Madiun, radar96.com – Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Kali ini melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Inka Multi Solusi (IMS).
PT IMS adalah anak perusahaan PT Industri Kereta Api (Persero) yang bergerak di bidang jasa manufaktur produk perkeretaapian dan transportasi darat yang berdomisili di Kota Madiun Jawa Timur.



Penandatanganan berlangsung secara resmi di Kantor PT IMS Madiun pada Senin (13/10/25). Dihadiri Rektor Umaha, dr Hidayatullah SpN beserta jajaran pimpinan universitas dan pihak PT IMS hadir Plt Dirut Puguh Dwi Tjahjono bersama tim manajemen perusahaan.
Kerja sama tersebut mencakup Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dalam hal ini Umaha berkolaborasi dengan PT IMS untuk pemanfaatan mesin CNC Nusantara hasil karya dan inovasi dari mahasiswa dan dosen Umaha untuk industri perkeretaapian.
“Sebenarnya ini bukan hanya kolaborasi dunia industri dan akademik saja, namun implementasi dari pentahelix collaboration, yaitu kerja sama antara lima unsur utama, pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Yang lebih penting lagi, selain implementasi dari MoU adalah keberlangsungan dari kerja sama ini, sehingga kami berharap akan ada evaluasi-evaluasi dari kedua belah pihak agar program ini berjalan terus dan membawa dampak, termasuk program pemerintah untuk hilirisasi,” kata Dokter Dayat, sapaan akrab rektor Umaha.
Puguh Dwi Tjahjono, Plt Direktur Utama PT IMS mengamini. “Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Umaha ini, karena selama ini mesin CNC yang diimpor dari luar negeri, sekarang lahir dari dunia pendidikan. Hal ini merupakan loncatan yang luar biasa. Terus terang, ini adalah program yang pertama buat PT Inka terkait penempatan mesin yang diproduksi oleh kampus dan diaplikasikan di perusahaan kami. Kami berharap, selain mesin CNC ini juga ada mesin-mesin lain yang nantinya bisa dikerjasamakan,” ujarnya.
Lebih lanjut Puguh menambahkan, mesin-mesin yang dihasilkan oleh Umaha bisa menciptakan kemandirian dalam negeri sehingga tidak terus menggantungkan impor mesin dari luar negeri. Karena biasanya yang dari impor itu sudah tidak diproduksi lagi sehingga mau tidak mau harus diganti dengan mesin terbaru.
Dalam kesempatan yang sama Umaha juga diberi kehormatan untuk berkunjung ke PT Rekaindo Global Jasa yang sebelumya sudah terjalin kerja sama terlebih dahulu. PT Rekaindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan engineering dan support komponen kereta api. Sebagian besar hasil produksinya untuk mendukung proses produksi kereta api PT Inka dan anak perusahaan terkait. Tim Umaha disambut hangat oleh Presiden Direktur PT Rekaindo Adib Ardhian dan jajaran manajemen di ruang meeting.
Dalam kesempatan tersebut Adib Ardhian mengatakan bahwa banyak hal yang bisa dikolaborasikan antara Umaha dan PT Reka, di antaranya penempatan magang untuk mahasiswa minimal 3 bulan.
Setelah diskusi mengenai program-program yang bisa dikolaborasikan, tim Umaha berjalan keliling ke fasilitas produksi dan layanan PT Reka. Mereka melihat secara langsung proses pengelolaan proyek, sistem kontrol kualitas, hingga penerapan standar keselamatan kerja di perusahaan tersebut.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, Umaha semakin mantap meneguhkan perannya sebagai kampus berdampak yang adaptif terhadap kebutuhan industri, berorientasi pada inovasi, dan berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan sektor transportasi berkelanjutan di Indonesia.



