By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketua PBNU kunjungi Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Ketua PBNU kunjungi Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar
Milenial

Ketua PBNU kunjungi Mahasiswa Indonesia di Al-Azhar

13/06/2022 Milenial
Ketua PBNU Dr KH Ahmad Fahrur Rozi bersama para mahasiswa Program Beasiswa PBNU untuk Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. (*/dokpri)
SHARE

Kairo (Radar96.com) – Ketua PBNU Dr KH Ahmad Fahrur Rozi mengungkapkan, para mahasiswa Indonesia membutuhkan perhatian yang intensif agar mereka mempunyai perhatian terhadap negerinya dan peka terhadap perkembangan masyarakat secara luas, termasuk isu-isu global.

“Semangat mereka dalam belajar patut mendapat apresiasi. Selain pentingnya para mahasiswa dalam memanfaatkan waktu, juga bejalar di Mesir merupakan bagian dari pendadaran agar mampu memegang teguh akidah Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja),” tutur Gus Fahrur, dalam keterangan Senin (13/6/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuur Bululawang, Malang itu mengingatkan, mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri saat ini menghadapi banyak tantangan. Adanya gejala organisasi transnasionalisme di Indonesia, bagi mereka justru menjadikan pelajaran penting.

“Alhamdulillah, para mahasiswa dan mahasiswi kita, selalu kita ingatkan agar tidak tertarik dengan paham radikal dan paham liberal. Jadi, semata-mata belajar untuk memegang teguh ajaran Akidah Aswaja.

Gus Fahrur mengungkapkan hal itu, terkait kunjungan kepada para mahasiswa Indonesia, khususnya program Beasiswa PBNU di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Acara berlangsung di Kantor Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Kairo, 10 Juni 2022.

Dalam silaturahmi yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa-mahasiswi tersebut, Gus Fahrur didampingi Ketua PCINU Mesir Rikza Aufarul Umam dan Rais Syuriah PCINU Mesir Muhlashon Jalaluddin.

Kunjungan Gus Fahrur, yang juga Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, dalam rangkaian undangan menghadiri Konferensi Fatwa Internasional yang diselenggarakan Majlis Darul Ifta Mesir dan dihadiri oleh para mufti dan pejabat urusan keagamaan dari 48 negara di dunia.

Dalam acara silaturahmi tersebut, sebelum pengarahan dan sambutan, diadakan Tahlil Bersama untuk KH Dimyati Rois (almaghfurlah, Mustasyar PBNU) yang wafat pada 9 Juni 2022. Selain itu, doa tahlil ditujukan untuk KH Lufhfi Thomafi (almaghfurlah, Pengasuh Pesantren Al-Hidayah Lasem, Rembang) serta bagi Taufiq Ramadlan (almarhum), mahasiswa NU yang wafat di Kairo, Mesir.

“Alhamdulillah, acara dimulai pukul 16.00 ditutup dengan makan malam, Shalat Maghrib berjamaah dan Salat Ghaib untuk ketiga tokoh tersebut,” tutur Gus Fahrur.

Posisi Mesir

Menurut Gus Fahrur, posisi dan peran penting Mesir itu tidak lepas dari lembaga pendidikan yang sudah lama berdiri di sana yaitu Al Azhar Al-Syarif. Kampus Al-Azhar telah menjadi lembaga yang paling aktif memerangi segala jenis paham beragama ekstrem di berbagai belahan dunia.

“Kami juga menegaskan penghargaan yang tinggi atas peran al-Azhar asy-Syarif di bawah kepemimpinan Syaikh yang baru, yang mulia Professor Dr Ahmed Tayeb. Al Azhar asy-Syarif telah bekerja menghadapi segala jenis ekstremisme baik di dalam maupun di luar Mesir. Al-Azhar as-Syarif telah memainkan peran penting di seluruh dunia,” ungkap Gus Fahrur.

Peran Al-Azhar tersebut juga tidak lepas dari keberadaan Darul Ifta’ yang menjadi otoritas fatwa tertinggi di Mesir dan diakui dunia. Lembaga keagamaan seperti ini, ucap Gus Fahrur, memiliki kepercayaan tinggi dari masyarakat sehingga perannya penting dalam menangaani berbagai masalah yang dihdapi jutaan umat dengan latar belakang beraneka ragam.

Gus Fahrur menuturkan, dalam konteks Indonesia, fungsi sejenis Darul Ifta’ ada pada MUI. Keberadaan fatwa MUI dituntut mampu menjembatani perbedaan suku dan bangsa di Indonesia yang beranika ragama.

Gus Fahrur mengingatkan, setidaknya ada tujuh belas ribu pulau di Indonesia, seribu lebih suku dengan tradisi masing-masing. Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia.

“Karena itu, otoritas fatwa yang dipercaya umat semacam Darul Ifta’ maupun MUI memiliki peran penting dalam menangani berbagai masalah umat dari latar belakang berbeda-beda,” ujarnya.

Sementara itu, Rais Syuriah PCINU Mesir, Muhlashon Jalaluddin, menekankan pentingnya PCINU membina anggotanya untuk terus mengasah keahlian di dalam memahami Risalah Al-Azhar dalam mengembangkan Washatiyah Islam.

Menurut Muhlashon, tantangan besar yang dihadapi oleh kader NU adalah maraknya gerakan ekstrem kanan dan ekstrem kiri.

Muhlashon menejelaskan, berdasarkan bank data mutakhir, jumlah anggota Nahdliyin tidak kurang dari 3000 mahasiswa dan pelajar di Mesir.

Ia pun mengingatkan pentingnya kode etik, sebagai salah satu wasilah bagi para pengurus dan senior almamater untuk menjangkau jumlah yang sedemikian besar. Kode etik adalah salah satu tolok ukur untuk meningkatkan tawâshaw bi al-haq dan tawâshaw bi al-shabr di dalam sama-sama menuntut ilmu di Mesir. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ucapkan Belasungkawa secara Langsung, Gubernur Khofifah ajak Generasi Muda teladani Almarhum Eril
Next Article Rapimnas IPNU usulkan perubahan Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim
Nahdliyyin
7 Mahasiswa Unusa Lulus di Taiwan, Rektor Sampaikan Sambutan Wisuda
Uncategorized
Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H
Sospol

You Might also Like

Milenial

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

24/04/2026
Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?