By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: IKM Kendang Djimbe Blitar diusulkan jadi Desa Devisa ke LPEI
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > IKM Kendang Djimbe Blitar diusulkan jadi Desa Devisa ke LPEI
Ekraf

IKM Kendang Djimbe Blitar diusulkan jadi Desa Devisa ke LPEI

01/03/2022 Ekraf
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau IKM Kendang Djimbe asal Blitar di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Minggu (27/2/2022) sore. (*/hmn)
SHARE

Kabupaten Blitar (Radar96.com) – Setelah menyisir berbagai industri kecil menengah (IKM) di sejumlah daerah di Jawa Timur untuk menemukan desa yang patut diinisiasi menjadi desa devisa, Minggu (27/2/2022) sore, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau IKM Kendang Djimbe asal Blitar di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Tak hanya mengunjungi, tetapi orang nomor satu di Jatim itu memberikan dukungan penuh Desa Minggirsari Kec. Kanigoro penghasil kendang Djimbe ini menjadi desa devisa agar pasar internasionalnya lebih luas.

“Kami memang sedang hunting untuk memenuhi kuota 15 desa devisa yang disiapkan oleh LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), Desa Minggirsari ini oleh Pak Kadisperindag Jatim sudah diusulkan masuk dalam list desa yang akan di assesment oleh LPEI,” jelas Gubernur Khofifah.

Mantan Mensos RI itu mengatakan keuntungan menjadi desa devisa adalah mendapatkan dukungan pembiayaan , perluasan akses pasar serta desain baru dari LPEI yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas desa tersebut, sehingga dampaknya akan bisa dirasakan langsung oleh pelaku industri kreatif warga setempat.

Selain bantuan pembiayaan, lanjutnya, desa devisa juga akan mendapatkan pendampingan guna meningkatkan nilai jual dari produk yang dihasilkan desa devisa tersebut. Diantaranya dengan mendatangkan designer yang akan membantu mendesain produk sesuai dengan permintaan pasar dari negara tujuan. Juga akan dibantu dalam perluasan akses marketnya.

“Bulan Maret ini mudah-mudahan LPEI pusat akan datang ke Jatim lagi untuk melakukan assestmen , Jadi semua proses sampai persetujuan desa devisa adalah oleh LPEI pusat atas usulan Disperindag provinsi, Disperindag provinsi akan mengajak dulu tim LPEI Jatim,” jelasnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa untuk dapat diusulkan menjadi desa devisa sebuah desa harus memenuhi beberapa kualifikasi yang ditetapkan LPEI. Diantaranya memilki produk yang unik, memiliki produk mandiri, terdapat beberapa pengrajin dalam desa tersebut, dan pengrajinnya telah ada dalam satu asosiasi.

“Syaratnya, bahwa produknya unik, produk sendiri bukan menjual produknya karya pihak lain , satu desa itu ada beberapa unit pengrajinnya yang keempat bahwa di desa itu unit pengrajin ini sudah terasosiasi dalam pengelompokan koperasi atau asosiasi,” jelasnya.

Besar harapan Gubernur Khofifah agar desa Minggirsari ini bisa mendapatkan persetujuan dari LPEI pusat sebagai desa devisa. Pasalnya kendang Djimbe ini sesungguhnya telah merambah pasar mancanegara di China dan sedang mencoba pangsa pasar di Brazil.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau IKM Kendang Djimbe asal Blitar di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Minggu (27/2/2022) sore. (*/hmn)

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa jika mendapatkan approval dari LPEI, maka berkesempatan Go Internasional melebarkan sayap market ke negara lainnya.Karena bersamaan dengan berlangsungnya agenda G20 di Indonesia mulai Maret sampai akhir tahun maka akan banyak peluang pasar yang bisa didapatkan.

“Karena ini bisa langsung didisplay di G20, jadi yang sudah masuk kategori desa devisa kesempatan utamanya adalah produknya didisplay dalam pertemuan G20. Kita harapkan akan menjadi pasar baru bagi seluruh pelaku industri kreatif termasuk kendang Djimbe,” imbuhnya.

Sementara itu, Basuki, pemilik CV. Maharani Abadi produsen kendang Djimbe menyampaikan terima kasih apabila produksinya dapat masuk dalam kualifikasi LPEI yang akan memberikan dukungan dalam pembiayaan produksi kendang jimbenya.

Ia menuturkan bahwa selama ini ia tidak pernah berkeluh kesah tentang permasalahan dan kendala yang ia alami. “Andaikan ini nanti ada program ini, Saya berterima kasih kepada ibu Gubernur,” Kata Basuki.

Sebagai informasi, Kendang Djimbe asal Blitar ini dibuat dengan berbahan dasar kayu mahoni. Produksi harian CV Maharani Abadi mencapai 125 unit kendang dengan mempekerjakan 14 orang pekerja. Selama pandemi ini mereka hanya mampu mengeskpor 1 kontainer, padahal sebelumya bisa mencapai 8 kontainer per hari. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi

Kopi Kalibaru – Banyuwangi Sabet Tiga Juara dalam kompetisi “Green Beans” di Yogyakarta

Noe Letto Nikmati Kopi Bondowoso, Festival Jadi Panggung Promosi Komoditas Lokal

Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta

Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MA IPNU Jatim dukung SE Menag tentang Pengaturan Pengeras Suara
Next Article Ketua Fraksi PPP Jatim: Pondok Pesantren lahirkan politisi berakhlak mulia

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Razia Gabungan Lapas Bondowoso Temukan 3 Sajam Rakitan dari Blok Hunian
Sospol
Dipercaya 14 Negara, KH Ali Masykur Musa Pimpin Majelis Naqshbandi Se-Dunia
Sospol
Wisuda 1.053 Lulusan, UNIB Situbondo: Tradisi Pesantren dan Tantangan Sains Teknologi Jadi Sorotan
Sospol
PW Ikapete Jatim Tegaskan Muktamar NU ke-35 di Jombang Sah dan Sesuai AD/ART, Minta Stop Kaitkan dengan Masalah Hukum
Nahdliyyin

You Might also Like

Ekraf

Road Map Pesantren Tangguh Bencana Dimulai dari Malang

15/07/2026
Ekraf

Produk OPOP Perluas Jejaring Usaha dalam Misi Dagang Jatim-Riau

09/07/2026
Ekraf

Teh Tarik, Langkah Nyata Pesantren Al Jauhar Bangun Basis Ekonomi

07/07/2026
Ekraf

BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS

03/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?