By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama
Sospol

Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama

14/05/2026 Sospol
SHARE

Pamekasan, radar96.com – Antusiasme pesantren di Madura Raya terhadap penguatan ekonomi berbasis pesantren terlihat sangat tinggi. Hal itu dapat dilihat dari kegiatan workshop modernisasi koperasi pesantren yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama OPOP Jatim.

Kegiatan yang berlangsung dua hari, Selasa-Rabu (12-13/ 5) itu digelar di salah satu hotel di Pamekasan dan diikuti puluhan peserta dari berbagai pesantren di empat kabupaten Pulau Madura. Sejak hari pertama pelaksanaan, suasana kegiatan berlangsung dinamis dengan peserta yang aktif mengikuti setiap sesi materi, diskusi, hingga praktik langsung yang diberikan oleh para narasumber.

Workshop ini diikuti 50 peserta yang berasal dari 25 pesantren se-Madura Raya. Kehadiran para peserta menjadi bukti bahwa semangat pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi terus tumbuh dan berkembang. Tidak sedikit peserta yang datang dengan membawa pengalaman pengelolaan koperasi di lingkungan pesantren masing-masing untuk kemudian didiskusikan bersama para narasumber.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, OPOP Jatim, dan pesantren dalam mendorong modernisasi koperasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam aspek tata kelola, administrasi, hingga pengembangan usaha yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi pesantren.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi dari Faishol Chusni tentang tata kelola koperasi yang baik. Dalam pemaparannya, Faishol menjelaskan pentingnya membangun koperasi yang sehat melalui sistem pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Ia menekankan bahwa koperasi pesantren tidak hanya sekadar menjadi tempat simpan pinjam atau unit usaha biasa, melainkan harus mampu menjadi lembaga ekonomi yang dipercaya anggota serta memiliki arah pengembangan yang jelas. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi tersebut karena materi yang disampaikan sangat dekat dengan tantangan yang selama ini dihadapi koperasi pesantren, mulai dari penguatan administrasi hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola koperasi secara modern.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Andy Purwanto tentang penggunaan ODS dalam pengelolaan koperasi. Sesi ini menjadi salah satu pembahasan yang menarik perhatian peserta karena berkaitan langsung dengan transformasi digital koperasi di era saat ini. Andy menjelaskan bagaimana pemanfaatan sistem digital dan pengelolaan data yang baik dapat membantu koperasi pesantren bekerja lebih efektif, cepat, dan transparan. Para peserta juga diajak memahami pentingnya digitalisasi dalam mendukung pelayanan anggota serta pengembangan unit usaha koperasi. Selama sesi berlangsung, suasana diskusi terlihat hidup karena banyak peserta yang menyampaikan pengalaman serta kendala dalam penerapan sistem digital di koperasi pesantren mereka masing-masing.

Sesi terakhir menghadirkan Sekretaris OPOP Jatim, Mohammad Ghofirin atau yang akrab disapa Gus Ghofirin, tentang pengembangan usaha koperasi pesantren. Berbeda dari sesi sebelumnya, pada materi ini peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan teori, tetapi juga langsung diberikan praktik penyusunan studi kelayakan bisnis koperasi pesantren. Gus Ghofirin membimbing peserta secara detail mulai dari cara membaca peluang usaha, menghitung potensi pasar, menentukan strategi pengembangan usaha, hingga menyusun perencanaan bisnis yang realistis dan berkelanjutan. Pendekatan praktik langsung tersebut membuat peserta semakin antusias karena mereka dapat langsung memahami penerapan materi dalam pengembangan koperasi di pesantren masing-masing.

“Pesantren hari ini tidak cukup hanya memiliki koperasi, tetapi juga harus mampu membangun koperasi yang kuat, profesional, dan memiliki usaha yang benar-benar berkembang. Karena itu kami dorong peserta untuk memahami langsung bagaimana menyusun studi kelayakan bisnis agar koperasi pesantren tidak berjalan tanpa arah, melainkan memiliki perencanaan usaha yang jelas dan berkelanjutan,” ujar Gus Ghofirin.

Ia juga menambahkan bahwa koperasi pesantren memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi umat apabila dikelola secara serius dan mengikuti perkembangan kebutuhan pasar. Menurutnya, pesantren di Madura Raya memiliki semangat yang luar biasa dalam membangun kemandirian ekonomi sehingga perlu terus didorong melalui pendampingan, pelatihan, dan penguatan kelembagaan. Tingginya antusiasme peserta selama dua hari pelaksanaan workshop menjadi gambaran bahwa modernisasi koperasi pesantren kini menjadi kebutuhan penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi pesantren di Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, OPOP Jatim bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur berharap koperasi pesantren mampu tumbuh lebih maju, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan santri maupun masyarakat sekitar pesantren

Iklan.

You Might Also Like

Al Yasmin Gandeng UNITOMO Perkuat Kolaborasi Pendidikan Digital

Al Yasmin dan UMAHA Kembangkan Mahasiswa Berbasis Digital Entrepreneurship

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan

MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren

Kajian Senja Al Yasmin, KH Muzakky AlHafidz : Haji simbolkan manusia itu sama dan fakir

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis
Next Article Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu

Advertisement



Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Haji itu soal Panggilan dan Mampu
Kultural
PWNU Jatim: Jangan Rekayasa Kasus Dugaan Pencabulan di Pesantren Pagerwojo-Sidoarjo yang sudah Vonis
Nahdliyyin
Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 
Kolom
Hadiri Harlah Forkom Jurnalis Nahdliyin, PDUF MUI Jatim Berikan Semangat
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Umaha Tebar Beasiswa untuk Generasi Berprestasi hingga Miliaran Rupiah

07/05/2026
Sospol

Ketua KPU RI: Mini Soccer di Masjid Al-Akbar Surabaya itu Top

06/05/2026
Sospol

Masjid Al-Akbar Raih Objek Wisata Religi/Budaya Terbaik 2026

05/05/2026
Sospol

PW JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Usung Misi Kemandirian Umat

02/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?