Gubernur Khofifah tanam 4.000 bibit tanaman di Malang dan sambung listrik gratis si miskin di Situbondo

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penanaman 4.000 bibit tanaman dalam acara Pengkayaan Vegetasi di Njulung Argo Edu Tourism, Desa Bambang Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Senin (20/12). (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Kabupaten Malang (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penanaman 4.000 bibit tanaman dalam acara Pengkayaan Vegetasi di Njulung Argo Edu Tourism, Desa Bambang Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Senin (20/12). Sebelumnya (19/12), Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan penyambungan Listrik Gratis untuk 713 Rumah Tangga Miskin di Situbondo.

Gerakan ini dilakukan untuk mengembalikan dan memperbaiki kualitas ekosistem serta fungsi lahan. Adapun 4.000 batang bibit tanaman meliputi 1.000 batang bibit Sawo kecik, 1.000 batang bibit Alpukat, 1.000 batang bibit Sukun dan 1.000 batang bibit Nangka. Selain itu, juga dilakukan kegiatan pembersihan lahan dari semak belukar seluas 8 hektar.

Dalam sambutannya, Khofifah menyebut bahwa kegiatan pengkayaan vegetasi di Njulung Argo Edu Tourism ini menjadi pilot project dari upaya peningkatan kualitas ekosistem dan fungsi lahan dengan menyesuaikan jenis tanaman dengan lahan dan ekosistem yang terbangun di sekitarnya.

“Ibaratnya, forum seperti ini hanya mennabuh genderang, selebihnya kita memang harus melakukan lebih banyak lebih luas dan lebih besar lagi area yang harus kita tanami,” ungkapnya.

Untuk itu, Khofifah mengajak semua pihak untuk ikut dalam upaya menanam dan memelihara serta menjaga dan mengawasi tanaman pasca dilakukan penanaman baik oleh masyarakat, kampus, private sektor ataupun kalangan media sebagai kekuatan pentahelix.

Hal itu penting, karena itu adalah satu paket yang tidak dapat dipisahkan dalam penanaman dan pemeliharaan, maka harus ada yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan tanaman tersebut.

“Sampaikan pesan pentingnya tanam dan pelihara jangan tanam lalu tinggal, tanam pelihara – tanam pelihara jadi itu harus satu paket, pastikan setelah di tanam di pelihara, sehingga kegiatan pelestarian, peningkatan kualitas lahan dapat terus berkelanjutan,” tegasnya.

“Jadi setelah ditanam memang harus ada yang memelihara, sehingga kebutuhan dari siklus tanaman yang sudah kita tanam disini bisa terjaga tumbuh kembangnya dengan baik,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Prov. Jatim Ardo Sahak mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut dimaksudkan agar Pemerintah Kabupaten/ Kota dapat mendukung upaya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi dalam rangka perwujudan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan utamanya di lokasi yang rawan bencana banjir dan longsor.

Menurut dia, kegiatan Pengkayaan Vegetasi Njulung Agro Edu Tourism ini bertujuan untuk menambah keanekaragaman hayati dengan pengkayaan jenis vegetasi, pemulihan lahan akses terbuka (bekas tambang), lalu peningkatan ekologi dan ekonomi.

Secara khusus, bagi BumDes terkait dapat dilakukan pengelolaan yang berkelanjutan di Njulung Agroedu Tourism dan peningkatan  ekonomi masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini kami harapkan juga dapat  mengurangi erosi dan sedimentasi daerah aliran sungai Lesti sebagai  anak sungai DAS Brantas. Sebagai tampungan air hulu DAS Brantas, serta sebagai perwujudan kerjasama Pentahelix,” tutupnya.

Njulung Agro Edu Tourism merupakan tanah kas desa Patok Picis dan Bringin yang sebelumnya terdapat aktivitas tambang rakyat berupa tambang pasir yang cukup luas, kemudian menjadikan lahan tersebut tidak produktif.

Njulung Agro Edu Tourism berdiri di atas tanah seluas ± 38 hektare dan secara geografis, lokasinya terletak di kaki Gunung Semeru dan terdapat sungai Lesti bagian dari anak sungai Brantas yang bermuara ke waduk Sengguru.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga memberikan penghargaan di bidang lingkungan dalam beberapa kategori, diantaranya Kategori Eco Pesantren diraih Pondok Pesantren RoudatuI Malikiyah Kota Probolinggo, Pondok Pesantren Mambaul Hikam Kab. Jombang, dan Pondok Pesantren Al BaituI Hikmah Tempurejo Kab. Jember.

Selain itu, kategori Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 diraih SDN 01 Klegen Kota Madiun, SMPN 1 Wagir Kab. Malang, MAN Sumenep. Dan Kategori Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup Tahun 2021 katagori Perintis Lingkungan atas nama Da’im Dusun Berca Desa Sumberpetung Ke. Ranuyoso Kab. Lumajang.

Listrik Gratis si Miskin

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menyisir perluasan sambungan rumah untuk elektrifikasi di Jatim, lalu di Situbondo ada penyambungan Listrik Gratis untuk 713 Rumah Tangga Miskin.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto, menandai sambung listrik gratis itu dengan menyalakan secara langsung sambungan listrik gratis kepada Rumah Tangga Miskin (RTM).

Dengan mengendarai motor listrik dari Pelabuhan Penyebrangan Jangkar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto dan Bupati Situbondo Karna Suswandi menuju Desa Perante Kecamatan Asembagus – Situbondo.

Di desa itu, mereka langsung menuju rumah penerima program dan menyalakan secara langsung sambung listrik gratis kepada tiga orang perwakilan penerima bantuan yakni Ibu Fatimah (68 tahun), Zainiyah Arsis (43 tahun), Cuci Imniyati (55 tahun) di Desa Perante Kec. Asembagus, Minggu (19/12).

Total sebanyak 713 sambungan listrik gratis diberikan. Dari jumlah itu, sebanyak 270 sambungan listrik gratis bantuan dari Pemprov Jatim dan sebanyak 443 sambungan listrik dari PT PLN (UID) Jatim.

Gubernur Khofifah meminta kepada Bupati Situbondo untuk segera melakukan pemetaan terhadap rumah warga yang belum teraliri listrik sekaligus mengidentifikasi bedah rumah layak huni

“Segera dilakukan pemetaan apakah kaitannya dengan instalasi PLN atau PLTS. Mari kita detailkan kebutuhan masyarakat agar masyarakat bisa beribadah lebih khusyuk, utamanya anak anak bisa belajar lebih baik dan keluarga bisa melakukan kegiatan ekonomi dengan baik,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis Sambungan Intalasi Listrik kepada RTM dan EBT yang diterima warga di Kab. Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi oleh Gubernur Khofifah.

Tak hanya itu, juga diserahkan hibah secara simbolis Sambungan Listrik dan PLTS antara lain, sambungan listrik gratis ke Pokmas Walida Desa Tlogosari Kec. Sumber Malang, Situbondo sebanyak 270 instalasi rumah tangga.

Sementara itu, juga diserahkan hibah bantuan dari Pemprov Jatim berupa PLTS ke Pokmas Sumber Anggrek Terang Desa Sumber Canting Kab. Bondowoso sebanyak 22 penerima, PLTS ke Pokmas Pucuk Pancoran Kab. Banyuwangi sebanyak 18 penerima.

Pada kesempatan itu juga dihibahkan sambungan listrik PLTS ke Pokmas Merak Menyala Desa Sumberwaru, Kec. Banyuputih Situbondo sebanyak 20 penerima serta PLTS Pokmas Kec. Gading Probolinggo berupa 15 KK penerima Pikohidro dengan total penerima hibah sebanyak 345 KK. (*/hmn)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.