Uni Emirat Arab minta 200 imam masjid asal Indonesia karena berpaham Aswaja

Para peserta yang dinyatakan lulus seleksi tahap pertama dan mulai diberangkatkan ke Uni Emirat Arab pada Juni 2021 setelah melengkapi beberapa syarat administrasi, seperti formulir, foto, paspor dan ijazah terakhir. (*/kemenag.go.id)
Bagikan yuk..!

Jakarta (Radar96.com) – Kementerian Agama kembali membuka seleksi imam masjid asal Indonesia untuk ditempatkan di Uni Emirat Arab, karena negara itu meminta 200 imam masjid asal Indonesia yang diminati karena berpaham ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja) dan memiliki kemampuan dalam membaca Al-Qur’an.

“Kemenag kembali melaksanakan seleksi Imam Masjid untuk ditugaskan di Uni Emirat Arab. Pelaksanaannya secara virtual pada 25-27 Agustus 2021, namun pendaftaran sudah dimulai 13-22 Agustus. Kita akan menjaring lebih banyak calon imam dari seluruh Indonesia,” ungkap Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, di Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Dirjen menambahkan, pengiriman imam masjid ke Uni Emirat Arab merupakan bagian strategis dari kerja sama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Uni Emirat Arab. Pihaknya menambahkan, para imam masjid merupakan duta Indonesia di Uni Emirat Arab.

“Program pengiriman imam asal Indonesia ini turut berkontribusi pada peningkatan kerja sama bilateral kedua negara, termasuk meningkatkan citra Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri menambahkan, imam masjid asal Indonesia diminati lantaran berpaham ahlus sunnah wal jamaah, selain kemampuan dalam membaca Al-Qur’an.

“Indonesia ini memiliki jumlah umat Islam terbesar di dunia. Indonesia memiliki banyak lembaga pendidikan Islam. Umat Islamnya moderat, berperilaku mulia, pahamnya ahlus sunnah wal jamaah dan cara pikirnya wasathiyah (moderat),” kata Syamsul.

Karakter ini, tambah Syamsul, merupakan bagian penting dalam pencapaian tujuan umat Islam sebagai pembawa kasih sayang bagi semesta alam.

“Permintaan khusus itu disampaikan Putra Mahkota Syeikh Zayed dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Uni Emirat Arab pada tahun lalu (2020). Secara khusus, beliau meminta 200 imam masjid asal Indonesia untuk ditugaskan di sana. Untuk menindaklanjuti permintaan itu, Kemenag dan otoritas Uni Emirat Arab pun melakukan seleksi pada tahun 2020 dan 2021,” katanya.

Pada 2020, Otoritas Uni Emirat Arab berhasil memilih 28 imam, namun satu orang meninggal dunia dan satu orang lagi mengundurkan diri, sehingga ada 26 imam yang siap diberangkatkan ke Uni Emirat Arab. Untuk tahun ini, pendaftaran dibuka pada 13-22 Agustus 2021.

Seleksi akan dilakukan secara daring pada 25-27 Agustus 2021. Seleksi ini ditargetkan bisa menjaring sebanyak 74 imam sehingga pada 2021 ini terdapat 100 imam yang siap dikirim ke Uni Emirat Arab.

“Jadi seleksinya dua kali. Pertama oleh Kemenag yang melibatkan pakar Al-Qur’an. Kedua oleh Otoritas Uni Emirat Arab. Karena pandemi Covid-19, kita laksanakan secara virtual. Pendaftaran melalui website bimasIslam.kemenag.go.id menu Seleksi Calon Imam Masjid,” pungkas Syamsul.

2020-2022

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Juraidi, mengatakan Tim Seleksi dari UEA sudah menyeleksi 90 peserta yang mengikuti seleksi tahap pertama dan hanya 27 orang peserta yang dinyatakan lulus.

Keputusan tersebut menurut Juraidi tertuang dalam surat yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab di Abu Dhabi bernomor B-00166/Abu Dhabi/210414 tanggal 14 April 2021 tentang Hasil Seleksi Imam Asal Indonesia.

“Dalam kurun 3 tahun ke depan (2020-2022), Pemerintah UEA menginginkan 200 imam asal Indonesia untuk bertugas di Abu Dhabi,” ungkap Juraidi di Jakarta Pusat (22/4/21).

Juraidi menambahkan, imam yang lulus ditentukan berdasarkan kualitas dan sepenuhnya menjadi hak prerogratif Otoritas UEA. Katanya, UEA menetapkan standar yang tinggi terkait kriteria imam masjid ini.

“Memang standar yang mereka tetapkan cukup tinggi, meliputi hafalan Al-Qu’an 30 juz, kualitas bacaan seperti tartil dan tahsin (suara yang merdu), fikih salat, Bahasa Arab, dan berpaham moderat,” tambahnya.

Para peserta yang dinyatakan lulus seleksi diberangkatkan pada Juni 2021 setelah melengkapi beberapa syarat administrasi, seperti formulir, foto, paspor dan ijazah terakhir.

Berikut nama 27 imam Indonesia yang akan diberangkatkan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab:

  1. Riqi Safari (Banten)
  2. Ahmad Zaki Mufakir (Banten)
  3. Aulia Rahman (Banten)
  4. Wildan Syukrillah (Banten)
  5. Caniba Rustian (Banten)
  6. Farid Wajdi (Banten)
  7. Rahmat Alfian Hidayat (Jawa Timur)
  8. Al-Rizal Tisma Wahid (Jawa Timur)
  9. Muhammad Shohibul Huda (Jawa Timur)
  10. Fathur Rahman (Jawa Timur)
  11. Sunarto (Jawa Timur)
  12. Al-Farisi Abdul Kafi (Jawa Barat)
  13. Musa Harun Al-Rasyid (Jawa Barat)
  14. Ujang Saepul Akbar (Jawa Barat)
  15. Ahmad Syawqibik (Jawa Barat)
  16. Nasrullah Ibnu Massiarah (Sulawesi Selatan)
  17. Abdul Rahim Mappuji (Sulawesi Selatan)
  18. Muhshimannur, S (Sulawesi Selatan)
  19. Agusri Syamsudin (Aceh)
  20. Muhammad Athailah (Aceh)
  21. Arif Muhammad (DI Yogyakarta)
  22. Taufik Hidayat (DI Yogyakarta)
  23. Iwanul Wafa (Bali)
  24. Madgani (Kalimantan Utara)
  25. Salman Farisi (Kalimantan Selatan)
  26. Fitra Kurniawan (Sumatera Barat)
  27. Nisfu Rinaldi (Riau)

(*/kemenag.go.id)

Sumber:
*) http://www.kemenag.go.id/read/kemenag-kembali-buka-seleksi-imam-masjid-untuk-uni-emirat-arab-m7jep
*) https://www.kemenag.go.id/read/sah-27-imam-indonesia-ini-akan-bertugas-di-uni-emirat-arab-do9v5

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *