By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dampak Game Bagi Anak dan Peran Orang Tua
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Dampak Game Bagi Anak dan Peran Orang Tua
KolomOpini

Dampak Game Bagi Anak dan Peran Orang Tua

26/05/2025 Kolom Opini
SHARE

Di jagad maya ini merupakan miniatur dunia bagaimana tidak semua informasi mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi informasi tidak habis, mulai  berita-berita yg kecil sampai besar, mulai tutorial bagaimana memasukkan benang ke lubang jarum sampai urusan rumah tangga, sosial, politik, agama dan info-info yang tidak masuk akal, framing sampai hujat menghujat, mulai info yang sifatnya membangun sampai info yang sifatnya menghancurkan bahkan membunuh karakter baik lewat berita medsos, vidio, konten-konten dan seterusnya, mulai game yang ringan-ringan sampai yang berat dan perjudian. Tentunya kita harus bisa menyaring dan memilah mana yang baik mana yang buruk.

Game adalah salah satu permainan selingan atau hiburan dikala ada waktu kosong, akan tetapi jika game menjadi hobi atau ketergantungan maka, akan merusak pranata hidup dan khususnya bagi anak jika orang tua tdk mengarahkan atau mengendalikan maka anak akan menjadi autus dan ketergantungan game bahkan dapat membuat anak menjadi malas.

Alasan game membuat anak malas belajar game dapat membuat anak menjadi ketergantungan dan menghabiskan waktu yang lama untuk bermain, sehingga mengurangi waktu untuk belajar.

Anak mungkin lebih memprioritaskan bermain game daripada belajar, karena game dapat memberikan kesenangan dan kepuasan yang instan.

Game dapat membuat anak kehilangan motivasi untuk belajar, karena mereka lebih suka bermain game yang menyenangkan daripada melakukan kegiatan yang memerlukan usaha dan konsentrasi.Lingkungan yang terlalu banyak game dapat mempengaruhi anak untuk lebih suka bermain game daripada belajar.

Dampak Game

Dampaknya bagi anak adalah anak yang terlalu banyak bermain game dapat mengalami penurunan prestasi di sekolah karena kurangnya waktu dan konsentrasi untuk belajar. Anak kurang mengembangkan keterampilan yang penting, seperti keterampilan sosial, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan problem-solving.

Anak yang terlalu banyak bermain game dapat menjadi ketergantungan teknologi dan kurang mengembangkan keterampilan yang tidak terkait dengan teknologi.

Oleh karena itu peran orang tua harus tegas dalam mengatur waktu anak untuk bermain game dan belajar, sehingga anak dapat memiliki keseimbangan antara bermain game dan belajar, dapat memilihkan game yang edukatif dan dapat membantu anak mengembangkan keterampilan yang penting. atau orang tua dapat mendorong anak untuk melakukan kegiatan lain yang tidak terkait dengan game, seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial dan orang tua dapat menjadikan diri sendiri sebagai contoh yang baik untuk anak, dengan menunjukkan perilaku yang seimbang antara bermain game dan melakukan kegiatan lain.

Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk memantau dan mengatur waktu anak untuk bermain game, serta mendorong kegiatan lain yang dapat membantu anak mengembangkan keterampilan yang penting.

Penulis: Nonot Sukrasmono (Praktisi Pendidikan) 

Iklan.

You Might Also Like

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Evaluasi Tanpa Intervensi: Ujian Kemandirian Muktamar NU

PERANG HORMUZ

Mencari Isyarah Langit (Ketum PBNU)

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Donor Darah Selama Ramadhan 1446 H, Masjid Al Akbar Surabaya Raih Penghargaan dari PMI Surabaya
Next Article Nusron Wahid Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Tantangan Kepemimpinan Masa Depan

Advertisement



Berita Terbaru

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin
Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Sospol

You Might also Like

Kolom

Hardiknas dan Kebangkitan Intelektual Profesor Muslimat NU

24/04/2026
Kolom

Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor

23/04/2026
Kolom

Kartini Juga Manusia: Ketika Perempuan Kuat Tetap Boleh Lelah

20/04/2026
Kolom

Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman

18/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?