Surabaya, radar96.com. Peserta pelatihan khatib dan imam profesional NU yang dilaksanakan di lantai 11 Tower B Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur pada Sabtu (19/9/26), membeludak. Dari kapasitas 100 peserta yang direncanakan, hanya dalam waktu semalam link pendaftaran sudah ditutup, karena target peserta sudah terpenuhi.
Menurut H Mirwan, ketua pelaksana kegiatan, sampai beberapa hari setelah link ditutup, masih banyak peserta yang ingin mendaftar. Hebatnya, mereka tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tapi banyak juga yang dari beberapa provinsi lain di luar Jawa. “Masih ada sekitar 200 peserta lagi yang ingin menjadi peserta tapi belum bisa kami penuhi,” tuturnya dengan bangga.

Pelatihan dengan tema yang banyak menarik minat itu dilaksanakan atas kerja sama Lembaga Dakwah (LD) PWNU Jawa Timur dan kampus UPN Veteran yang berada di kawasan Gununganyar, Surabaya.
Mendengar laporan tingginya animo masyarakat yang belum tertampung tersebut, Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof Dr Ir H Akhmad Fauzi, MMT, IPU, menyatakan kesiapannya bila kegiatan yang sama dilakukan lagi di tempat itu.
“Kalau perlu tidak se-Jawa Timur, tapi diperluas lagi, se-Indonesia,” ujarnya saat membuka acara, yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.
Ketua LD PWNU Jawa Timur, Dr KH Syukron Djazilan Badri, SAg, MAg, MPd, menuturkan, berdasar penelitian terbaru, 65 persen penduduk Indonesia berafiliasi ke NU. Tapi kebanyakan mereka berasal dari generasi tua. Sedangkan generasi remajanya masih belum ada jaminan. Dari sinilah dibutuhkan kemahiran para da’i untuk memengaruhi mereka.
“Bagaimana menjadi da’i yang menarik bagi remaja agar mereka semakin dekat dengan NU,” Ketua MUI Kota Surabaya yang juga dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) itu menjelaskan tujuan acara dilaksanakan.
Materi yang disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari itu meliputi strategi retorika, fiqih imam dan khutbah Jumat, pembinaan bacaan Al-Quran, dan praktik khutbah Jumat.
Seluruh materi terasa sangat menarik karena disampaikan oleh para praktisi yang berpengalaman. Tak lupa diselingi joke-joke khas yang menjadi rahasia para khatib. Tak heran, banyak di antara mereka yang selalu tertawa-tawa setelah saling membongkar rahasia di antara mereka.
Tidak berhenti sampai di situ, sebagai tindak lanjut, setiap peserta diminta menyusun materi khutbah Jumat dalam waktu satu pekan. Setelah tugas diselesaikan dan dikirim, sertifikat kelulusan baru akan diberikan.



