Surabaya, radar96.com/MAS – Anak penjual nasi goreng yang juga siswi kelas 9 MTs Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Nur Aziza Khoirun Nisa’, telah berhasil menghafal 7 juz Al-Qur’an, sedangkan dua siswi kembar MTs MAS yakni Zaynab Sabera Mardiya dan Fatimah Shakira Nayma, juga sama-sama telah berhasil menghafal 10 juz.
“Ketiganya melaporkan hafalannya dalam ‘Al Qur’an Fest 2025’ di ruang utama Masjid Al Akbar bersama empat siswi MTs yang hafal 5 juz yakni Kanaya Winka Zafirah, Afina Rahma Risalah Niko, Queenata Raisha Hakim, dan Bhimasena Alfatih Irawan,” kata Kepala MTs MAS M Jakfar di ruang utama Masjid Al-Akbar, Selasa.

Jadi, “Al Qur’an Fest 2025” yang diadakan MTs MAS di ruang utama Masjid Al Akbar (7/10) itu secara keseluruhan diikuti tujuh siswa-siswi MTs MAS dengan hafalan 10 juz (2 siswi), 7 juz (1 siswi), dan 5 juz (4 siswa-siswi). Ketujuh siswa-siswi itu didampingi orang tua masing-masing.
“Senang sekali, putri saya bisa menghafal Al-Qur’an, kalau sekarang 7 juz, mungkin ke depan bisa 10 atau bahkan 30 juz. Kalau ayahnya nggak bisa ikut menyaksikan hafalan anaknya, karena berjualan nasi goreng di Sentra Kuliner di depan Masjid Al-Akbar,” kata Tukiyem, ibu dari Nur Azizah Khoirun Nisa’.

Ibu yang berasal dari Kediri dan kini tinggal di Pagesangan Agung, Surabaya itu mengaku putrinya merupakan anak kedua yang sejak TK hingga MTs disekolahkan di Lembaga Pendidikan Masjid Al-Akbar. “Dia mulai menghafal Al-Quran sejak kelas 3 MI, karena di sini ada program tahfidz,” katanya.
Hal itu dibenarkan putrinya, Nur Azizah Khoirun Nisa’. “Sekolah di sini memang lingkungannya banyak hafalan Al-Qur’an, jadi saya mengikuti. Saya sudah hafal juz 1-5 dan juz 29-30 selama 2 tahunan di MTs. Caranya, saya berusaha 1 hari bisa hafal 1 halaman, tapi kadang suka lupa pada ayat terakhir,” katanya.
Cara yang sama ternyata juga dilakukan siswi kembar MTs MAS yakni Zaynab Sabera Mardiya dan Fatimah Shakira Nayma, yang menghafal 10 juz selama 3 tahun atau selama belajar di MTs MAS dengan berusaha hafal 1 halaman dalam 1 hari.
“Caranya gampang, kok, sehari kami berusaha menghadal 1 halaman, meski kadang-kadang juga sulit membagi waktu kalau pas ada ujian, tapi akhirnya hafal 10 juz selama 3 tahun di MTs Al-Akbar,” kata Zaynab Sabera Mardiya, didampingi saudara kembarnya, Fatimah Shakira Nayma.
Ditanya motivasi menghafal Al-Qur’an itu, kedua alumni SDI “Raudlatul Jannah” Pepelegi, Waru, Sidoarjo itu sama-sama menjawab bahwa mereka ingin memberi “mahkota” kepada kedua orang tuanya di surga.
Dalam kesempatan itu, ayahanda Zaynab dan Fatimah yakni M Habibi yang menjadi dosen STAIN An-Naja Indonesia Mandiri, Sarirogo, Sidoarjo itu mengaku sangat bersyukur atas karunia Allah terhadap kedua putrinya yang sama-sama menghafal 10 juz Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, ini karunia Allah, kita sebagai orang tua hanya mendorong dan menyemangati bahwa hafalan Al-Qur’an itu memiliki dua keberkahan yakni berkah bagi penghafal maupun berkah bagi orang tuanya. Saya sendiri melihat bahwa bisa hafal Al-Qur’an itu luar biasa, karena kadang nyerah, lalu kami semangati lagi, hingga menemukan polanya yakni 1 hari 1 lembar,” katanya. (*/mas)


