By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dosen Unusa Terima Gelar Profesor Terhormat dan Istimewa dalam Bidangnya
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Dosen Unusa Terima Gelar Profesor Terhormat dan Istimewa dalam Bidangnya
Milenial

Dosen Unusa Terima Gelar Profesor Terhormat dan Istimewa dalam Bidangnya

19/12/2023 Milenial
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Menyusul status akreditasi institusi unggul dari BAN PT, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menambah satu lagi prestasi gemilang. Melalui salah satu dosen mudanya, Achmad Syafiuddin, SSi, MPhil, PhD, baru saja diangkat sebagai “Distinguished Adjunct Professor” (Profesor Kehormatan) dari Saveetha Institute of Medical and Technical Sciences (SIMATS), India.

Tidak tanggung-tanggung, perguruan tinggi yang memberikan gelar profesor kehormatan itu berada di peringkat 13 dunia berdasarkan QS World University Rankings by Subject.

Pria yang menjabat sebagai Ketua LPPM Unusa ini menyandang gelar prestisius itu sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa di dunia akademis. Gelar “Distinguished Adjunct Professor” bukan sembarang gelar, ini menandakan bahwa Syafiuddin dianggap sebagai seorang Profesor Terhormat yang memiliki keistimewaan dalam bidangnya.

Sebagai informasi, Distinguished Professor merupakan jabatan tertinggi bagi seorang profesor atas capaian istimewanya dalam bidang keahliannya.

Atas pengangkatan di perguruan tinggi itu, Syafiuddin berkewajiban untuk mengajar dan datang sebanyak dua kali dalam setahun dan semua fasilitas disediakan oleh lembaga tersebut. Fokusnya, mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang material alam untuk aplikasinya di kesehatan dan lingkungan.

Sebagai seorang peneliti yang juga masuk dalam jajaran 2% scientists dunia dari Stanford University and Elsevier untuk ketiga kalinya (2021-2023), Syafiuddin mengungkapkan, pencapaiannya ini tidak lepas dari konsistensinya dalam melakukan penelitian, terutama dalam teknologi yang berasal dari bahan alam untuk masalah lingkungan.

Pria kelahiran 29 September 1988 ini menjelaskan tantangan menjadi dosen di luar negeri, terutama di kampus ternama. “Sangat sulit, khususnya diberikan gelar Distinguished Adjunct Professor. Hanya saintis yang diakui dunia saja biasanya yang diangkat,” ujar Syafiuddin.

Menurutnya, pengajaran di luar negeri memerlukan dedikasi tinggi, dan kebanyakan yang mendapat kesempatan tersebut adalah mereka yang telah diakui secara global, seperti pemenang Nobel.
Meskipun menghadapi perbedaan budaya, Syafiuddin optimistis dapat mengatasi kendala bahasa karena kemampuan berbahasa Inggris mereka di atas rata-rata. “Mungkin hanya perbedaan budaya saja yang menjadi tantangan,” tambahnya.

Berbagi tips untuk para dosen yang bercita-cita mengajar di luar negeri, Syafiuddin menekankan pentingnya fokus pada kualitas riset dan karya tanpa mengharapkan penghargaan. “Para peraih Nobel tidak pernah berharap diberikan Nobel karena mereka hanya melakukan riset dengan serius dan diuji oleh para saintis dari seluruh dunia,” ungkapnya.

Bagi Syafiuddin, penghargaan hanyalah bonus dari dedikasi dan kerja keras yang dilakukan. Dalam konteks pencapaiannya sebagai salah satu dari 2% scientists dunia, Syafiuddin menyampaikan bahwa jumlah publikasi penelitian yang berkualitas dan manfaatnya bagi ilmu pengetahuan menjadi kriteria penting. “Jumlah banyak dan harus menjadi rujukan dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan, itu pentingnya,” katanya.

Dengan penghargaan ini, Syafiuddin ingin memberikan motivasi kepada para dosen dan peneliti di Indonesia untuk bekerja sungguh-sungguh dan dapat dipertanggungjawabkan. “Melaksanakan secara sungguh-sungguh dan dapat dipertanggungjawabkan adalah kuncinya,” ujar Syafiuddin.

Ia juga menekankan, prestasinya sebagai Distinguished Adjunct Professor di institusi bergengsi adalah bukti kesejatian dan pengakuan dunia pada Unusa. Syafiuddin berbagi pesan kepada PTNU bahwa NU sekarang telah memiliki kampus terbaik dengan pakar-pakar yang diakui dunia yang ada di Unusa.

“Ini juga merupakan pertanggungjawaban kepada masyarakat yang telah menitipkan putra-putrinya untuk kuliah di Unusa. Prestasi ini diharapkan menjadi momentum bagi PTNU untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan dan penelitian global,” pungkasnya.

Iklan.

You Might Also Like

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Tabligh Akbar Hari Ibu Muslimat NU Tarakan, Khofifah Harap Muslimat NU Jadi Kekuatan Pemersatu Bangsa
Next Article Prof Muhibin Zuhri: Teologi Kebhinnekaan, pendekatan alternatif jawab problem kemanusiaan”

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
Milenial

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

07/04/2026
Milenial

Gus Iqdam dan Wagub Jatim Luncurkan ”Talenta Digital Santri” Al Yasmin dengan 21 konfigurasi drone

06/04/2026
Milenial

99 GenZi Siap Sambut “Tamu” Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

10/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?