Pemprov Jatim sediakan kuota ASN bagi penyandang disabilitas

Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak untuk meningkatkan peran penyandang disabilitas dalam membangun Jawa Timur, karena itu Pemprov Jatim akan menyediakan kuota ASN bagi mereka.

“Penyandang disabilitas harus mendapat posisi dan perlakuan sama dalam segala hal. Di Jawa Timur, apresiasi yang diperuntukkan penyandang disabilitas berwujud pada berbagai hal, mulai dari apresiasi dalam bentuk materi, pendidikan, hingga peluang kerja pada lingkungan birokrasi,” katanya di Surabaya, Jumat.

Menurut Gubernur Khofifah, banyak penyandang disabilitas yang memiliki potensi luar biasa. Mereka memiliki kesempatan yang sama. Mereka juga bisa berpartisipasi pada berbagai bidang. “Kami memiliki komitmen dalam menjaga kesetaraan, kebersamaan, serta kesatuan dalam membangun bangsa, khususnya Jawa Timur,” katanya.

Pada momentum Hari Disabilitas Internasional ini, mantan Menteri Sosial itu Khofifah mengajak semua penyandang disabilitas saling memupuk semangat dalam menyongsong masa depan. Peran dan kontribusi sangat dibutuhkan. Semangat itulah yang akan mewarnai eksistensi penyandang disabilitas dalam segala hal.

Data BPS pada 2019, penyandang disabilitas di Jawa Timur mencapai 4,9 juta. Pemerintah provinsi Jawa Timur terus memberi perhatian kepada mereka. Pada 2020, Dinas Sosial mengalokasikan apresiasi berupa uang tunai Rp300 ribu yang diberikan setiap 3 bulan sekali bagi penyandang d8sabilitas yang kurang mampu. Jumlah penerima mencapai 3 ribu penyandang disabilitas dan berencana menambah jumlah hingga mencapai angka 4 ribu penyandang disabilitas.

Pada sektor aparatur sipil negara (ASN), pemerintah provinsi menyediakan kuota bagi penyandang disabilitas. Mereka memiliki peluang besar untuk mendapat posisi yang sama. Program tersebut merupakan bukti bahwa tidak ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di Jawa Timur. “Kami akan terus menjaga kesetaraan perlakuan dan kesempatan, sehingga semua masyarakat Jawa Timur mendapat perlakuan yang sama,” tuturnya

Tema hari Disabilitas Internasional kali ini Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesibel, dan Berkelanjutan Pasca Covid-19. Gubernur Khofifah menambahkan semangat Jawa Timur saat ini adalah Jatim Bangkit. Pemulihan ekonomi harus digenjot dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pemerintah membutuhkan peran masyarakat Jawa Timur. Termasuk penyandang disabilitas. (*/hmn)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.