PCNU Jakarta Timur kembangkan “Nusa Mart” dan HPN

Ketua LPNU Jaktim A Khoerussalim Ikhsan yang juga CEO Nusa Mart (kanan) saat bertemu pengurus PWNU DKI Jakarta (12/2/2021)
Bagikan yuk..!

Jakarta (Radar96.com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Timur (Jaktim) mengembangkan bisnis “Nusa Mart” (Nusantara Mart) dan jejaring Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) yang sudah berjalan selama enam bulan di wilayah Jabodetabek dengan target pengembangan se-Jawa.

“Alhamdulillah, tim LPNU (Lembaga Perekonomian NU) Jaktim dan Komisaris Nusa Mart sudah bersilaturahmi dengan Ketua Tanfidz PWNU DKI KH Dr Syamsul Maarif (12/2/2012) dan mendapat instruksi untuk menguatkan jejaring dan pengembangan bisnis,” kata Ketua LPNU Jaktim A Khoerussalim Ikhsan kepada Radar96.com per-chat/obrolan medsos, Minggu (14/2/2021).

CEO Nusa Mart itu menjelaskan instruksi untuk pengembangan ekonomi umat dan nahdliyin itu memotivasi dan membakar semangat perjuangan tim LPNU Jaktim dan Nusa Mart untuk membawa organisasi NU bisa mandiri secara ekonomi dan NU yang melayani.

“Nusa Mart sudah enam bulan operasional di Jabodetabek dan masih berpusat di Jaktim. Target tahun ini, Nusa Mart bisa merambah seluruh Jawa Barat dan berikutnya bisa se-Jawa. Bisnis ini menguntungkan NU dan masyarakat, karena saham usaha ini untuk NU sebanyak 51 persen dan untuk nahdliyyin sebanyak 49 persen,” katanya.

Menurut dia, saham mayoritas dimiliki NU menunjukkan bisnis itu untuk perjuangan NU dan sekaligus masyarakat juga, baik Muslim maupun non-Muslim. “Bagi warga NU, kalau kita berjuang untuk NU itu berarti kita diakui menjadi santri KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU) yang juga berarti hidup kita akan selalu didoakan para ulama,” katanya.

Tentang Nusa Mart, ia mengatakan bisnis ini bergerak di bidang jual-beli sembako, seperti beras, terigu, gula, pasta gigi, mi, sabun, air kemasan, dan sebagainya. “Mirip bisnis retail lainnya, namun ada empat nilai tambah yang membedakan dengan bisnis retail lainnya,” katanya.

Keempat nilai tambah adalah Nusa Mart akan mengubah belanja yang selama ini bersifat konsumtif menjadi “income”, karena akan kembali kepada konsumen (pembeli/mitra) dalam bentuk “cash back” secara bulanan. Nilai tambah kedua, bisnis Nusa Mart bisa menjadi sinergi potensi ekonomi umat, karena masyarakat juga bisa memasarkan produk yang dimilikinya.

Nilai tambah ketiga, konsumen bisa menjadi agen/pengusaha dengan pelatihan khusus. Nilai tambah keempat adalah konsumen yang hanya membeli akan secara sistemik atau computerized bisa mendapatkan bonus, seperti umroh (ziarah walisongo) bagi Muslim atau wisata bagi non-Muslim.

“Untuk menjadi agen atau mitra ada empat cara yakni Si Lebah, Si Kancil, Si Gajah, dan Si Distributor. Untuk kategori Si Lebah, Si Kancil, dan Si Gajah akan mendapatkan cash back tapi tidak mendapatkan diskon, sedangkan Si Distributor akan mendapatkan diskon spesial. Khusus pembeli semata bisa mendapatkan bonus. Kalau kurang jelas bisa menghubungi kami via WA ke nomer 081287996016,” katanya.

Untuk menjadi agen dengan kategori Si lebah bila melakukan belanja perdana senilai Rp500.000 untuk membeli satu paket sembako senilai itu yang dikirim ke rumah pembeli, tapi belanja berikutnya bisa bebas, tapi ada jejak digital untuk mendapatkan cash back bulanan. Untuk Si Kancil dengan belanja perdana Rp1 juta, sedangkan Si Gajah dengan belanja perdana Rp5 juta.

“Untuk distributor bila belanja perdana Rp25 juta dengan kuota per-1 kecamatan ada 1 distributor. Nanti, kami akan kirim barang ke gudang pembeli senilai Rp25 juta dan bisa menjadi kantor pelayanan, meski tanpa memiliki toko, karena bisnis Nusa Mart akan melayani Si Lebah, Si Kancil, dan Si Gajah dengan layanan melalui HP dan dikirim, tapi pengiriman ke rumah pembeli tanpa ongkos kirim hanya dapat dilakukan dengan pembelian minimal Rp250.000. Untuk itu, distributor akan mendapatkan pelatihan manajemen stok,” katanya.

Ia menambahkan pembeli juga dapat menjadi agen/mitra (Si Lebah, Si Kancil, Si Gajah) untuk mendapatkan “cash back” bila menjadi mitra/member dengan membayar kartu elektronik kemitraan Rp170.000 tapi kalau kartu tidak dipakai belanja selama tiga bulan akan mati dan untuk menjadi mitra lagi harus memulai dari nol sebagai mitra baru lagi. Jadi, Si Kancil bisa mendapatkan kartu member dengan membayar Rp500.000 dan Rp170.000 untuk pembelian pertama (Rp670.000).

“Cash back bulanan itu akan diberikan bila member belanja rutin Rp500.000 per bulan. Cash back itu dikembalikan, karena 50 persen keuntungan perusahaan diberikan kepada pembeli rutin dengan nilai minimal Rp500.000 itu. Kami juga memberikan cash back untuk pembeli yang tidak rutin tapi bisa mengajak orang lain menjadi konsumen yakni cash back senilai Rp100.000 per orang bila bisa mengajak satu member bergabung (Rp170.000),” katanya. (MY)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *