Surabaya (Radar96.com) – Pendiri “Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center” Ken Setiawan mengatakan ada ratusan anggota NII bergerak masuk ke masyarakat lewat kegiatan sosial, banyak masyarakat tidak tahu dan akhirnya menjadi donatur dalam organisasi yang dikelola oleh kelompok NII tersebut.
“NII memang sudah tamat sejak 1962 setelah proklamator NII Kartosuwiryo ditangkap dan di eksekusi. Namun setelah belasan tahun NII mati suri, tapi NII kembali dihidupkan lagi oleh Adah Djaelani dkk,” katanya, Jumat (20/5/2022).
Veteran NII yang kala itu berjumlah 40 ribu orang telah dikonsolidasikan kembali dalam struktur organisasi perlawanan kepada NKRI (yang menurut Putra Kartosuwiryo) dan jamaahnya telah berkembang mencapai kurang lebih 2 juta orang tersebar di seluruh Indonesia
“Gerakan NII di masyarakat tidak semuanya menggunakan nama NII, disamping ada yang masih pakai nama KW, ada juga yang pakai nama Khilafatul Musllimin, Kesatuan Al Haq, Islam Shahadatain, Alquran Suci, Gafatar, Masyarakat Indonesia Membangun (MIM), bahkan mereka juga menggunakan nama organisasi masyarakat atau yayasan sosial untuk mencari dana amal sumbangan,” katanya.
Kelihatannya saja beda nama, tapi pada dasarnya ideologinya sama yaitu NII walaupun antara NII KW yang satu dengan NII KW yang lain terjadi perselisihan tafsir dalam aktivitas perjuangan.
Ken mengaku mengantongi ratusan nama nama anggota NII di Bogor lengkap dengan alamat tempat tinggalnya itu dari laporan beberapa orang tua yang anaknya pernah di NII, dan pihaknya akan segera koordinasi dengan aparat untuk menindaklanjuti informasi tersebut.
“Seperti yang terjadi di Sumbar, bila dimungkinkan mereka mau taubat maka akan dilakukan cabut baiat masal dan ikrar setia NKRI serta pembinaan agar mereka kembali ke masyarakat,” katanya.
Menurut Ken, NII tidak bisa disepelekan, sebab doktrin mereka saat ini adalah menganggap sebagai kondisi perang, dan bahkan Ken mengaku mendapat laporan ada beberapa anggota NII yang kini melakukan latihan senjata dengan bergabung ke Perbakin.
“Jadi, latihan menembak mereka tidak perlu sembunyi sembunyi diatas gunung lagi. Ini kritik untuk Perbakin agar lebih seleksi untuk penerimaan anggota baru,” jelas Ken.
Menurut Ken, paham NII itu saat ini lebih jahat dari yang jahat, karena anggotanya akan dimiskinkan hartanya atas nama infak bernegara Islam, dirusak akhlaknya, dihancurkan masa depannya, karena harus keluar dari sekolah, kuliah, dan pekerjaan supaya fokus di NII, seperti sebuah tragedi kejahatan kemanusiaan tapi atas nama agama.
“Tapi, saya tidak menyalahkan siapapun, termasuk aparat setempat, sebab jangankan aparat, keluarga terdekat saja banyak yang tidak tahu bila diantara kerabat mereka terpapar, ini virus yang bisa menimpa siapa saja,” katanya.
Bila ada masyarakat yang di lingkunganya atau keluarganya ada yang teridentifikasi terpapar paham NII bisa menghubungi hotline NII Crisis Center di whatsapp 0898-5151-228. Tutup Ken. (*/my)
Sumber: https://kontraradikal.com/2022/05/20/ken-setiawan-ada-ratusan-anggota-nii-di-bogor-gereliya-lewat-kegiatan-sosial/



