By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Unusa Bersama YDSF Wujudkan Konsep Pesantren Tradisional yang Bersih dan Sehat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Unusa Bersama YDSF Wujudkan Konsep Pesantren Tradisional yang Bersih dan Sehat
Milenial

Unusa Bersama YDSF Wujudkan Konsep Pesantren Tradisional yang Bersih dan Sehat

20/01/2024 Milenial
SHARE


Pamekasan, Radar96.com – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mendapat kepercayaan dari Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya untuk mengubah pondok pesantren tradisional menjadi tempat yang bersih, sehat, dan mandiri. Hal itu berkat adanya pusat riset kelas dunia di Unusa yang fokus menangani isu kesehatan lingkungan pesantren di Indonesia. Pusat riset itu dikenal dengan nama Center for Environmental Health of Pesantren (CEHP) Unusa.

CEHP telah memperkenalkan konsep pesantren Bersemi (bersih, sehat, dan mandiri) yang akan mentransformasi pesantren tradisional menjadi lingkungan yang peduli terhadap kesehatan bersih (sanitasi, air bersih), sehat (PHBS, infrastruktur yang layak dan sehat), dan mandiri (dalam bidang ekonomi).
Hadir dalam kegiatan itu, pengurus Pondok Pesantren Babus Salam Pamekasan, Wakil Rektor II dan III Unusa, Ketua CEHP Unusa, Kepala Kemenag Pamekasan, Tim YDSF, dan Kepala Bank BTN Pamekasan beserta undangan sedang memperlihatkan keberhasilan UNU-Water.
Konsep ini pertama kali diajukan oleh Achmad Syafiuddin melalui CEHP Unusa yang telah menggambarkan roadmap pesantren Bersemi. Proses transformasi pesantren tradisional melibatkan empat tahap, yakni penyediaan air bersih, penyediaan sarana yang layak, perubahan perilaku PHBS dan manajemen air bersih, dan terciptanya pesantrenpreneur.
Ketua CEHP Unusa, Achmad Syafiuddin, PhD, menyampaikan, untuk mewujudkan pesantren Bersemi, tahap pertama dilakukan dengan menyediakan air bersih untuk keperluan higienis sanitasi. Salah satu inovasi teknologi yang dihasilkan oleh CEHP Unusa adalah UNU-Water, sebuah sistem filtrasi air yang mudah, murah, dan menggunakan bahan lokal di sekitar pesantren.
“UNU-Water telah teruji mampu menyaring berbagai jenis air limbah dan air sungai, menjadikannya layak untuk keperluan sanitasi sehari-hari, seperti mandi, mencuci, wudhu’, dan menyediakan air minum bagi pesantren. Sistem ini sudah dipasang di beberapa pesantren di Jawa Timur sejak tahun 2021,” ungkapnya, Sabtu (20/01/24).
Achmad Syafiuddin melanjutkan, tahun 2024, YDSF bersama Unusa telah sukses memasang UNU-Water di Pondok Pesantren Babus Salam di Desa Kangenan, Kabupaten Pamekasan. Pesantren Babus Salam adallah salah satu pesantren yang mengalami kendala penyediaan air bersih. Kegiatan ini berhasil mengubah air tanah yang tidak layak menjadi air yang dapat digunakan oleh santri sehari-hari. Pemasangan dan pengadaan alat UNU-Water didanai penuh oleh YDSF Surabaya, sedangkan teknologinya di-backup Unusa.
“CEHP Unusa berkomitmen untuk menyediakan air bersih bagi sekitar 16.000 pesantren tradisional di Indonesia. Oleh karena itu, kerja sama dengan berbagai pihak diperlukan agar seluruh pesantren tradisional di Indonesia dapat menikmati akses air bersih yang layak,” ungkapnya.
Sebagai upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, Syafiuddin menegaskan bahwa CEHP Unusa akan terus memantau dan mengevaluasi dampak program ini. “Kami tidak hanya ingin memberikan solusi sementara, tetapi juga menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi akan menjadi bagian penting dari langkah-langkah kami untuk memastikan program ini mencapai tujuannya dalam jangka panjang,” tegasnya.
Imron Wahyudi dari Tim YDSF Surabaya mengungkapkan keberhasilan program yang bekerja sama dengan Unusa tersebut. Dengan penuh antusias, Imron menyatakan, program ini telah membuktikan diri langkah progresif dalam meningkatkan kualitas air di pesantren tersebut sehingga mengubah kualitas air tanah yang sebelumnya tidak layak pakai menjadi air yang dapat digunakan oleh santri sehari-hari.
“Ini mencerminkan dampak positif yang dapat dicapai melalui upaya kolaboratif dalam menyediakan solusi konkret untuk permasalahan kritis seperti akses air bersih di lingkungan pesantren tradisional. Salah satunya mempercayai Unusa untuk program ini,” ungkapnya.
Imron Wahyudi juga menekankan bahwa hasil positif dari program tersebut bukan hanya sekadar perubahan kualitas air, melainkan juga sebuah bukti bahwa kolaborasi antarlembaga dapat menghasilkan dampak nyata di tingkat lokal.
“Keberhasilan program ini bukan hanya dalam konteks teknis, melainkan juga sebagai ilustrasi nyata bagaimana kerja sama lintas sektor dapat menciptakan perubahan positif yang bersifat inklusif dan berkelanjutan di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Iklan.

You Might Also Like

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 250 Warga Kurang Mampu di Lingkungan Makam Raden Santri Gresik Terima Bantuan Paket Sembako dari Gus Lilur
Next Article KH Miftachul Akhyar Dorong Masyarakat Hindari Kegaduhan dan Kekacauan

Advertisement



Berita Terbaru

Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol

You Might also Like

Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
Milenial

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

07/04/2026
Milenial

Gus Iqdam dan Wagub Jatim Luncurkan ”Talenta Digital Santri” Al Yasmin dengan 21 konfigurasi drone

06/04/2026
Milenial

99 GenZi Siap Sambut “Tamu” Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

10/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?