By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: KHA Muzakki Alhafidz: Jangan Takut Hijrah, karena Hijrah itu Keniscayaan dan untuk Lebih Baik
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > KHA Muzakki Alhafidz: Jangan Takut Hijrah, karena Hijrah itu Keniscayaan dan untuk Lebih Baik
Sospol

KHA Muzakki Alhafidz: Jangan Takut Hijrah, karena Hijrah itu Keniscayaan dan untuk Lebih Baik

25/06/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Imam Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) KHA Muzakki Alhafidz menegaskan bahwa hijrah atau pindah/berubah adalah keniscayaan di dunia, karena itu jangan takut berhijrah untuk menjadi lebih baik dalam kehidupan, bahkan jadikan hijrah sebagai momentum untuk bangkit dan melangkah ke depan yang lebih baik.

“Hijrah itu keniscayaan, karena hidup itu pasti hijrah. Misalnya, pegawai yang ditugaskan ke luar pulau, tentu isteri pasti ikut, karena abdi negara. Berdoalah seperti doa hijrah dari Rasulullah, Ya Allah, jadikan cintaku ke pulau itu sama dengan Surabaya, bahkan lebih,” katanya dalam Kajian Senja di Ballroom Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Surabaya, Rabu (24/6).

Dalam kajian senja episode ke-17 bertema “Jangan Takut Berhijrah” yang dipandu Hj Nur Cita Qomariyah Helmy itu, KHA Muzakky AlHafidz yang juga Dewan Pembina Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya itu mengingatkan hijrah itu berubah untuk kebaikan dan pasti ada ujian juga.

“Dari yang tidak baik ke baik, dari yang baik menuju yang lebih baik lagi, dari yang tidak bisa baca Al-Qur’an ke bisa baca Al-Qur’an, dari bisa baca ke bisa baca Al-Qur’an dengan lebih baik, dari bisa baca dengan baik ke bisa mengamalkan Al-Qur’an,” katanya.

Namun, orang hijrah itu pasti diuji, misalnya hijrah ke jilbab. “Mungkin ada Sahabat yang bilang hijab itu casing saja tapi perilaku masih tetap. Ini ujian, karena itu jawab saja bahwa saya pakai hijab bukan karena saya sudah lebih baik, tapi saya pakai hijab karena ingin lebih taat kepada Allah,” katanya.

Meski meluruskan sahabat yang berkomentar, namun jawaban itu tetap harus disampaikan dengan cara/akhlak yang baik, jangan sampai memutuskan silaturahim, tapi kalau sudah berusaha memberi jawaban dengan baik dan sahabat tetap menjauh, maka menghindari terjerumus dari teman yang tidak baik itu tetap penting.

“Yang penting, bahasa dan ekspresi kita dalam pergaulan tidak sampai menyakiti, menjadi orang Islam yang baik itu harus menyenangkan. Tidak ada hijrah tanpa perjuangan, karena hijrah itu berjuang atau berjihad. Orang mau baik itu perlu pengorbanan, seperti dikucilkan orang dekat, kehilangan pekerjaan. Hijrah dan kehilangan itu biasa, karena hijrah itu memang mahal harganya,” katanya.

Tentang kehilangan pekerjaan saat berhijrah, KHA Muzakky Alhafidz menyarankan untuk tetap berlapang dada, karena Allah berjanji akan memberikan rezeki yang lebih lapang kepada mereka yang berhijrah. “Rezeki itu dominan terkait perilaku, bukan doa, karena itu penting untuk berperilaku ikhlas, sholat tepat waktu, sholat dhuha, baca Al-Qur’an Surah Al-Waqiah, bersikap jujur, dermawan, suka membantu, dan jaga diri dari kemaksiatan,” katanya.

Menurut KHA Muzakki Alhafidz, pengalaman Nabi Muhammad SAW dalam hijrah adalah contoh untuk menjadikan momentum hijrah sebagai momentum bangkit menjadi lebih baik, karena kehidupan Nabi selama 53 tahun di Mekkah dan pindah ke Madinah hanya 10 tahun, namun 53 tahun di Mekkah tidak mendapatkan apa-apa, kecuali hinaan dan ancaman dibunuh, sedangkan 10 tahun di Madinah jutsru merasakan nikmatnya hidup dalam Islam.

“Seandaiya Nabi nggak hijrah, saya tidak yakin Islam bisa sampai ke Surabaya, dan Pesantren Al-Yasmin juga mungkin tidak ada, tapi gara-gara hijrah ke Madinah, Nabi bisa membangun peradaban selama 10 tahun, peradaban masyarakat madani dan Islam tersebar ke seluruh dunia. Nabi juga hijrah bukan atas kemauan sendiri, tapi terpaksa, karena diusir oleh kaumnya, tapi keterpaksaan dan diusir itu berkah hingga beliau merasakan kenyamanan hidup, keberkahan Islam, karena itu kita harus bermental hijrah ke kondisi lebih baik,” katanya.

Nabi itu hidup di Mekkah dan Madinah, tapi wafat di Madinah dan Nabi sangat mencintai Madinah. “Doa Nabi adalah Ya, Allah, jadikan cintaku ke Yasrib/Madinah sama dengan cintaku ke Mekkah, bahkan lebih. Doa itu dikabulkan. Nabi betah di Madinah. Madinah itu berkah, karena Nabi. Karena niatkan hijrah untuk Allah. Kalau meninggal saat hirah akan mati syhaid, masuk surga tanpa hisab,” katanya. (*/alyasmin)

Iklan.

You Might Also Like

MUNAS III BPN APTAKSINDO & PERJASI 2026 TUNTAS: USUNG TEMA “BERSATU BERKARYA MEMBANGUN NEGERI”, TETAPKAN KETUM BARU & DESAK LPJK KEMBALIKAN FUNGSI PEMBINAAN ASOSIASI

Tiga Siswa Bondowoso Ukir Prestasi di Jatim, Bersiap Tampil di OSN Nasional

DMI Jatim Miliki 400 Pendamping “Halal” Bantu UMKM Sekitar Masjid

Lantik Dokter Baru, Rektor Unusa Tekankan Integritas dan Empati

YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article SPIM Coffee hingga Pisang Cavendish, Andalan Usaha Pesantren SPEAM Bersama OPOP
Next Article 336 Atlet Ramaikan Turnamen Panahan Bhayangkara V di Bondowoso

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

MUNAS III BPN APTAKSINDO & PERJASI 2026 TUNTAS: USUNG TEMA “BERSATU BERKARYA MEMBANGUN NEGERI”, TETAPKAN KETUM BARU & DESAK LPJK KEMBALIKAN FUNGSI PEMBINAAN ASOSIASI
Sospol
LPTNU Jatim Rumuskan Enam Rekomendasi untuk Muktamar ke-35 NU
Nahdliyyin
Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso
Milenial
Tiga Siswa Bondowoso Ukir Prestasi di Jatim, Bersiap Tampil di OSN Nasional
Sospol

You Might also Like

Sospol

Cek Kesehatan Jangan Menunggu Sakit, Politisi DPR RI Nihayatul Wafiroh Dorong Budaya Preventif di Bondowoso

13/08/2026
Sospol

Gubernur Apresiasi Umaha atas 200 Beasiswa Penuh dan 800 Bantuan Pendidikan

12/08/2026
Sospol

ISNU Surabaya adakan Bedah Buku “Mozaik Kehidupan” karya Dosen UINSA Dr Yusuf Amrozi

12/08/2026
Sospol

DPP LPKAN INDONESIA: DI TENGAH TANTANGAN GLOBAL, POLRI DI BAWAH JENDERAL LISTYO SIGIT BUKTIKAN KINERJA DAN LAYAK DIDUKUNG PENUH

11/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?