By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah ‘Babat Alas’ Kenalkan Turots Ulama Nusantara mulai dari Ridyadh
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gubernur Khofifah ‘Babat Alas’ Kenalkan Turots Ulama Nusantara mulai dari Ridyadh
Nahdliyyin

Gubernur Khofifah ‘Babat Alas’ Kenalkan Turots Ulama Nusantara mulai dari Ridyadh

28/11/2022 Nahdliyyin
Dalam gelaran "Indonesia Week 2022" di Cultural Palace Diplomatic Quarter Riyadh Saudi Arabia, Minggu (27/11/2022), secara khusus, Gubernur Khofifah yang juga salah seorang Ketua PBNU itu menggelar seminar dan pameran 'Intellectual Heritage and Contribution of Indonesian Scholars to The Islamic Civilization'. (*/hmn)
SHARE

Riyadh, Saudi Arabia, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memulai langkah ‘babat alas’ mengenalkan manuskrip karya kuno (turots) ulama Indonesia dan kontribusinya untuk keilmuan serta peradaban dunia.

Dalam gelaran “Indonesia Week 2022” yang digelar di Cultural Palace Diplomatic Quarter Riyadh Saudi Arabia, Minggu (27/11/2022), secara khusus, Gubernur Khofifah yang juga salah seorang Ketua PBNU itu menggelar seminar dan pameran ‘Intellectual Heritage and Contribution of Indonesian Scholars to The Islamic Civilization’.

Dalam gelaran “Indonesia Week 2022” di Cultural Palace Diplomatic Quarter Riyadh Saudi Arabia, Minggu (27/11/2022), secara khusus, Gubernur Khofifah yang juga salah seorang Ketua PBNU itu menggelar seminar dan pameran ‘Intellectual Heritage and Contribution of Indonesian Scholars to The Islamic Civilization’. (*/hmn)

Di sana, dipamerkan karya-karya manuskrip kuno ulama Nusantara, mulai turots karya Syaichona Muhammad Kholil Bangkalan, karya Syaikh Nawawi Al Bantani, karya Syaikh Hasyim Asyari Jombang, Syaikh Mahfud At-Tarmasi Pacitan, Syaikh Ihsan Jampes Kediri, juga ada pula karya KH Abu Fadhol Senori Tuban.

“Kegiatan hari ini adalah bagian penting dalam babat alas menggali keunggulan ulama besar Indonesia yang kontribusinya signifikan untuk keilmuan dunia, termasuk di Arab Saudi,” tegas Khofifah yang merupakan gubernur perempuan pertama Jatim itu.

Menurut dia, kontribusi ulama Indonesia, bahkan sudah dimulai sejak abad ke-14. Sudah banyak kitab-kitab dilahirkan dan juga banyak ulama Indonesia yang wafat di sini, seperti Syeikh Nawawi Al Bantani, memiliki 30 karya kitab turots.

Dalam gelaran “Indonesia Week 2022” di Cultural Palace Diplomatic Quarter Riyadh Saudi Arabia, Minggu (27/11/2022), secara khusus, Gubernur Khofifah yang juga salah seorang Ketua PBNU itu menggelar seminar dan pameran ‘Intellectual Heritage and Contribution of Indonesian Scholars to The Islamic Civilization’. (*/hmn)

Namun yang sudah terdigitalisasi baru enam kitab, sehingga yang bisa diakses masyarakat baru enam dari 30 kitab. Begitu juga dengan karya Syaichona Kholil, dari 32 kitab karya ulama asal Bangkalan tersebut, baru dua yang sudah terdigitalisasi.

“Jadi saat ini kondisinya adalah banyak manuskrip karya ulama Indonesia yang ada di Belanda, Inggris, Timur Tengah maupun Afrika, sehingga pertemuan hari ini kami harap akan menjadi awalan baru untuk menjadi titik temu karya ulama dunia,” tegasnya.

Gubernur Khofifah menyebut bahwa saat ini ANRI telah memiliki kerjasama MoU dengan Al Darah terkait kearsipan. Ia harapkan ke depan akan ada tindak lanjut program termasuk dengan Jatim.

“Maka kami harapkan MoU yang dilakukan ANRI dengan Al Darah akan bisa dilanjutkan dengan program yang bisa menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dunia,” tegasnya.

Ia secara khusus juga mengundang delegasi Al Darah yang memikiki agenda ke Aceh untuk juga mampir ke Jawa Timur. Agar bisa ada pembahasan lebih lanjut terkait pengembangan keasripan manuskrip kuno karya ulama nusantara.

“Jadi ini babat alas nya. Dan ke depan saya berharap ada format yang lebih advance seperti seminar tahunan maupun pertemuan ulama dan pesantren dunia,” pungkasnya.

Hadir dalam forum tersebut, Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh/Kepala Perwakilan RI untuk Kerajaan Arab Saudi Dr. Abdul Azis Ahmad dan Perwakilan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi Mr. Abdulrahman Subayyil Alrashheedi.

Tidak ketinggalan, para narasumber juga hadir di forum tersebut yakni Pengasuh Ponpes Amanatul Umah Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, Prof. Dr. Abdul Halim Subahar, serta Ahmad Kholily Kholil.

Kontribusi Ulama Indonesia untuk Hijaz

Ulama Indonesia memiliki kontribusi besar untuk peradaban dan keislaman di Arab Saudi khususnya Hijaz. Sebagaimana disampaikan tokoh Nahdhatul Turots Ahmad Kholily Kholil dari Pesantren Canga’an Bangil Pasuruan, agama Islam telah berkembang di Indonesia sejak abad ke 7 Masehi atau abad pertama 1 Hijriyah.

“Islam pertama berkembang ke nusantata di abad ke 1 Hijriyah melalui perantara arab lewat perdagangan dimana pedagang dari Arab yang bersifat dan dan berakhlak baik, yang kemudian terbentuk komunitas Islam di kawasan Sumatera dan berdirinya Kerajaan Samudera Pasai,” kata Kholil.

Perkembangan Islam yang begitu pesat terdengar oleh para ulama Arab Saudi dan disambut sangat baik. Bahkan ulama Arab dikirim ke Indonesia untuk memasifkan perkembangan Islam di nusantara.

“Saat Islam sudah berkembang pesat di Indonesia, ulama nusantara membangun perhimpunan ulama supaya islam di nusantara sampai ke seantero dunia. Di aceh ada Syek Aldul Rouf Al Sinkili, syeikh Yusuf dari Makasar, syeik Arsyad dari Banjar, Syeikh Abdussomad dari Palembang juga Syeikh Al Nawawi dari Banten atau Syeikh Nawawi Al Bantani. Juga ada dari Bogor dan Minangkabau,” tegasnya.

Tidak hanya ulama di Indonesia yang memiliki semangat menyebarkan Islam. Namun ulama Indonesia yang ada di Arab Saudi pun memiliki semangat untuk menjaga Islam yang toleran dan moderat.

“Maka ulama nusantara di Arab Saudi di tahun 1303 hijriyah atau 1930 masehi mendirikan madrasah Darul Ulum atau yang dikenal dengan madrasah sholatiyah,” tandasnya.

Dengan inisiasi itu, maka ulama Indonesia yang ada di Arab Saudi menjadi semakin terpandang. Bahkan ulama Indonesia khususnya dari Jawa memiliki andil besar di segala bidang di Arab.

“Di antara mereka ada yang menjadi Ketua MUI ada yang menjadi imam solat, dan tidak terhitung yang menjadi pengahar di Masjidil Haram. Bahlan ada yang membangun yayasan khusus perempuan, ada yang menjadu mothowif dan menjadi penulis. Dari situlah peran ulama Indonesia semakin pesat untuk peradaban di Hijaz Arab Saudi,” pungkasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Resmikan BMTNU Waru Ketua PCNU Menangis Haru

Santri Nurul Qarnain Asal Bondowoso Raih Juara 1 MQK Hari Santri Nasional 2026 Pemkab Jember

PCNU Surabaya Bantah Isu Suap dan Penyekapan pada Muktamar NU di Tambakberas

Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK

Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jatim borong 27 trophy “Apresiasi GTK Inspiratif 2022” dari Kemendikbudristek
Next Article Kader Banser harus cerdas hadapi kejahatan “cybercrime” di dunia maya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Konfercab III, PA GMNI Bondowoso Berganti Kepemimpinan dengan Tekankan Soliditas
Sospol
SAPA AIDS, Upaya FKM UNAIR Membangun Literasi HIV Remaja dan Stigma ODHA di Klumutan
Milenial
Bupati Hamid Dorong Potensi Desa Bondowoso Naik Kelas Lewat Platform Digital
Ekraf
300 Anggota Baru Ikuti “Remas Camp 2026” di Masjid Al Akbar Surabaya
Milenial

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya

22/10/2026
Nahdliyyin

MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri

22/10/2026
Nahdliyyin

Berkah Peringatan HSN 2026 NU Ranting Banjarwati, Omzet Pedagang UMKM Meningkat

22/10/2026
Nahdliyyin

Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU

20/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?