By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Nahdliyyin

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

27/06/2026 Nahdliyyin
SHARE

Lamongan, radar96.com – Jumat sore kemarin itu (26/6/26) terasa berbeda. Suara adzan Ashar baru saja selesai, namun teras Pesantren Krapak Mayong sudah penuh sesak oleh jamaah Ngaji Selapan Sabtu Wage. Hari itu bukan sembarang Jumat, tapi bersamaan dengan tanggal 10 Muharram, Hari Asyuro, hari yang oleh para Nabi dijadikan sebagai momentum pertobatan.

Kang Imam Suyuti, sekretaris pesantren, menyebut sore itu sebagai sore istighfar. Jamaah diajak menundukkan kepala, melafalkan doa pengampunan sebelum maghrib.
“Hari Asyuro adalah hari taubat. Jamaah diajak membaca istighfar agar hati kembali bening,” katanya lirih.

Di tengah lantunan doa, hadir KH Imam Mawardi Ridlwan, Sekretaris PW IPHI Jawa Timur. Ia mengingatkan bahwa anak yatim adalah sumber keberkahan. “Memuliakan mereka bukan sekadar memberi santunan, tapi juga perhatian, kelembutan, dan memenuhi kebutuhan hidupnya,” ujarnya.

Sebanyak 80 anak yatim sore itu menerima santunan. Mereka duduk berjejer dengan wajah polos penuh harap. Abah Imam, yang juga Wakil Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur, menundukkan kepala penuh syukur. “Terima kasih kepada para donatur. Menyantuni anak yatim akan menumbuhkan kelembutan hati,” ucapnya.

Pesantren Krapak Mayong sore itu menjelma menjadi ruang pertobatan, kelembutan, dan keberkahan. Santunan anak yatim menjadi tanda bahwa hati manusia masih bisa dilunakkan oleh doa, kasih, dan rasa syukur.

Mengapa harus memuliakan anak yatim? Menurut Abah Imam, Rasulullah SAW sendiri adalah anak yatim. Memuliakan anak yatim berarti meneladani jejak beliau.

Selain itu, doa anak yatim diyakini membawa keberkahan bagi orang yang menyantuni. Santunan bukan sekadar materi, tapi juga membuka pintu rahmat. Menyantuni anak yatim sekaligus menjadi latihan berempati. Dapat mengikis ego, menumbuhkan rasa peduli, dan melembutkan hati yang keras.

Asyuro bisa menjadi gerakan sosial yang lebih luas. Santunan anak yatim bukan hanya ritual tahunan, tapi bisa menjadi program berkelanjutan untuk pendidikan, kesehatan, dan masa depan mereka.

Tradisi Asyuro di Pesantren Krapak Mayong, Lamongan menunjukkan spiritualitas tidak berhenti pada doa, melainkan telah menjelma menjadi aksi nyata memuliakan anak yatim.

Di tengah masyarakat modern yang sering sibuk mengejar materi, tradisi ini mengingatkan bahwa keberkahan sejati lahir dari kepedulian. Memuliakan anak yatim adalah cara paling sederhana sekaligus paling luhur untuk menjaga kemanusiaan. Santunan bukan hanya amal, tapi juga refleksi: apakah hati kita masih bisa disentuh oleh kelembutan.

Setiap tahun Asyuro akan menjadi pengingat bahwa doa harus berbuah kasih, dan kasih harus berbuah keberkahan.

Iklan.

You Might Also Like

MANIFESTASI INTEGRITAS DAN AKHLAQUL KARIMAH SEBAGAI PERSYARATAN UTAMA KETUA UMUM PBNU DI ERA MODERN

Sukseskan Muktamar 35 NU, HPN Perkuat Ekosistem Bisnis Nahdliyin dengan Rembug Saudagar

MUKTAMAR NU KE-35 JOMBANG: Rivalitas sebagai Uji Kompetensi Kepemimpinan, Konsistensi Aswaja, dan Resolusi NU Menuju Peradaban Abad ke-2

LESBUMI Serahkan Maklumat “Kembali ke Akar, Ini Pesan Kiai-Kiai PWNU Jatim

Ramaikan Muktamar 35 NU, Ratusan Turots Ulama Nusantara Dipamerkan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MENGURUS NU: ANTARA KHIDMAH DAN LIVELIHOOD
Next Article Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso
Milenial
Tiga Siswa Bondowoso Ukir Prestasi di Jatim, Bersiap Tampil di OSN Nasional
Sospol
DMI Jatim Miliki 400 Pendamping “Halal” Bantu UMKM Sekitar Masjid
Sospol
Lantik Dokter Baru, Rektor Unusa Tekankan Integritas dan Empati
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

17 Hari Jelang Muktamar, Pesantren Tambakberas Siap, Gus Ipul Ikut Tata Kasur Muktamirin

10/08/2026
Nahdliyyin

Peluncuran Tiga Buku Qanun Asasi di Gedung MPR RI, Gus Kikin Teguhkan Warisan Keilmuan Hadratussyaikh

09/08/2026
Nahdliyyin

Kiai Imam Jazuli: Kunci Kejayaan Abad Kedua NU adalah Transformasi Pemikiran dan Gerakan

07/08/2026
Nahdliyyin

Gus Kikin: Qanun Asasi itu Lebih Tinggi dari AD/ART

07/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?