Gus Firjaun dan Gus MD apresiasi laman www.radar96.com

MZ dan Gus Firjaun
MZ dan Gus Firjaun
Bagikan yuk..!

Calon wakil bupati Jember nomor urut 2 Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) dan anggota Kompolnas RI Muhammad Dawam (Gus MD) mengapresiasi laman www.radar96.com yang diperkenalkan anggota Dewan Penasehat laman www.radar96.com HM Maksum Zuber sebagai pengibar jurnalisme kebhinnekaan dan humanisme.

“Saya datang ke Gus Firjaun untuk bersilaturahmi dan mengucapkan selamat atas keberhasilan dalam Pilkada Serentak 2020. Kedepan, ia berharap anak-anak milenial lebih serius membantu mengampanyekan nilai-nilai ke-NU-an dalam era digital,” kata Maksum Zuber (6/1/2021).

Putra KH Ahmad Siddiq (mantan Rais Aam PBNU) itu menyatakan dirinya akan membantu dengan membenahi Jember dengan berprinsip pada Sinergi, Kolaborasi dan Akselerasi dalam Membangun Jember. “Wis wayahe mbenahi Jember (Sudah waktunya membangun Jember),” kata putra dari KH Adhmad Siddiq yang juga pencetus Khittah NU 1926 serta penerimaan NU terhadap Pancasila sebagai Asas Tunggal itu.

Bersama Calon Bupati Jember, Hendy Siswanto, ia menyatakan siap berupaya meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Potensi Daerah; Membangun Tata Kelola Pemerintahan Yang Kondusif Antara Eksekutif, Legislatif, dan Masyarakat; Menuntaskan Kemiskinan Struktural dan Kultural; Meningkatkan Investasi; Meningkatkan Pelayanan Dasar (Kesehatan dan Pendidikan yang Terintegrasi); Meningkatkan Kualitas dan Ketersediaan Infrastruktur Publik yang Merata; dan Pengembangan Potensi Pariwisata dengan Mengedepankan Kearifan Lokal Serta Pelestarian Budaya.

Salam untuk awak laman www.radar96.com juga datang dari anggota Kompolnas RI Muhammad Dawam (Gus MD) yang juga santri di kancah nasional itu, apalagi ia bersama anggota Kompolnas lainnya juga baru saja mengajukan lima nama calon Kapolri untuk diputuskan Presiden sebagai Kapolri baru.

MD dan MZ

“Lima nama tersebut adalah pilihan Kompolnas secara institusi dari pilihan terbaik yang telah kami saring melalui proses yang melibatkan internal Kepolisian angkatan 89 sampai 95; Tokoh Masyarakat, Ormas, Media, Pakar, Ahli, Aktivis dan lain-lain; sampai juga dari hasil kajian PP Polri (purnawirawan). Semua aspirasi diserap secara kompherehensif melalui Focus Group Discussion secara marathon,” katanya kepada Maksum Zuber (8/1/2021).

Menurut dia, diskusi dalam pembahasan dengan berbagai pihak itu sangat berkembang dan dinamis serta mencerahkan semua pihak, saling melengkapi dalam pelaksanaan Salah Satu Tugas Utama Kompolnas sebagai pelaksana mandat Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional sesuai Pasal 4 huruf b) yakni memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.

“Alfaqiir ikut urun rembug bahwa Presiden tidak boleh dikunci paten dengan memaksakan sesuai pilihan mengikat yang disampaikan kepadanya, karena itu lima nama tersebut adalah pilihan kelembagaan Kompolnas secara institusi dari pilihan terbaik yang telah kami saring melalui proses yang telah melibatkan berbagai pihak. Pilihan-pilihan diatas adalah bertujuan memberi ruang Presiden untuk dapat memilihnya secara Otonom, Merdeka, Objektif dan Subjektif untuk mencapai kemaslahatan keamanan dalam negeri bagi bangsa Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan Dalil Ketatanegaraan bisa mengacu pada banyak teori, terutama dari Alfiyyah Ibnu Malik yakni Wal Ashlu Fil Fa’ili An Yattashila # Wal Ashlu Fil Maf’uuli An Yanfashila (memprioritaskan pilihan nominasi, namun tidak boleh mendikte, mengunci dan memaksanya, karena Alternatif Pilihan diberikan Hak Prerogatif dan Hak Subyektifitas Presiden), karenanya sikap “muruunah” (fleksibilitas) dalam pengambilan kebijakan menjadi penting untuk menjalankan berbagai hal fungsi dan peran kebangsaan maupun ketatanegaraan.

Laman www.radar96.com itu dirintis oleh komunitas siber berbasis nahdliyyin, namun bersifat umum, informatif, dan edukatif yang berorientasi sebagai forum mendiskusikan media online, medsos, kontra hoax, digital magazine, perang digital, forum literasi, dan asosiasi siber “jalan tengah”, dengan muatan rubrikasi laman yang digagas adalah Kolom, Narasi Kontrahoax, Nahdliyyin Kini, Milenial Update, Gus Dur’s File, Marwah Kultural, dan Digital Magazine. (mz)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *