Surabaya, radar96.com/MAS – Politisi muda dan Wagub Jatim 2019-2024 Emil S Dardak mengapresiasi generasi muda atau Generasi Z Islami (GenZI) yang mencari “pengalaman” di masjid, karena banyak pelajaran di masyarakat, termasuk di masjid.
“Kalian masih muda, perjalanan kalian masih panjang, carilah pengalaman dari siapapun, baik sesama anak muda atau yang lebih tua dan dimanapun, termasuk di masjid,” katanya dalam Ngaji Ngabuburit 24 Ramadhan/malam 25 Ramadhan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Kamis petang.
Dalam Ngaji Ngabuburit bertema “Rahasia Pemuda Idaman Surga”, ia mengaku selama lima tahun membantu Bu Khofifah Indar Parawansa banyak sekali mendapatkan pengalaman dalam kehidupan ketika dirinya terjun langsung dengan masyarakat, khususnya masyarakat di Jawa Timur yang sangat dinamis.
“Ngaji kali ini bukan banyak ayat Al-Qur’an yang akan saya kutip, tapi yang akan banyak saya kutip adalah tentang kehidupan dan pengalaman. Saya yakin, banyak orang alim di masjid ini yang pantas untuk memberikan tausiah, jadi saya ngaji ngabuburit kali ini untuk membawa nuansa yang berbeda biar lebih variatif,” katanya.
Paling tidak, katanya, banyak orang alim atau orang baik di masjid ini akan mengajari bahwa sesama Muslim itu tidak boleh memvonis bahwa dia akan masuk surga, dia akan masuk neraka, tidak boleh, karena yang menentukan itu hanyalah Allah SWT.
“Yang bisa kita lakukan agar pantas menjadi penghuni surga adalah dengan yakin amal yang kita lakukan akan membawa kita ke surga dan mendapatkan ridho-Nya. Di sini, saya bukan ustadz, tapi di sini saya akan membagikan pengalaman saya kepada kalian yang muda,” katanya.
Sementara itu, mahasiswi UINSA Aimatuzzahrok mengaku Ngaji Ngabuburit dan terobosan kegiatan Ramadhan 1445 H di Masjid Al-Akbar membuatnya lebih sering datang ke masjid nasional itu.
“Terobosan-terobosan baru di Masjid Al Akbar ini mengajak saya dan teman-teman saya dari generasi muda khususnya, menjadi lebih sering datang ke masjid, semoga kegiatan semacam Ngaji Ngabuburit ini bisa dilaksanakan lagi diluar bulan Ramadhan,” katanya.
Hal yang sama diungkapkan Amin Husein dari Mojokerto. “Saya sudah pengalaman keliling masjid setiap malam ganjil Ramadhan dan kegiatan di masjid agung ini lebih nyaman, tertib, kreatif, dan menyenangkan, sehingga saya sudah tiga tahunan ini melakukan Qiyamul Lail di masjid ini, meski harus berangkat sore,” katanya. (*/mas)

