Bondowoso, radar96.com – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bondowoso memastikan pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten tahun 2026 telah berlangsung sesuai prosedur yang ditetapkan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Meski demikian, hasil OSN Kabupaten Bondowoso hingga kini belum muncul dalam pengumuman resmi yang dirilis pada 27 Juni 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan OSN tingkat SD maupun SMP di Bondowoso berjalan sesuai petunjuk teknis yang diberikan oleh Puspresnas.
Menurutnya, ujian dilaksanakan secara daring dengan pengawasan ketat melalui kamera dan live streaming, sehingga seluruh proses dapat dipantau secara langsung.
“Seluruh proses pengerjaan soal hingga penilaian dilakukan secara daring melalui sistem milik Puspresnas. Pemerintah daerah hanya memfasilitasi pelaksanaan ujian sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan,” ungkap Taufan saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (29/06/2026).
Ia mengakui saat pelaksanaan ujian sempat terjadi keterlambatan pengiriman token dari pusat yang mengakibatkan peserta tingkat SD harus menunggu sekitar 30 menit. Namun, setelah token diterima, pelaksanaan ujian dapat berlangsung normal hingga selesai.
Setelah mengetahui hasil OSN Kabupaten Bondowoso tidak tercantum dalam pengumuman nasional, Dispendik langsung melakukan koordinasi dengan admin Puspresnas untuk meminta penjelasan.
Sebagai tindak lanjut, Dispendik mengirimkan surat resmi bernomor 430.3.5.1454.430.9.9 Tahun 2026 berisi permohonan pengumuman susulan hasil OSN tingkat kabupaten sekaligus meminta klarifikasi penyebab belum munculnya hasil tersebut.
“Kami langsung kirim surat resmi ke Pusat Prestasi Nasional. Kami juga menanyakan apa penyebab nilai Kabupaten Bondowoso tidak muncul dalam pengumuman,” kata Taufan.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab tidak munculnya hasil OSN Kabupaten Bondowoso. Dugaan yang berkembang masih sebatas kemungkinan adanya persoalan administrasi di tingkat pusat.
Taufan menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya dialami Bondowoso. Berdasarkan informasi yang diterima melalui komunikasi antardaerah, terdapat puluhan kabupaten dan kota lain yang mengalami kondisi serupa.
“Jadi di Indonesia pun tidak hanya Bondowoso yang tidak muncul nilainya. Ada puluhan lebih kabupaten dan kota yang mengalami hal yang sama,” ujarnya.
Selain berkomunikasi melalui WhatsApp dengan pihak Puspresnas, Dispendik Bondowoso juga mengutus seorang staf ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai perkembangan persoalan tersebut.
Dispendik berharap hasil OSN Kabupaten Bondowoso segera diumumkan agar siswa yang berhak dapat mengikuti OSN tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.
“Kami masih yakin nilainya akan keluar. Yang bermasalah hanya hasilnya yang belum muncul, sementara pelaksanaannya sudah selesai dengan baik,” pungkasnya. (*/Rif)



