By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KHA Muzakky Hafidz Ungkap Kiat Sukses Dunia Akhirat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > KHA Muzakky Hafidz Ungkap Kiat Sukses Dunia Akhirat
Sospol

KHA Muzakky Hafidz Ungkap Kiat Sukses Dunia Akhirat

24/09/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Imam Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), KH A Muzakky Hafidz, mengajak jamaah untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat sebagai kiat sukses melalui penerapan prinsip kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan dalam Kajian Senja Al-Yasmin episode ke-29 bersama jamaah Majelis Dzikir Sholawat Al Yasmin Grup 5 di Ballroom Al-Yasmin, Surabaya, Rabu (23/9/2026).

Dalam kajiannya, KHA Muzakky Hafidz menjelaskan bahwa doa “Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah” merupakan bentuk permohonan sekaligus komitmen untuk meraih kebaikan di dunia dan akhirat.

Ia menerangkan bahwa dalam bahasa Arab, bekerja memiliki makna beramal. Sementara itu, amal yang dilakukan dengan kebaikan disebut amal saleh.

“Bekerja dalam bahasa Arab adalah beramal, sedangkan beramal baik yaitu amal saleh. Amal saleh adalah dengan mengamalkan Al-Qur’an,” jelasnya.

Menurutnya, terdapat tiga prinsip utama yang perlu diterapkan untuk mencapai keberhasilan dunia dan akhirat, yaitu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Yang pertama yakni kerja keras sseuai keahlian, katanya, kerja keras bukan sekadar mengerahkan tenaga, melainkan juga memiliki semangat untuk bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing.Ia mengingatkan bahwa pekerjaan yang dilakukan tanpa kompetensi yang memadai berpotensi menimbulkan permasalahan.

“Kerja keras yaitu dengan memaksimalkan keahlian. Kerja keras di dunia adalah orang yang memiliki semangat bekerja sesuai ahlinya, dan semangat ibadah untuk akhirat. Karena keduanya penting,” tuturnya.

Yang kedua yakni kerja cerdas dengan menerpkan ilmu, Prinsip kedua adalah kerja cerdas, yaitu bekerja dengan mengandalkan ilmu pengetahuan dan kemampuan berpikir. Ia menegaskan bahwa ilmu memiliki peran penting dalam mencapai keberhasilan, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

“Siapa yang ingin sukses di dunia maka dengan ilmu, siapa yang ingin sukses di akhirat maka dengan ilmu. Jika ingin sukses keduanya maka dengan ilmu,” katanya.
Yang terakhir yaitu kerja Ikhlas. Menurutnya, kerja keras dan kerja cerdas belum tentu memberikan ketenangan apabila tidak disertai keikhlasan.

“Ketika kita melakukan kerja keras tanpa batas dan kerja cerdas, masih ada kemungkinan mengecewakan tanpa adanya ikhlas. Namun, jika sudah menerapkan tiga konsep ini, maka kita akan bahagia dan berhasil, serta memperoleh hasil yang gemilang,” jelasnya.

Ia kemudian mencontohkan Sayyidah Khadijah sebagai sosok yang menerapkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas melalui aktivitas perdagangan serta pengabdian hartanya di jalan Allah.

Dalam sesi tanya jawab, Mita, salah satu jamaah Grup 5 Alyasmin, menyampaikan pertanyaan mengenai cara mengatasi rasa jenuh dan bosan, terutama ketika seseorang merasa kehidupannya kurang bermakna.

KHA Muzakky menanggapi, bahwa kejenuhan merupakan hal yang dapat dialami setiap manusia. Menurutnya, salah satu cara mengatasinya adalah dengan memperbaiki niat dan membangun kecintaan terhadap pekerjaan yang dijalani.

“Niatkan semua karena Allah. Kita harus mencoba mencintai pekerjaan kita agar tidak jenuh,” pesannya.

Dengan menerapkan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, serta menyelesaikan tanggung jawab dengan tuntas, seseorang diharapkan mampu menjalani aktivitas dengan lebih bermakna dan memperoleh keberkahan dalam kehidupan. (*/alyasmin)

Iklan.

You Might Also Like

DMI Jatim Imbau Sholat Istisqa’ Sikapi Kemarau Panjang

Ketua BPP Masjid Al-Akbar Surabaya dan Tim Ansor Jatim Kunjungi China pada 23-29 September

Polres Bondowoso dan Petani Perkuat Ketahanan Pangandi lahan praktik SMK PP Negeri 1 Tegalampel

Komisi PDUF MUI Jawa Timur Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Yatim Mandiri

Wagub Emil Dardak Dorong Penguatan Pendidikan UNIB Sukorejo-Situbondo

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article DMI Jatim Imbau Sholat Istisqa’ Sikapi Kemarau Panjang
Next Article Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Siapkan 144 Pendamping Mandiri bagi 225 Tani Hutan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Siapkan 144 Pendamping Mandiri bagi 225 Tani Hutan
Nahdliyyin
DMI Jatim Imbau Sholat Istisqa’ Sikapi Kemarau Panjang
Sospol
Fenomena Lilur dan Ujian Etika Komunikasi Nahdliyyin
Kolom Opini
Ketua BPP Masjid Al-Akbar Surabaya dan Tim Ansor Jatim Kunjungi China pada 23-29 September
Sospol

You Might also Like

Sospol

Razia Gabungan Lapas Bondowoso Temukan 3 Sajam Rakitan dari Blok Hunian

21/09/2026
Sospol

Dipercaya 14 Negara, KH Ali Masykur Musa Pimpin Majelis Naqshbandi Se-Dunia

21/09/2026
Sospol

Wisuda 1.053 Lulusan, UNIB Situbondo: Tradisi Pesantren dan Tantangan Sains Teknologi Jadi Sorotan

21/09/2026
Sospol

Imam Masjid se-Pantura Berharap UKIM jadi Program Pemprov Jatim

21/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?