By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Mujab: Alqur’an Perintahkan Cek Kebenaran Berita/Informasi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gus Mujab: Alqur’an Perintahkan Cek Kebenaran Berita/Informasi
Sospol

Gus Mujab: Alqur’an Perintahkan Cek Kebenaran Berita/Informasi

19/09/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com –
Pengasuh Pesantren Darut Ta’lim an-Nawawi, Ampel, Surabaya, KH A Mujab Muthohar (Gus Mujab) menyatakan Alqur’an memerintahkan pengecekan kebenaran berita/informasi dan melarang olok-olok.

“Surah Al-Hujarat dalam Alqur’an dikatakan para ahli tafsir sebagai Surat Akhlak atau Surat Etika,” katanya dalam Kajian Senja Al-Yasmin di Ballroom Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, Rabu (16/9).

Dalam kajian episode ke-28 yang bertopik “Kompas Akhlak (Part 2/Renungan Surat Alhujurat)” itu, Gus Mujab menjelaskan ayat 1-5 dari Surat Al-Hujurat terkait akhlak saat di hadapan Rasulullah, diantaranya tidak meninggikan suara di hadapan Rasulullah, dilarang memanggil Rasulullah dengan berteriak dari belakang rumah Nabi.

“Sahabat yang sowan juga diminta bersabar menunggu sampai Rasulullah keluar dari rumah, bukan teriak-teriak,” katanya, mengulang kajian part 1 tentang Surat Al-Hujurat dalam kajian episode sebelumnya.

Untuk kajian part 2 ini, Surah Al-Hujurat ayat ke-6 sampai ke-8 mengajarkan pentingnya pengecekan kebenaran berita/informasi dan melarang olok-olok.

“Alqur’an mengajarkan bila ada orang fasik yang datang membawa berita, maka kita disuruh meneliti, jangan mudah percaya. Bisa jadi, keteledoran atau ketidaktelitian kita akan membahayakan orang lain, sehingga terjadi penyesalan,” katanya.

Latar belakang adanya perintah pengecekan kebenaran informasi itu ada banyak versi.
Salah satunya dari hadits yang diriwayatkan Abdullah Ibnu Abbas bahwa ketika pajak untuk orang kafir dzimmi (non-Islam) dan zakat untuk Muslim, maka Nabi pernah mengutus Walid bin Utbah, ke Bani Mustholid. Keduanya tidak ada kecocokan.

Saat Walid datang, maka Bani Mustholid langsung keluar kampung, sehingga Walid menganggap mereka mengajak perang dan Walid pun pulang melapor kepada Nabi bahwa Bani Mustholid nggak mau membayar zakat, maka turunlah ayat ini. Mereka datang bukan mengajak perang, tapi justru datang untuk menyambut.

Walid dianggap ceroboh, karena kesimpulan tanpa konfirmasi, maka bisa menyebabkan perang beneran. Itu persepsi sendiri. Akhirnya, ada perintah Alqur’an untuk cek dan ricek, sehinggaNabi tidak mau menerima laporan Walid.

“Jadi, kalau ada berita apapun, jangan langsung percaya dan cerita dulu,” kata Gus Mujab.

Sementara itu, ayat ke-7 memerintahkan untuk mendamaikan bila ada dua saudara beriman yang bertengkar/tukaran. Syaratnya, jadi penengah itu harus adil, penengah tidak boleh memihak saudara sendiri.

“Ayat itu turun juga dari riwayat Anas bin Malik. Nabi pernah mau berkunjung ke Saad bin Ubadah. Tiba-tiba, Nabi berpapasan dengan Abdullah bin Ubaid bin Salul (pimpinan Munafik tapi mukmin), Nabi sedang naik khimar/keledai. Salul bilang air kencing khimar itu baunya menyengat. Sahabat Nabi Abdullah bin Ruwahah bilang kalau air kencing khimar yang dinaiki Nabi itu masih lebih wangi daripada bau badanmu,” katanya.

Salul tidak menerima ungkapan itu, sehingga berkelahi, lalu turun ayat ini. Kalau ada orang konflik, maka damaikan, tapi syaratnya adil.
Juru damai jangan terlalu jujur, karena orang yang tidak suka itu pasti mencari salah, makanya juru damai itu harus bisa ambil hati masing-masing agar keduanya bisa damai.

“Ayat 11 menyatakan jangan merasa lebih tinggi dengan menganggap remeh orang lain, karena bisa jadi orang yang diolok-olok itu lebih baik. Penyebab turun ayat ini, sahabat yang kaya sering mengolok-olok sahabat yang nggak miskin, seperti Bilal, Suhed, Salman, Salim. Bilal yang ahli adzan itu berkulit hitam. Istri Nabi, Sofiya binti Huyai, juga pernah diolok-olok sebagai Yahudi. Selain itu, istri nabi, Ummu Salamah, juga pernah diolok-olok bertubuh pendek,” katanya.

Terkait olok-olok lewat medsos, Gus Mujab menyarankan jika mendapat share dari WAG/sosmed, pastikan link dari media yang kredibel. Kalau share chat WAG tanpa penulis, ya jangan diteruskan.

“Kalau informasi offline bisa konfirmasi ke guru atau narasumber. Konfirmasi informasi atau tabayyun itu penting sebagai validator. Kalau sekarang bisa saja cek informasi di AI atau web, apa ada rujukan atau tidak? Kalau asal share dan terlanjur salah itu, maka status kita sama dengan orang yang share dan salah itu,” katanya. (*/yasmin)

Iklan.

You Might Also Like

Bassima Hakkoui: Masjid Al-Akbar jadi Contoh Peradaban Islam yang Sebenarnya

IKAPETE Jatim Dukung Langkah Tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Lakukan Pembersihan Internal Institusi

Marbot dari Enam Masjid di Surabaya Ikuti “Marbot Soccer Night” ke-14 Masjid Al-Akbar

Tasyakuran Satu Tahun SPPG Dawuhan Disertai Santunan Anak Yatim

Komisi PDUF MUI Jatim dan DMC Dompet Dhuafa Sasar Masjid, Sekolah dan Pesantren Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Saat Jamaah Sendiri Ikut Menyalahkan NU
Next Article Membeludak, Peserta Pelatihan Khatib dan Imam Profesional di UPN Veteran

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Bassima Hakkoui: Masjid Al-Akbar jadi Contoh Peradaban Islam yang Sebenarnya
Sospol
PWNU-Polda Jatim Siapkan Kerjasama Program “Jogo Pondok”
Nahdliyyin
IKAPETE Jatim Dukung Langkah Tegas Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Lakukan Pembersihan Internal Institusi
Sospol
LAZISNU se-Jatim Kirim Satu Kontainer Bantuan untuk Penyintas Gempa Flores NTT
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Tim Futsal SD Al Islam Surabaya Sabet Juara 1 di Alfifour Cup 2026 Sidoarjo

01/11/2026
Sospol

388 Turis/Bulan Kunjungi Masjid Al-Akbar Surabaya selama Januari – September 2026

01/11/2026
Sospol

KPLP Bondowoso Lakukan Razia Gabungan bersama TNI-Polri ke Lapas Kelas IIB

30/10/2026
Sospol

BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Layanan KDS Dept Store dan Supermarket

30/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?