By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khofifah: Gus Dur lebih suka disebut sosok humanis
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Khofifah: Gus Dur lebih suka disebut sosok humanis
Nahdliyyin

Khofifah: Gus Dur lebih suka disebut sosok humanis

06/01/2021 Nahdliyyin
Khofifah dan Gus Dur. Foto; Jawapos.com
SHARE

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) lebih suka disebut sebagai sosok humanis daripada pluralis.

“Beliau lebih suka disebut humanis karena toleransi itu ada bila sisi kemanusiaan seseorang itu lebih dominan,” ujarnya saat menghadiri Haul Ke-11 Gus Dur oleh PW GP Ansor Jatim di Gedung PWNU Jatim secara daring, Rabu (30/12/2020) malam.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan ada wasiat Gus Dur minta agar batu nisannya ditulis “The Humanist Died Here” (Di sini berbaring seorang Humanis). “Wasiat itu baru saya sampaikan saat Haul Ke-5 di dekat makam beliau di Tebuireng,” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.

Dalam kesempatan sama, Gubernur Khofifah mengaku cukup lama tidak mau memberikan testimoni tentang Gus Dur.

Kendati sering mendampingi Gus Dur saat jalan-jalan pagi setelah Subuh di Istana Negara, namun ia akhirnya menyampaikan wasiat soal tulisan “Humanist” untuk nisan itu saat Haul Ke-5 di dekat makam Gus Dur.

“Bertahun-tahun, saya tidak mau menyampaikan testimoni tentang beliau, karena saya merasa hanya tukang kupas jagung rebus atau buah-buahan untuk beliau, termasuk mendampingi saat jalan-jalan setelah Subuh, tapi di dekat makam beliau akhirnya saya sampaikan wasiat yang disampaikan kepada saya sejak dua tahun sebelum wafat hingga tujuh hari menjelang wafat beliau,” ungkap-nya.

Menurut mantan Meneg Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Gus Dur dan Mensos di era Presiden Jokowi itu, humanisme itu juga disampaikan Gus Dur ke seluruh dunia.

“Di AS, Gus Dur pernah bilang bahwa ‘Di negeri saya, saya lindungi minoritas, maka tolong negara anda juga melindungi minoritas’,” tutur-nya, mengutip Presiden Gus Dur.

Mantan anggota DPR dari PPP dan PKB itu menyatakan buku tentang Gus Dur yang memimpin negeri ini dalam 22 bulan lebih banyak daripada tentang Presiden Soeharto yang memimpin selama 30 tahunan.

“Tapi, buku yang ada mayoritas masih menunjukkan sosok Gus Dur sebagai pluralis, padahal Gus Dur lebih suka disebut sebagai humanis atau Bapak Kemanusiaan,” tutur-nya.

Dalam sambutan pengantar, Ketua PW GP Ansor Jatim HM Syafiq Syauqi menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Khofifah karena salah seorang kader terbaik Gus Dur yang setia mendampingi hingga akhir hayatnya, dan terus mencontohkan nilai-nilai kemanusiaan yang dimasyarakatkan Gus Dur.

“Benar, pemikiran Gus Dur tentang kemanusiaan, humanisme, pluralisme, dan toleransi itulah menjadi jaminan kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya dalam haul yang diawali dengan pembacaan tahlil untuk Gus Dur dan para ulama tersebut.

Dalam kaitan program distribusi lima juta masker medis Indonesia Maju ke seluruh wilayah Indonesia, PW GP Ansor Jawa Timur menyerahkan 100 ribu masker medis kepada Pemerintah Kabupaten Malang, untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan guna menekan penyebaran COVID-19. (emy)

Iklan.

You Might Also Like

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

TAGGED: gubernur, gus dur, khofifah, nahdliyyin kini
Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Baha' Gus Baha’: HTI Adalah Bukti Nyata Perpecahan Umat Islam
Next Article Merawat Tradisi dalam Sistem Penjaminan Mutu Pesantren

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Mahasiswa PPDS Unusa Ungguli 45 Peserta Lain dari 7 PTN/PTS
Milenial
NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi
Nahdliyyin
MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto
Sospol
PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta

11/10/2026
Nahdliyyin

FGD “Santri Next” HSN 2026, ISNU Jatim Dorong Kiprah Santri Warnai Transformasi Jatim

10/10/2026
Nahdliyyin

Presnas IKAPETE Kutuk Framing Negatif Terkait Halaqoh Qonun Asasi NU di Gedung MPR RI

10/10/2026
Nahdliyyin

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah

09/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?