By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Bullying/Perundungan, Gojlokan dan Sendau-gurau Bedanya Sangat Tipis
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Bullying/Perundungan, Gojlokan dan Sendau-gurau Bedanya Sangat Tipis
Kolom

Bullying/Perundungan, Gojlokan dan Sendau-gurau Bedanya Sangat Tipis

09/11/2025 Kolom
SHARE

Secara sederhana, perbedaan utama dari Bullying/Perundungan, gojlokan dan sendau gurau istilah ini terletak pada niat, dampak, dan relasi kuasa yang terjadi. 

Senda gurau bertujuan menciptakan keakraban, sedangkan bullying, gojlokan, dan perundungan memiliki potensi untuk menyakiti atau merendahkan. Batas antara candaan dan tindakan yang merugikan bisa sangat tipis, dan kuncinya adalah pada perasaan korban, jika gojlokan dan candaan berlebihan, mengakibatkan seseorang yg menjadi obyek merasa risih, malu, tersinggung  menjurus pada bullying / perundungan.

Maka dari empat istilah Bullying/perundungan, gojlokan, sendau gurau dapat  ditarik perbedaan.

1. Niat 

Bulying biasanya para pelaku berniat untuk menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi korban. Tindakan ini dilakukan secara sengaja dan sadar, hingga membuat korban merasa terancam, mengganggu psikologis kejiwaannya.

Gojlokan Niat awal sering kali dianggap sebagai bentuk bercanda atau cara untuk “mendewasakan” seseorang dalam kelompok, meskipun seringkali menggunakan kata-kata halus, menyindir bahkan sampai kasar.

Sendau Gurau Tujuannya adalah untuk bersenang-senang dan menciptakan suasana menyenangkan bagi semua pihak yang terlibat.

2. Dampak 

Bulying Dampaknya merusak secara fisik, mental, atau emosional bagi korban, bahkan dapat menimbulkan trauma jangka panjang. Korban merasa tidak berdaya dan tertekan.

Gojlokan Dampaknya bisa negatif, seperti menjatuhkan mental, membuat korban merasa tidak nyaman, atau merasa terancam. 

Sendau gurau Dampak ini sering kali diabaikan atau dianggap sebagai bagian dari proses “penggodokan”.Semua pihak merasa nyaman, tertawa, dan tidak ada yang tersinggung. Jika ada yang tersinggung, candaan akan berhenti.

3. Relasi kuasa

Bulying Terdapat ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Pelaku merasa lebih kuat (secara fisik, mental, atau sosial), sementara korban berada pada posisi yang lebih lemah.

Gojlokan Relasi kuasa yang timpang sering terjadi, terutama antara senior dan junior dalam sebuah komunitas atau organisasi. Senior menggunakan posisinya untuk menekan junior.

Sendau gurauTidak ada relasi kuasa yang dominan. Semua pihak berada dalam posisi yang setara dan saling menghormati.

4. Pengulangan

BullyingTindakan ini dilakukan secara berulang-ulang dari waktu ke waktu. Pengulangan adalah salah satu ciri utama yang membedakannya dari tindakan iseng yang hanya terjadi sekali.

Gojlokan Sering kali merupakan ritual atau proses yang berulang dalam komunitas tertentu, seperti pesantren atau organisasi, untuk menguji mental anggota baru.

Sendau gurau Umumnya tidak berulang secara sistematis atau sengaja untuk menyakiti orang yang sama.

Kesamaan

Istilah bullying dan perundungan sering digunakan secara bergantian karena memiliki definisi yang serupa di Indonesia. Keduanya merujuk pada tindakan kekerasan yang dilakukan secara sengaja dan berulang terhadap orang yang lebih lemah.

Gojlokan bisa dianggap sebagai bentuk bullying yang dilegalkan dalam konteks tertentu, terutama jika ada relasi kuasa yang tidak setara dan menimbulkan dampak negatif pada korban.

,Senda gurau bisa menjadi pintu masuk menuju bullying jika batasnya tidak jelas dan mulai melukai perasaan orang lain secara berulang.

Kesimpulan

Dari persamaan dan perbedaan  tsb. di atas adalah bahwa senda gurau dilandasi niat baik, gojlokan niatnya ambigu (bisa mengarah ke baik atau buruk), sementara bullying dan perundungan jelas dilandasi niat jahat. 

Perbedaan mendasar yang paling penting adalah dampak yang dirasakan korban. Jika sebuah tindakan membuat seseorang merasa sedih, tertekan, atau tidak nyaman, bahkan jika pelakunya menganggapnya hanya candaan, tindakan itu bisa saja telah melewati batas dan masuk dalam kategori bullying atau perundungan.

Maka dari itu jika gojlokan, sendau gurau berlebihan, apalagi dilakukan berulang-ulang jika membuat obyeknya tidak nyaman, resah, tersinggung maka keempatnya pasti membawa dampak negatif lebih baik dikurangi bahkan dihindari.

Nonot Sukrasmono
Seniman dan Budayawan Jawa Timur

Iklan.

You Might Also Like

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Evaluasi Tanpa Intervensi: Ujian Kemandirian Muktamar NU

PERANG HORMUZ

Mencari Isyarah Langit (Ketum PBNU)

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pengusaha/Profesional Nahdliyin Jakarta Kunjungi BRIN
Next Article Pujangga D Zawawi Imron Yakini 10 November terkait “Resolusi Jihad”

Advertisement



Berita Terbaru

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin
Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Sospol

You Might also Like

Kolom

Hardiknas dan Kebangkitan Intelektual Profesor Muslimat NU

24/04/2026
Kolom

Muktamar NU: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor

23/04/2026
Kolom

Kartini Juga Manusia: Ketika Perempuan Kuat Tetap Boleh Lelah

20/04/2026
Kolom

Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman

18/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?