By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga

22/05/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pengasuh Pesantren Darut Ta’lim an-Nawawi, Ampel, Surabaya, KH Ahmad Mujab Muthohar (Gus Mujab), mengatakan Nabi Ibrahim itu merupakan sosok di balik lahirnya syariat haji dan karenanya layak dijadikan sebagai inspirasi dalam membina keluarga.

“Nabi Ibrahim itu layak dijadikan inspirasi, karena Nabi Ibrahim itu sosok yang bisa dijadikan panutan dalam kebaikan oleh siapapun,” katanya dalam Kajian Senja di Ballroom Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Dalam Kajian Senja Al-Yasmin episode ke-14 yang dipandu Hj Cita Helmy, ia menjelaskan Nabi Ibrahim layak dijadikan panutan dalam kebaikan, karena sosoknya disebutkan dalam QS Al-Baqoroh 124 sebagai sosok al-imam/imamah.

“Beliau layak dicontoh, karena Allah yang membaiat beliau dalam Al-Qur’an sebagai imamah. Kalau trend sekarang itu, ketika orang itu viral, maka apa yang dilakukan, apa bajunya, apa tindakannya, ya menjadi trend. Nabi Ibrahim itu contoh yang baik bagi anak-anak, bagi (membina) keluarga,” katanya.

Selain sosok imamah, Nabi Ibrahim juga disebut dalam QS An-Nahl ayat 20 sebagai “ummatan qonitan lillahi hanifah” atau sosok pemimpin yang patuh kepada aturan, sosok yang hanif/lurus.

“Jadi, Nabi Ibrahim itu sosok yang baik dalam syariat dan juga baik dalam tanggung jawab kepada keluarga. Beliau sangat hanif/lurus, kalau memberi nafkah yang tidak halal itu seperti melempar keluarga ke neraka, jadi beliau itu sangat inspiratif bagi semua keluarga,” katanya.

Selain sosok imamah/pemimpin dan hanif/lurus, Nabi Ibrahim juga disebut dalam QS Maryam ayat 42 dan QS Al-Baqoroh ayat 124 sebagai sosok ayah yang perhatian/peduli kepada keluarga.

“Dalam ayat itu disebutkan tentang kepedulian beliau terhadap keluarga dengan pernyataan ‘Kalau saya jadi imamah/panutan, bagaimana dengan keturunan saya?’. Artinya, sosok sekelas Nabi Ibrahim saja nggak semua keturunannya itu menjadi orang baik, namun Nabi Ibrahim terus berdoa sebagai ungkapan perhatian/kepedulian kepada keluarga,” katanya.

Nabi Ibrahim juga perhatian pada pendidikan/ilmu, terutama ilmu akidah. Ketika beliau meletakkan Nabi Ismail dan Sayyidah Siti Hadjar di padang gurun yang tandus, Nabi Ibrahim tidak ngomong apa-apa, tapi langsung ditinggal ke Palestina. Siti Hadjar sempat bertanya kenapa, tapi Nabi Ibrahim pun tidak menjawab, sehingga Siti Hajar pun berkomentar “Kalau ini memang perintah Allah, ya saya terima. Nabi Ibrahim juga nggak hanya minta kepada Allah agar keluarganya ditolong, tapi ahli sholat (hubungan baik dengan Allah),” katanya.

Yang menarik, doa Nabi Ibrahim untuk keluarga yang ditinggal di tengah padang gurun yang tandus adalah ‘Ya, Allah, jadikan hati manusia condong kepada anak keturunanku’, maka Mekkah pun akhirnya makmur. Hal itu ditandai dengan ada air mengalir (air zamzam), air itu sumber kehidupan, sehingga manusia berdatangan. Apalagi banyak burung, yang menandai ada air, lalu masyarakat datang dan membangun rumah. Nabi Ibrahim pun menyambung dengan doa memohon anugerah rezeki buah-buahan. Ini teori magnet.

Keempat, doa Nabi Ibrahim agar keluarganya menjadi ahli bersyukur, sehingga doanya pun sempurna, mulai dari ahli sholat, disukai orang, rezeki melimpah, dan ahli syukur. Nabi Ibrahim itu memang luar biasa, sehingga disebut “Abul Ambiyak” atau Bapak Para Nabi. Ada Nabi Ishaq yang lahir dari Siti Syaroh, lalu dari Siti Hajar ada Nabi Ismail, yang menjadi nabi yang luar biasa juga dan Nabi Muhammad pun ada jalur ke Nabi Ismail. Nabi Ishaq dari jalur Nabi Ya’qub, ada Nabi Yusuf dan ada Yahudza, sampai ke Nabi Isa. Imam Mahdi juga keturunan nabi-nabi itu.

Tidak hanya doa, Nabi Ibrahim juga menjadi inspirasi dalam membuka dialog saat Nabi Ismail mau dikurbankan. Kenapa Nabi Ibrahim disuruh berkurban anaknya? Dalam riwayat, Ibrahim punya 3.000 anjing untuk jaga kambing. Setiap anjing dikalungi emas, sehingga Allah menguji Nabi Ibrahim dengan minta anak dikurbankan. Ibrahim dan Ismail sama-sama mematuhi perintah Allah. Artinya, urusan kepatuhan itu harus didahulukan. Bila ada anak yang tidak patuh, maka semuanya dikembalikan kepada Allah dengan doa dan sedekah. (*/alyasmin)

Iklan.

You Might Also Like

Dalam Research Week, Dosen FISIP UNAIR Ingatkan Bahaya Kekuasaan Algoritma

Debat “AI untuk Pendidikan” Meriahkan Dies Natalis ke-7 STAI Al-Akbar Surabaya

Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern

Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Next Article OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Dalam Research Week, Dosen FISIP UNAIR Ingatkan Bahaya Kekuasaan Algoritma
Sospol
Debat “AI untuk Pendidikan” Meriahkan Dies Natalis ke-7 STAI Al-Akbar Surabaya
Sospol
Ratusan Mahasiswa-Santri PWNU-PTN-PTNU dari Surabaya Ikuti “Daurah Aswaja 2026”
Nahdliyyin
MDS Rijalul Ansor dan Pesantren Al Yasmin Lestarikan Ngaji Kitab Kuning ala Anak Muda
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

31/05/2026
Sospol

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

29/05/2026
Sospol

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

28/05/2026
Sospol

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

27/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?