersebut.

Singkat kata nama LKiS dan Mas Imam Aziz membumbung tinggi dikalangan aktivis Nahdliyin maupun pegiat Pro Demokrasi. Buku buku terbitan LKiS kemudian laris manis bak kacang goreng, yg diserbu kalangan mahasiswa di kios-kios buku, khususnya kios yg spesialis “harga” Mahasiswa di berbagai kota. Yang ndak mampu beli biasanya inden/pinjam kawan yg punya di kosnya atau di sekretariat mahasiswa/kajian mahasiswa, yg terkadang sulit untuk dikembalikan (mungkin krn disimpan sebagai jimat..😁).

Suatu saat tanpa diduga, para senior kami mengadakan acara Pelatihan Paralegal Santri yg dihadiri para aktivis santri serta para Gus dan Ning dari berbagai kota, yg acaranya ditempatkan di ma’had kami (Pesantren Mahasiswa Ainul Yaqin UNISMA) tahun 98. Kami turut membantu jadi semacam panitia lokal, sembari bisa ikut nyimak para pembicara hebat memaparkan materi. Disinilah saya pertama kali berjumpa dengan Mas Imam Aziz. Beliau sebagai fasilitator kegiatan yg bagi kami monumental itu.

Surprisenya kegiatan ini dihadiri oleh Gus Dur (GD) sebelum jadi presiden. Yg unik adalah GD saat itu keliru masuk ruangan di dalam Kampus UNISMA dimana berlangsung kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII fakultas ekonomi. Mungkin saat itu para pendherek GD tanya satpam kampus, yg asal diarahkan ke salah satu gedung yg ada kegiatan. Karena saat itu diacarakan pada Weekend.

Dari pertemuan saya di acara Paralegal Santri dengan Mas Imam Aziz tersebut, kesan saya beliau adalah senior yg konsis di jalur ‘kultural’ dengan membesarkan lembaga kajian dan penerbitan LKiS. Konsistensi ini terbukti manakala era berikutnya lahir Partai Kebangkitan Bangsa, beliau tidak ikut-ikutan menjadi legislatif yg mana andai beliau mau tentu tidak sulit. Beliau berada di jalur Kultural & struktural NU dengan mengelola pondok pesantren bersama istri beliau di kediamannya di Yogyakarta, serta pernah menjabat di PBNU.

Dini hari td (12 Juli 2025) beliau kapundhut, kembali ke Ilahi Robbi. Selamat jalan senior. Bagi kami panjenengan sumber inspirasi dan icon idealisme. Insyallah surga menantimu, Amin… 🤲

Iklan.

You Might Also Like

Adab, Kritik, dan Menjaga Marwah NU

Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah

Superpower Keikhlasan: Mengurai Akar Akuntabilitas dalam Tradisi NU

Menegakkan Panji NU di Muktamar ke-35: Belajar dari Hajar Aswad Memasuki Abad Kedua NU

‘Haramkah’ NU Berpolitik?

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pra-Munas Majelis Alumni IPNU 2025 Bahas RUU Sisdiknas, Singgung Akses Pendidikan Berkualitas
Next Article Rakornas LP Ma’arif NU 2025 Hasilkan 6 Rekomendasi Pendidikan Nasional

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Adab, Kritik, dan Menjaga Marwah NU
Kolom
Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah
Kolom
Arjunu–RJI International Forum 2026 Perkuat Kolaborasi Dorong Jurnal Indonesia Menuju Scopus
Sospol
BAZNAS Jatim Hadirkan Layanan Ambulans Gratis di Kediri dan Sekitarnya
Sospol

You Might also Like

Kolom

Menakar Usulan Kiai Sepuh dalam Penyusunan AHWA

22/08/2026
Kolom

Harapan Muktamar NU ke-35 Jombang : Refleksi, Muhasabah, dan Dinamika NU Menyongsong Abad Kedua

21/08/2026
Kolom

NU dalam Akuarium: Menjaga Air Tetap Jernih Menjelang Muktamar

21/08/2026
Kolom

Sejarah Bukan Sekadar untuk Menenangkan, tetapi untuk Belajar

20/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?