By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: “Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021” dorong wirausaha berbasis ICT hadapi Era Society 5.0
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > “Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021” dorong wirausaha berbasis ICT hadapi Era Society 5.0
Ekraf

“Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021” dorong wirausaha berbasis ICT hadapi Era Society 5.0

24/10/2021 Ekraf
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat meninjau karya peserta dalam Pameran Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021 yang dibukanya di SMK Negeri 1 Singosari Malang, Sabtu (23/10/2021). (*/hmn)
SHARE

Malang (Radar96.com) – Saat membuka Pameran Expo dan Expose ICT SMK Jatim Tahun 2021 di SMK Negeri 1 Singosari Malang, Sabtu (23/10/2021), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendorong lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk berwirausaha yang berbasis ICT atau ketrampilan digital menghadapi Era Society 5.0.

“Selain bekerja di industri atau melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi, peluang bisnis di Era Society 5.0 sangat terbuka lebar dan hal tersebut bisa dimanfaatkan oleh para lulusan SMK untuk meraih cuan. Maka dari itu, siswa SMK perlu dibekali literasi digital yang kreatif agar bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak,” katanya.

Menurut Gubernur Khofifah, dahulu tidak ada pekerjaan sebagai content creator, game developer, atau digital marketing, tapi di era Society 5.0 justru melahirkan pekerjaan-pekerjaan berbasis ide kreatif tersebut sangat menjanjikan.

“Contohnya, Bayu Skak yang notabene adalah lulusan SMKN – 4 Malang – Jawa Timur salah satu Youtuber dengan penghasilan tinggi,” ungkap Khofifah.

Era Society 5.0 sendiri bertujuan untuk mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik, sehingga semua hal menjadi mudah dengan menggunakan artificial intelligence dalam penerapannya. “Di Era ini, pekerjaan dan aktivitas manusia akan difokuskan pada Human-Centered yang berbasis pada teknologi, sehingga prospek kerja pun menjadi semakin luas,” ujarnya.

Khofifah berharap besar, siswa SMK Jawa Timur bisa menjadi pioner-pioner wirausahawan muda di Era Society 5.0. “Banyak peluang usaha baru yang menjanjikan dengan modal teknologi. Intinya, ayo manfaatkan setiap sudut ruang digital untuk meraih cuan secara halal,” tambah Khofifah.

Apalagi, pandemi Covid-19 justru memberi kabar baik terkait pemanfaatan teknologi yang semakin meningkat selama pandemi Covid-19. Itu artinya, semakin banyak masyarakat yang fasih dalam memanfaatkan teknologi. Salah satu perubahan yang sangat terlihat adalah semakin banyaknya jumlah masyarakat yang belanja secara online.

“Situasi ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dengan berupaya menangkap peluang-peluang bisnis apa saja yang bisa dilakoni. Jadi meskipun hanya modal ‘rebahan’ tapi bisa dapat keuntungan seperti mereka yang bekerja kantoran,” ujarnya.

Khofifah menyebut siswa SMK perlu dipersiapkan untuk menghadapi era Society 5.0 dengan mengakselerasi literasi digital yang meliputi digital ethics, digital culture, digital skills, dan digital safety. Penguasaan TIK, kata dia, atau secara internasional dikenal dengan istilah ICT itu dinilai sangat penting diterapkan di dunia pendidikan.

Dalam konteks ini, ICT meliputi segala hal yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi komputer. Tujuannya, tidak lain untuk mengolah informasi, sarana alat bantu pembelajaran serta sumber informasi bagi guru dan siswa. Apalagi, dalam satu setengah tahun kemarin, pelajar SMK lebih banyak melakukan pembelajaran secara virtual akibat pandemi Covid-19.

Melalui pameran expo berbasis teknologi yang sudah ditampilkan pelajar SMK Jatim, Gubernur Khofifah berharap, momentum ini segera bisa dikoneksikan dengan dunia usaha, industri dan kerja (Dudika). Caranya, terus mengupdate teknologi sehingga produk mereka dapat diproduksi secara massal.

“Kita bisa menyaksikan antara smart garden dan smart home. Teknologi yang pernah saya lihat di beberapa negara untuk memberikan inovasi dan kemudahan akses. Sekarang kita menyaksikan hal itu diinisiasi pelajar SMK Jatim,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengkritisi perspektif bekerja dan tingkat pengangguran terbuka. Data yang menyebut bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi jumlah pengangguran di Indonesia, termasuk Jawa Timur, terjadi akibat pemaknaan atau definisi TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka).

“Kedepan rumusan TPT perlu dicermati ulang karena kenyataanya lulusan SMK tersebut tidak menganggur, namun lebih memilih bekerja secara profesional – personal dan mendapat income. Status lulusan SMK yang memilih bekerja secara profesional – personal belum bisa dimasukkan kategori bekerja, sehingga TPT daru lulusan SMK disebut tertinggi. Cukup banyak pelajar SMK lebih memilih sebagai pekerja profesional-personal ketimbang kerja di institusi atau Industri,” tuturnya.

Setelah membuka pameran Expo ICT, Gubernur Khofifah berkesempatan meninjau beberapa stand karya pelajar SMK didampingi Bupati Malang Sanusi, Direktur SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek Wardani Sugiarto, Plt Direktur Kemitraan penyelarasan dunia usaha dan dunia industri direktorat jenderal Vokasi Kemendikbud Ristek Sariyaji, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi, Ketua Dewan Pendidikan Jatim Ahmad Muzaki serta Kepala OPD Pemprov Jatim terkait. (*)

Iklan.

You Might Also Like

Dipimpin Dicky Fanani, ABC Unair Perkuat Networking Alumni

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim

Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura

Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Seribu lebih warga NU Mulyorejo Surabaya ikuti Upacara Bendera Hari Santri 2021
Next Article Lagu karya santri Lumajang raih juara 1 Lomba Cipta Lagu Santri

Advertisement



Berita Terbaru

PW JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Usung Misi Kemandirian Umat
Sospol
Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol

You Might also Like

Ekraf

NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

13/02/2026
Ekraf

OPOP Camp 2025 Cetak Santri Digital Bebas Finansial

27/11/2025
Ekraf

Tutup OPOP Expo 2025, Kadis KUKM Jatim Berharap Koperasi Pesantren Siap Bertarung

17/11/2025
Ekraf

Digitalisasi Pemasaran Buka Peluang Lebih Luas bagi Produk Pesantren

16/11/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?