Sidoarjo , radar96.com – Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) MWCNU Balongbendo Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Tadris Zakat pada Kamis (12/3) bertempat di Pendopo Kecamatan Balongbendo.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta pengelolaan zakat di tingkat masyarakat.
Peserta kegiatan tadris zakat terdiri dari para pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZIS) tingkat kecamatan dan tingkat ranting (desa), serta guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari seluruh Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Balongbendo.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan rangkaian pembukaan yang berlangsung khidmat.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu Syubbanul Wathon, serta Mars LAZISNU.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Balongbendo Ardi Anindita, Rais Syuriyah MWC NU Balongbendo KHA Miftahul Huda, Wakil Rais Syuriyah MWC NU Balongbendo K. Nur Muis, Ketua Tanfidziyah MWC NU Balongbendo H Abdurrohman, serta Ketua LAZISNU MWC NU Balongbendo Nur Hadi.
Dalam sambutannya, Camat Balongbendo menyampaikan apresiasi atas inisiatif LAZISNU dalam memberikan edukasi tentang zakat kepada masyarakat. Ia berharap pengelolaan zakat di wilayah Balongbendo dapat berjalan lebih profesional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, sambutan mewakili Ketua MWCNU Balongbendo disampaikan oleh Wakil Rais Syuriyah K Nur Muis. Ia menegaskan pentingnya zakat sebagai instrumen sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Zakat ini harus menjadi solusi bagi kesejahteraan warga yang dhuafa. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat menjadi kekuatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Kegiatan tadris zakat ini menghadirkan narasumber Muhammad Dodi Dliya’uddin, Ketua LAZISNU PCNU Sidoarjo. Dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki dimensi dakwah dan pemberdayaan umat.
“Zakat adalah alat dakwah untuk menjaga warga dhuafa dari titik terendah iman. Karena itu pengelolaan zakat harus dilakukan secara amanah, profesional, dan terstruktur,” jelasnya.
Ia juga mendorong pengembangan gerakan zakat melalui pembentukan JPZIS (Jaringan Pengelola Zakat, Infaq dan Shadaqah) di berbagai lingkungan masyarakat.
“LAZISNU dapat dikembangkan melalui sekolah-sekolah, masjid, dan musholla sebagai JPZIS sehingga gerakan zakat semakin luas dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan tadris zakat ini, LAZISNU MWCNU Balongbendo berharap para pengurus zakat di tingkat kecamatan maupun desa, serta para guru PAI, dapat semakin memahami pengelolaan zakat secara benar dan mampu menggerakkan potensi zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya bagi warga dhuafa di wilayah Balongbendo.



