Sidoarjo, radar96.com – Semangat nasionalisme dan religius bergelora dalam suasana khidmat saat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukodono, Sidoarjo menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025. Kegiatan dilaksanakan di halaman Masjid Jami’ An-Nur, Desa Sukodono, Rabu (22/10/25).
Kegiatan yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari unsur pemerintah, pengurus NU di wilayah Kecamatan Sukodono, dan para santri.
Wakil Rais MWCNU Sukodono, KH Achmad Anas dalam amanatnya menegaskan, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ini mengingatkan kembali akan jasa para kiai, ulama dan santri terdahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Sampai-sampai Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad yang mewajibkan kepada umat Islam untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karenanya, tercetuslah hubbul wathan minal iman,” tegasnya.
Sementara, Ketua MWCNU Sukodono, H Fathul Ibad mengingatkan akan pentingnya peran para santri di era modern saat ini dalam mengawal nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.
“Santri masa kini harus mampu menjaga semangat juang para kiai dan santri pendahulu. Mengawal Indonesia tidak cukup dengan semangat perjuangan, tetapi juga dengan ilmu, akhlak, serta karya nyata bagi umat serta bangsa,” katanya..
Menurutnya, momentum HSN tahun ini menjadi penegas komitmen warga NU Sukodono untuk terus menjaga warisan perjuangan para kiai dan santri. Selain itu, MWCNU Sukodono ingin meneguhkan peran santri sebagai pelopor kemajuan, penjaga moral bangsa, dan pembawa pesan perdamaian di tengah tantangan zaman.
“Dengan semangat itu, peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kecamatan Sukodono tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan. Tetapi juga bentuk nyata rasa syukur dan tekad untuk terus meneladani perjuangan santri dalam membangun negeri menuju peradaban dunia yang lebih berkeadaban,” tutupnya.
Upacara ini dihadiri Forkopimka Sukodono, pengurus MWCNU Sukodono beserta lembaga dan badan otonom (Banom), kepala desa se-Kecamatan Sukodono bersama perangkat desa, serta Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dari seluruh desa di wilayah tersebut. Tampak hadir pula, santri MINU Bahrul Ulum Sukodono, dan tamu undangan lainnya.
Pewarta : Yuli Riyanto



