By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto Wafat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto Wafat
Nahdliyyin

Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto Wafat

27/04/2021 Nahdliyyin
Sejarawan yang juga Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto. (*/NO)
SHARE

Jakarta (Radar96.com) – Sejarawan yang juga Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut dr. Ramelan Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/4).

Kabar itu disampaikan salah seorang pengurus Lesbumi PBNU Sastro Adi, pagi ini. Bakda subuh tadi, lewat sebuah grup aplikasi perpesanan WhatsApp, ia sempat memohon doa untuk kesembuhan pengasuh Pesantren Global Tarbiyatul Arifin, Malang, Jawa Timur itu yang sedang opname di rumah sakit.

Agus Sunyoto lahir di Surabaya, 21 Agustus 1959. Ia termasuk budayawan yang produktif menulis. Salah satu karya fenomenalnya adalah buku Atlas Wali Songo yang mengisahkan penyebaran agama Islam di Nusantara.

Ia berusaha meyakinkan publik bahwa Wali Songo adalah fakta sejarah, bukan sekadar dongeng. Karya-karya lainnya yang bisa dibaca khalayak adalah Resolusi Jihad, Banser Berjihad Melawan PKI, Sunan Ampel: Taktik dan Strategi Dakwah Islam di Jawa, dan Suluk Abdul Jalil: Perjalanan Ruhani Syeh Siti Jenar.

Ia juga produktif menghasilkan karya fiksi yang banyak dipublikasikan dalam bentuk cerita bersambung, antara lain di Jawa Pos: Anak-Anak Tuhan (1985); Orang-Orang Bawah Tanah (1985); Ki Ageng Badar Wonosobo (1986); Khatra (1987); Hizbul Khofi (1987); Khatraat (1987); Gembong Kertapati (1988); dan lain-lain.

Agus Sunyoto mengemban amanat sebagai ketua Lesbumi PBNU pada periode kedua kepemimpinan KH Said Aqil Siroj setelah Muktamar Ke-33 NU di Jombang pada 2015. Lesbumi merupakan perangkat departementasi Nahdlatul Ulama yang bertugas melaksanakan kebijakan NU di bidang pengembangan seni dan budaya. Sebelumnya, Lesbumi PBNU diketuai Ngatawi Al-Zastrow.

Walisongo itu fakta
Tidak banyak Sejarawan yang dapat mengakses sumber-sumber primer sebuah subjek dan objek sejarah sehingga fakta sejarah yang diungkapkannya memiliki nilai otoritas yang tinggi. Begitulah yang dilakukan oleh K. Ng. H Agus Sunyoto dalam tulisan-tulisan sejarahnya.

Beliau selalu memberikan fakta sejarah baru, terutama terkait sejarah Islam di Nusantara, cerita-cerita rakyat, sejarah Wali Songo, serta tradisi dan budaya yang berkembang di Nusantara.

Kiai Agus Sunyoto juga sosok sejarawan berdedikasi tinggi. Hal itu terlihat dalam setiap upayanya dalam meluruskan sejarah. Seperti memberikan keyakinan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa sejarah Wali Songo adalah sebuah fakta, bukan mitos.

Dengan pendekatan arkeologis dan sejarah total, ia menulis buku Atlas Wali Songo. Buku pertama yang mengungkap Wali Songo sebagai fakta sejarah dengan mengungkap bukti-bukti yang komprehensif.

“Semua sumber-sumber primer tentang Wali Songo itu beraksara Jawa,” ujar KH Agus Sunyoto dalam sebuah kesempatan kelas sejarah di STAINU Jakarta.

Sumber-sumber primer sejarah Wali Songo yang beraksara Jawa dan tidak mudah diakses lalu membuat beberapa orang menilai bahwa Wali Songo adalah fiktif bahkan mitos. KH Agus Sunyoto berhasil menghadirkan sejarah Wali Songo sebagai sebuah fakta sejarah dengan merujuk pada sumber-sumber primer tersebut.

Atas dedikasinya itu, buku Atlas Wali Songo pernah mendapat penghargaan “Buku Terbaik Nonfiksi” pada 2014 versi Islamic Book Fair. Penghargaan diberikan pada Sabtu (1/3/2014) di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta Pusat.

Kiai Agus menerangkan, buku Atlas Wali Songo mengungkapkan tokoh-tokoh penyebar Islam yang rela meninggalkan tempat tinggal, kampung halaman, harta benda, dan negara, datang ke Indonesia, hanya untuk menyebarkan Islam.

“Tokoh-tokoh ini, bukan tokoh-tokoh fiktif, namun benar-benar ada,” tegas Kiai Agus Sunyoto. Perspektif sejarahnya yang luas, menjadikan KH Agus Sunyoto sebagai salah satu pakar perintis berdirinya jurusan Islam Nusantara di STAINU Jakarta (kini Unusia) yang dimulai pada 2013. (*/NO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/post/read/128395/innalillahi–ketua-lesbumi-pbnu-kh-agus-sunyoto-wafat
*) https://www.nu.or.id/post/read/128397/profil-kh-agus-sunyoto-sejarawan-berdedikasi-tinggi

Iklan.

You Might Also Like

Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul

Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis

Oktober-November, PWNU Jatim Adakan 14 Kegiatan Hari Santri Nasional 2026

Ansor Bondowoso Dorong Kemandirian Petani Muda Lewat Pelatihan Pupuk Organik Cair

IPPNU Jatim Perkuat Kolaborasi Pemberdayaan Pelajar dengan BAZNAS Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kafir jadi Non-Muslim, cara NU rawat Hubungan Agama-Negara
Next Article Santri Jombang, Cirebon, Cianjur, pulang lebih awal dengan Prokes

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum
Sospol
Memperbaiki atau Merusak NU?
Kolom Opini
Soal Kondisi NU, Prof Mas’ud Said: Jangan Ada Perpecahan dan Lima Elemen Potensial Ini Harus Dirangkul
Nahdliyyin
Ketua PW Ikapete Jatim: Agenda di MPR RI Murni Khidmat Alumni, Bebas Politik Praktis
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Konsolidasi di Bangkalan, ISNU Jatim Doakan PBNU dan Ziarah ke Maqbaroh Syaichona Cholil

06/10/2026
Nahdliyyin

LTM NU Bondowoso dan Kemenag Sepakat Percepat ID SIMAS Masjid

05/10/2026
Nahdliyyin

Muskercab I PCNU Bondowoso Soroti Tantangan Soliditas dan Kemandirian Ekonomi

04/10/2026
Nahdliyyin

LAZISNU Jatim Terima Donasi Rp32 Juta dari LAZIS Khadijah Surabaya untuk Korban Gempa Flores NTT

04/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?