By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ken Setiawan: Ada Ratusan Anggota NII di Bogor Gerilya lewat Kegiatan Sosial
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Ken Setiawan: Ada Ratusan Anggota NII di Bogor Gerilya lewat Kegiatan Sosial
Kontrahoax

Ken Setiawan: Ada Ratusan Anggota NII di Bogor Gerilya lewat Kegiatan Sosial

25/05/2022 Kontrahoax
Pendiri "NII Crisis Center" Ken Setiawan. (*/dokpri)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Pendiri “Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center” Ken Setiawan mengatakan ada ratusan anggota NII bergerak masuk ke masyarakat lewat kegiatan sosial, banyak masyarakat tidak tahu dan akhirnya menjadi donatur dalam organisasi yang dikelola oleh kelompok NII tersebut.

“NII memang sudah tamat sejak 1962 setelah proklamator NII Kartosuwiryo ditangkap dan di eksekusi. Namun setelah belasan tahun NII mati suri, tapi NII kembali dihidupkan lagi oleh Adah Djaelani dkk,” katanya, Jumat (20/5/2022).

Veteran NII yang kala itu berjumlah 40 ribu orang telah dikonsolidasikan kembali dalam struktur organisasi perlawanan kepada NKRI (yang menurut Putra Kartosuwiryo) dan jamaahnya telah berkembang mencapai kurang lebih 2 juta orang tersebar di seluruh Indonesia

“Gerakan NII di masyarakat tidak semuanya menggunakan nama NII, disamping ada yang masih pakai nama KW, ada juga yang pakai nama Khilafatul Musllimin, Kesatuan Al Haq, Islam Shahadatain, Alquran Suci, Gafatar, Masyarakat Indonesia Membangun (MIM), bahkan mereka juga menggunakan nama organisasi masyarakat atau yayasan sosial untuk mencari dana amal sumbangan,” katanya.

Kelihatannya saja beda nama, tapi pada dasarnya ideologinya sama yaitu NII walaupun antara NII KW yang satu dengan NII KW yang lain terjadi perselisihan tafsir dalam aktivitas perjuangan.

Ken mengaku mengantongi ratusan nama nama anggota NII di Bogor lengkap dengan alamat tempat tinggalnya itu dari laporan beberapa orang tua yang anaknya pernah di NII, dan pihaknya akan segera koordinasi dengan aparat untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

“Seperti yang terjadi di Sumbar, bila dimungkinkan mereka mau taubat maka akan dilakukan cabut baiat masal dan ikrar setia NKRI serta pembinaan agar mereka kembali ke masyarakat,” katanya.

Menurut Ken, NII tidak bisa disepelekan, sebab doktrin mereka saat ini adalah menganggap sebagai kondisi perang, dan bahkan Ken mengaku mendapat laporan ada beberapa anggota NII yang kini melakukan latihan senjata dengan bergabung ke Perbakin.

“Jadi, latihan menembak mereka tidak perlu sembunyi sembunyi diatas gunung lagi. Ini kritik untuk Perbakin agar lebih seleksi untuk penerimaan anggota baru,” jelas Ken.

Menurut Ken, paham NII itu saat ini lebih jahat dari yang jahat, karena anggotanya akan dimiskinkan hartanya atas nama infak bernegara Islam, dirusak akhlaknya, dihancurkan masa depannya, karena harus keluar dari sekolah, kuliah, dan pekerjaan supaya fokus di NII, seperti sebuah tragedi kejahatan kemanusiaan tapi atas nama agama.

“Tapi, saya tidak menyalahkan siapapun, termasuk aparat setempat, sebab jangankan aparat, keluarga terdekat saja banyak yang tidak tahu bila diantara kerabat mereka terpapar, ini virus yang bisa menimpa siapa saja,” katanya.

Bila ada masyarakat yang di lingkunganya atau keluarganya ada yang teridentifikasi terpapar paham NII bisa menghubungi hotline NII Crisis Center di whatsapp 0898-5151-228. Tutup Ken. (*/my)

Sumber: https://kontraradikal.com/2022/05/20/ken-setiawan-ada-ratusan-anggota-nii-di-bogor-gereliya-lewat-kegiatan-sosial/

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Puan: Harus Ada Strategi Matang Pencabutan PPKM Agar Tak Timbulkan Euforia
Next Article Ansor-Banser Aceh Selatan amankan Haul Abuya Muda Waly

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PDIP Jatim: Bulan Bung Karno Momentum Bumikan Ideologi Lewat Kerja Nyata
Uncategorized
“Liga Kampung Bung Karno” Disiapkan PDIP Bondowoso Jadi Kawah Candradimuka Pesepak Bola Muda
Sospol
Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan
Nahdliyyin
Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Nahdliyyin

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?