Bondowoso, radar96.com — Satu kotak makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berbicara soal rasa dan kenyang. Komposisi setiap makanan menjadi bagian penting untuk memastikan penerima manfaat memperoleh asupan yang beragam.
Hal tersebut terlihat pada menu MBG yang didistribusikan SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso, mitra Yayasan Al-Hidayah, Senin (24/8/2026).
Menu hari itu terdiri dari nasi putih, ayam crispy, kacang goreng, timun, tomat, selada, serta apel hijau.
Kepala SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso, Muhammad Alfin Bardani, mengatakan penyusunan dan kandungan menu tersebut telah mendapatkan penjelasan dari ahli gizi yang bertugas di SPPG.
“Setiap makanan memiliki fungsi masing-masing. Ada sumber karbohidrat, protein, lemak, kemudian sayur dan buah yang melengkapi kebutuhan zat gizi,” kata Alfin.
Nasi sebagai Sumber Energi
Dalam satu paket tersebut, nasi putih menjadi sumber utama karbohidrat.
Karbohidrat dibutuhkan tubuh sebagai salah satu sumber energi untuk melakukan berbagai aktivitas. Bagi anak-anak usia sekolah, kecukupan energi juga penting untuk menunjang aktivitas belajar maupun kegiatan fisik sehari-hari.
Namun, menurut Alfin, sumber energi tidak berdiri sendiri. Karbohidrat perlu dipadukan dengan sumber zat gizi lainnya agar makanan yang diberikan lebih beragam.
Ayam dan Kacang, Sumber Protein
Komponen berikutnya adalah ayam crispy. Ayam menjadi sumber protein hewani yang berperan dalam pertumbuhan serta pemeliharaan jaringan tubuh.
Sementara kacang goreng memberikan variasi sumber protein nabati sekaligus menyumbang energi dan lemak.
“Protein menjadi salah satu bagian yang kami perhatikan karena sangat dibutuhkan terutama untuk pertumbuhan. Selain dari ayam, ada juga kacang-kacangan sebagai pelengkap sumber zat gizi,” jelas Alfin.
Meski demikian, kandungan lemak dalam makanan juga menjadi bagian yang diperhitungkan dalam komposisi menu.
Tiga Jenis Sayuran dalam Satu Porsi
Tidak hanya nasi dan lauk, menu kali ini juga dilengkapi timun, tomat dan selada.
Ketiga sayuran tersebut memberikan variasi makanan sekaligus menjadi sumber vitamin, mineral dan serat.
Keberadaan sayuran juga membuat komposisi menu tidak hanya berfokus pada makanan pokok dan lauk. Penerima manfaat diperkenalkan pada pola makan yang lebih beragam.
Apel Hijau Jadi Penutup
Sebagai sumber buah, apel hijau melengkapi menu hari itu.
Buah menjadi bagian penting dalam pola makan beragam karena mengandung air, vitamin, mineral serta serat.
Menurut Alfin, keberadaan buah dalam paket makanan juga diharapkan dapat membiasakan penerima manfaat mengonsumsi buah sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Kandungan Gizi Berbeda Berdasarkan Porsi
Untuk porsi kecil, menu tersebut memiliki kandungan:
569,5 kkal energi
19,3 gram protein
31,4 gram lemak
54,8 gram karbohidrat
1,4 gram serat
Sementara porsi besar mengandung:
712,3 kkal energi
22,7 gram protein
32,1 gram lemak
85,6 gram karbohidrat
1,5 gram serat
Perbedaan jumlah tersebut berasal dari penyesuaian komponen makanan berdasarkan ukuran porsi.
“Porsi memang dibedakan. Karena kebutuhan penerima manfaat juga harus diperhatikan. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana komposisinya tetap mencakup makanan pokok, lauk, sayuran dan buah,” ujar Alfin.
Bukan Hanya Memberi Makan
Bagi SPPG Grujugan Kidul 01, distribusi MBG juga memiliki dimensi edukasi. Penerima manfaat tidak hanya memperoleh makanan, tetapi secara tidak langsung diperkenalkan pada konsep makanan yang beragam.
Dalam satu paket terdapat sumber karbohidrat melalui nasi, protein hewani dari ayam, sumber pangan nabati dari kacang, sayuran dari timun, tomat dan selada, serta buah melalui apel hijau.
Menurut Alfin, keberagaman tersebut penting agar masyarakat, khususnya anak-anak, terbiasa mengenal berbagai kelompok makanan.
“Kami berharap makanan yang diberikan bukan hanya habis dimakan, tetapi juga bisa memberikan manfaat. Anak-anak juga semakin mengenal bahwa makanan yang baik itu tidak hanya nasi dan lauk, tetapi perlu dilengkapi sayuran dan buah,” tuturnya.
SPPG Perhatikan Kualitas Distribusi
Muhammad Alfin Bardani menambahkan, pihaknya bersama Yayasan Al-Hidayah terus berupaya menjaga kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.
Selain komposisi, proses penyediaan makanan juga perlu memperhatikan kebersihan, keamanan pangan, ketepatan distribusi dan penerimaan makanan oleh penerima manfaat.
Menu Senin itu akhirnya bukan sekadar nasi, ayam crispy dan pelengkap.
Di balik satu kotak makanan terdapat upaya menggabungkan berbagai kelompok pangan dalam satu sajian—dari sumber energi, protein, sayuran hingga buah.
Bagi SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso, prinsipnya sederhana: makanan yang diberikan diharapkan tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memberikan asupan gizi yang lebih beragam bagi penerima manfaat. (*/Rif)



