By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Kikin tekankan pentingnya sanad keilmuan dan semangat persatuan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Kikin tekankan pentingnya sanad keilmuan dan semangat persatuan
Nahdliyyin

Gus Kikin tekankan pentingnya sanad keilmuan dan semangat persatuan

24/07/2026 Nahdliyyin
SHARE

Gresik, radar96.com – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menekankan pentingnya sanad keilmuan dan semangat membangun persatuan yang diajarkan Hadratussiekh KHM Hasyim Asy’ari.

Gus Kikin menyampaikan hal itu saat hadir bertemu peserta Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) Angkatan I yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Gresik, Jatim pada 22-26 Juli 2026, dan diikuti 72 peserta dari berbagai daerah, termasuk Menag Prof Nazaruddin Umar sebagai “peserta istimewa” PMKNU I di Gresik itu.

“Warisan penting para muassis/pendiri NU yang harus terus dirawat secara lintas generasi adalah pentingnya menjaga sanad keilmuan dan menjaga kepemimpinan NU yang mementingkan semangat persatuan,” katanya dalam keterangannya di Gresik, Jumat.

Dalam pesannya, Gus Kikin menegaskan bahwa sosok KHM Hasyim Asy’ari sebagai Hadratussyekh, pendiri Nahdlatul Ulama, sekaligus Bapak Umat Islam Indonesia, merupakan inspirasi besar dalam membangun persatuan umat Islam dan menjaga sanad keilmuan.

Menurutnya, rekam jejak Hadratussyekh menunjukkan bagaimana ulama mampu menjadi perekat kebangsaan dan pemersatu umat di tengah berbagai perbedaan. “Pada tahun 1942, tercatat sekitar 20.000 tokoh besar maupun kecil di Pulau Jawa merupakan santri Hadratussyekh. Itu menunjukkan luasnya pengaruh sanad keilmuan,” ujarnya.

Gus Kikin juga menyoroti munculnya berbagai paham dan pemikiran baru yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, tantangan terbesar hari ini bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan bagaimana umat tetap memiliki pijakan yang jelas dalam beragama melalui sanad yang tersambung kepada Rasulullah SAW.

“Menjaga, melanjutkan, dan mewariskan sanad merupakan ikhtiar agar mata rantai keilmuan tetap tersambung hingga Hadratur Rasul, sebab ilmu yang lahir dari pemikiran manusia semata tanpa keterhubungan dengan sanad kenabian berpotensi menjauhkan umat dari akar tradisi Islam yang otoritatif,” jelas Ketua PWNU Jawa Timur.

Gus Kikn mengingatkan bahwa setiap mata rantai transmisi ilmu memiliki nilai keberkahan dan pahala yang besar. “Alangkah ruginya jika kita terputus dari sanad, sebab di dalamnya terdapat kesinambungan perjuangan yang akan terus dicatat sebagai amal jariyah,” tambah Pengasuh Pesantren Tebuireng.

Hingga kini, katanya, Pesantren Tebuireng hingga hari ini tetap konsisten menjaga dan merawat sanad keilmuan, baik melalui pengajaran kitab, tradisi pesantren, maupun penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan warisan para ulama tetap hidup dan relevan menjawab tantangan zaman.

Ia menegaskan bahwa pembaruan dalam Islam bukan berarti memutus hubungan dengan tradisi. Sebaliknya, pembaruan yang sejati harus bertumpu pada nilai-nilai yang diwariskan para ulama.

“Jika seluruh pembaruan bermuara pada terputusnya sanad dan tercerabutnya akar tradisi, maka yang hilang bukan hanya identitas kita sebagai warga Nahdliyin, tetapi juga keberkahan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” pungkas cicit Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy’ari.

Selain itu, Gus Kikin menegaskan bahwa sosok KHM Hasyim Asy’ari sebagai Hadratussyekh, pendiri Nahdlatul Ulama juga merupakan inspirasi besar dalam membangun persatuan umat Islam di Indonesia.

“Rekam jejak Hadratussyekh menunjukkan bagaimana ulama mampu menjadi perekat kebangsaan dan pemersatu umat di tengah berbagai perbedaan, bahkan kelahiran Nahdlatul Ulama pada 1926 itu dilandasi semangat membangun persatuan berdasarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

“NU lahir tahun 1926 dengan tujuan membangun persatuan berbasis Ahlussunnah wal Jamaah, yang menjaga keseimbangan lahir dan batin, serta keseimbangan antara aspek kognitif dan afektif,” jelas Gus Kikin.

Ia berharap PMKNU mampu melahirkan kader-kader pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan spiritual dan sosial. “Banyak hal yang harus kita pikirkan, banyak hal yang harus kita lakukan. Dan yang paling utama adalah bagaimana membangun ukhuwah. Wa’tashimu bihablillahi jami’an wa la tafarraqu,” ungkapnya. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

MANIFESTASI INTEGRITAS DAN AKHLAQUL KARIMAH SEBAGAI PERSYARATAN UTAMA KETUA UMUM PBNU DI ERA MODERN

Sukseskan Muktamar 35 NU, HPN Perkuat Ekosistem Bisnis Nahdliyin dengan Rembug Saudagar

MUKTAMAR NU KE-35 JOMBANG: Rivalitas sebagai Uji Kompetensi Kepemimpinan, Konsistensi Aswaja, dan Resolusi NU Menuju Peradaban Abad ke-2

LESBUMI Serahkan Maklumat “Kembali ke Akar, Ini Pesan Kiai-Kiai PWNU Jatim

Ramaikan Muktamar 35 NU, Ratusan Turots Ulama Nusantara Dipamerkan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LDNU Jatim Adakan Dzikir Akbar untuk Doakan Muktamar Ke-35 NU dan Indonesia
Next Article Terjunkan 604 Mahasiswa KKN, Unusa Beri Solusi Berdasar Kebutuhan Warga

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun
Sospol
MANIFESTASI INTEGRITAS DAN AKHLAQUL KARIMAH SEBAGAI PERSYARATAN UTAMA KETUA UMUM PBNU DI ERA MODERN
Nahdliyyin
Dari Kaset, Abah Hasyim Muzadi, hingga Pesantren Digipreneur
Kolom
Dari Kampus, Pesantren, hingga Kamera yang Merekam Zaman
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

17 Hari Jelang Muktamar, Pesantren Tambakberas Siap, Gus Ipul Ikut Tata Kasur Muktamirin

10/08/2026
Nahdliyyin

Peluncuran Tiga Buku Qanun Asasi di Gedung MPR RI, Gus Kikin Teguhkan Warisan Keilmuan Hadratussyaikh

09/08/2026
Nahdliyyin

Kiai Imam Jazuli: Kunci Kejayaan Abad Kedua NU adalah Transformasi Pemikiran dan Gerakan

07/08/2026
Nahdliyyin

Gus Kikin: Qanun Asasi itu Lebih Tinggi dari AD/ART

07/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?