Surabaya (Radar96.com) – Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Jatim, Fauzi Priambodo, menyatakan pihaknya akan menyiapkan UMKM Nahdliyyin untuk menghadapi Resesi Ekonomi 2023, setelah melewati masa tersulit perekonomian pada era Covid-19
“Ada dua jalur perekonomian, yakni pasar tradisional dan modern kapitalis.
Pasar tradisional seperti UMKM ini tak terlalu terdampak. Ibaratnya jual kacang rentengan tidak mungkin nggak laku sama sekali. Jika pasar modern, ekonomi menengah ke atas baru bisa terdampak dari adanya resesi,” tutur dia.
Hanya saja, ekonomi Indonesiayang mulai bangkit saat ini kembali dihantam masalah lain dengan adanya kenaikan BBM. “Ekonomi kita yang sedang merangkak naik, kembali terhantam dengan kenaikan BBM. Saya kira harga kenaikan BBM ini perlu dikoreksi,” katanya.
Saat menerima penghargaan dari Koordinator FJN (Forum Komunikasi Jurnalis Nahdliyyin), Muhammad Didi Rosadi, di Kota Surabaya, ia menjelaskan IMF memang bilang bahwa 2023 is gonna be dark atau disebut gelap.
Namun, hal itu berbeda dalam pandangan Ketua LPNU Jatim, Fauzi Priambodo. Masa tersulit perekonomian justru saat awal munculnya Covid-19, karena adanya pembatasan, seperti PSBB dan PPKM dalam beberapa level.
“Dulu kan sempat tidak bebas. Warung diobrak. Jadi tidak bisa berjualan, tapi tahun 2023 sudah melewati masa sulit itu. Bisa dibilang dari nol saat itu. Kalau nanti ada resesi, saya kira dampaknya tak separah ketika ada PSBB dulu,” kata Fauzi yang menerima penghargaan karena program NU’Conomics.
Oleh karena itu, pihaknya fokus menjalankan program NU’Conomics untuk membantu masyarakat kecil di Jawa Timur agar maju secara finansial. “Kalau berbicara warga Nahdliyin ini ya berarti Grassroots. Mereka kebanyakan UMKM. Inilah yang menjadi perhatian kami,” lanjutnya.
Kepada UMKM, pemimpin LPNU Jatim sejak tahun 2018 itu akan terus memberikan pendampingan. “Itu seperti pelatihan hingga pemasaran produk, agar warga Nahdliyin siap dihadapkan pada tahun 2023, termasuk juga jika memang nanti masuk pada masa resesi,” katanya.
Menurut dia, di Jatim ini ada ribuan pesantren. “Satu pesantren saja bisa memiliki ribuan santri. Jika satu koperasi pesantren menjual hasil produk UMKM dari warga, cukup banyak perputaran uang di dalamnya dan mampu mensejahterakan,” tutur dia.
Atas gagasannya tersebut tentang NU’Conomics, Fauzi Priambodo mendapat apresiasi dari FJN di tahun 2022 ini. Dia menjadi salah satu tokoh inspiratif dari sebelas tokoh asal Jatim lainnya. Fauzi Priambodo adalah pengusaha asli Surabaya yang sudah puluhan tahun malang-melintang di dunia bisnis Indonesia. (*/pna)



