Pertama di Dunia, 250 channel YouTube siarkan Haul Emas KH Abd Wahab Chasbullah

Informasi penyelenggaraan Haul Emas Virtual Al Maghfurlah KH Abd Wahab Chasbullah. (*/radar96.com)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Sebanyak 250 channel YouTube dengan total subcribe mencapai 4 juta dan MAXstream Telkomsel siap menyiarkan Haul Emas Virtual 50 Tahun KH Abd Wahab Chasbullah yang disiarkan langsung dari Masjid Jami’ Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada Selasa 22 Juni 2021 jam 19.00 WIB.

“Subhanallah, target hanya 50 channel youtube yang live, sekarang sudah terdaftar 250 channel youtube dan MAXstream Telkomsel, menyebar di berbagai provinsi dan luar negeri,” kata Tim Kreatif Haul Emas Virtual KH Wahab Chasbullah, Helmy M Noor, di Surabaya, Senin.

Menurut Alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang itu, fakta ini menunjukkan bahwa resonansi Mbah Wahab luar biasa dan kesadaran masyarakat santri terhadap Inovasi Dakwah Digital juga cukup tinggi.

“Acaranya akan diikuti oleh Presiden Jokowi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj, Gubernuur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar, Gus Miftah, dan KH Mustofa Aqil Sirodj,” ujar owner Cita Entertainment itu.

Alumni IPNU Jatim itu menambahkan, channel youtube yang akan live, antara lain Khofifah Indar Parawansa, Gus Miftah Official, NU Channnel, Progresif TV, Pondok Pesantren Lirboyo, Cita Entertainment Official Youtube dan 250 channel lainnya.

Selain itu, MAXstream Telkomsel juga akan menyiarkan secara langsung. “Kolaborasi antara Youtube dan MAXstream makin memperkuat jangkaun syiar Haul Emas KH Abd Wahab Chasbullah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata pimpinan media online Radar96.com itu.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul H. Mujtahidur Ridho (Gus Edo) menambahkan, tingginya semangat youtuber santri untuk me-relay Haul KH Abd Wahab Chasbulloh menginisiasi lahirnya Asosiasi Youtuber Santri Indonesia (AYSI).

“Ke depan, AYSI akan mendampingi para youtuber santri untuk mewujudkan komunitas Santri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dalam mewujudkan dakwah digital yang ramah, solutif dan rahmatan lil alamin,” kata mantan Ketua Umum PP IPNU (2003-2006) itu. (*/my/hmn)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *