By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kerja Sama Akar Rumput Perkuat Konsolidasi KIB Hingga ke Daerah
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Inforial > Kerja Sama Akar Rumput Perkuat Konsolidasi KIB Hingga ke Daerah
Inforial

Kerja Sama Akar Rumput Perkuat Konsolidasi KIB Hingga ke Daerah

05/07/2022 Inforial
SHARE

Jakarta. Radar96.com. KETUA Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menginstruksikan pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjalin kerja sama dengan PPP dan PAN dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Hal itu dilakukan sebagai upaya memenangi Pilpres 2024.

“Saya instruksikan galang kerja sama dengan PPP dan PAN mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota. Tentu kami bahas konsolidasi dan persiapkan apa yang jadi arah bersama, yaitu visi dan misi ke depan, dipastikan sampai akar rumput kami bekerja sama KIB,” kata Airlangga.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pernyataan Airlangga tersebut adalah upaya untuk menepis dugaan pembentukan KIB hanya sebagai sekoci untuk mengusung kandidat tertentu dalam Pilpres 2024.

“Saya kira KIB ingin menepis dugaan-dugaan bahwa KIB hanya sekadar sekoci untuk Ganjar Pranowo, misalnya. Jadi tidak mengherankan kalau kemudian KIB ingin terus melakukan konsolidasi di antara 3 partai dari pusat hingga daerah,” ujar Adi.

Menurut Adi, KIB ingin mengirimkan sinyal bahwa kandidat yang diusung KIB dalam Pilpres 2024 adalah dari internal koalisi. “Yang kedua tentu dengan adanya konsolidasi pusat hingga daerah ini, KIB ingin memastikan bahwa sampai saat ini yang mereka akan usung adalah kader-kader di internal mereka, entah itu dari Golkar, PAN, atau PPP,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute of Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam mengungkapkan pernyataan Airlangga tersebut adalah untuk menunjukkan kesolidan partai koalisi. Meski demikian, belum adanya kandidat yang hendak diusung akan menjadi persoalan tersendiri.

Menurutnya, menjual visi misi dan platform politik kepada pemilih memang ideal untuk dilakukan, namun pemilih lebih memilih figur dengan mempertimbangkan karakteristik dan ketokohan calon presiden yang diusung.

“Konsolidasi partai-partai KIB hingga di akar rumput ini merupakan bagian dari gimmick politik untuk menunjukkan bahwa KIB masih solid. Kendalanya, jika belum ada tokoh riil yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang, maka proses konsolidasi dan sosialisasi KIB akan terkendala,” ujar Umam.

Menunggu Ganjar

Umam juga menilai, upaya konsolidasi yang dilakukan KIB sebagai bentuk strategi mengulur waktu untuk melihat dinamika politik ke depan, terutama arah politik PDIP.

“Saya menduga, upaya konsolidasi KIB hingga ke struktur partai masing-masing di akar rumput merupakan strategi buying time, sembari menunggu keputusan PDIP untuk menentukan sikapnya terkait pencapresan Ganjar,” lanjutnya.

Umam menegaskan jika PDIP tidak mencalonkan Ganjar sebagai presiden, maka perpecahan KIB diduga kuat akan pecah. Pasalnya, jika KIB memaksakan mengusung Ganjar yang tidak diusung oleh PDIP, maka akan membuat mesin politik pencapresan menjadi rentan.

“Sebab strategi penggembosan dan proses pembusukan bisa dilakukan secara efektif dengan menggunakan berbagai instrumen dalam ruang gelap kekuasaan,” ujarnya.

Sementara itu, Peneliti utama Indikator Politik Indonesia Kennedy Muslim menyampaikan bahwa koalisi Indonesia Bersatu memiliki kesamaan sebagai partai pendukung pemerintah.

“KIB sendiri strategi mereka, mereka ingin mencari kecocokan dulu. Meskipun elit sudah sepakat namun belum tentu masa akar rumput antara tiga partai ini sudah sejalan,“ kata saat berbincang hari ini (5/7).

Kurang lebih satu setengah tahun sebelum Pemilu 2024, KIB memiliki waktu untuk berkonsolidasi untuk kemudian mengumumkan calon presiden mereka. Berbeda dengan Partai Nasdem yang sudah menyebut tiga nama capres, KIB masih belum menentukan.

Namun kata Kennedy, saat ini situasi di KIB masih cair. “Kalau dari analisa survey kami sejauh ini masih belum ada capres dominan diantara pasar tiga pemilih akar rumput. Masa pemilih ketiga partai belum ada dominan,” sebut dia. Meski begitu seiring berjalannya waktu, secara alami nama calon presiden akan tersebut.

Sejumlah elit Partai Golkar sendiri mengatakan akan mengajukan nama Ketum mereka, Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. “ Mungkin ada sedikit problem ketika mereka sudah harus memasuki babak menentukan dan bernegosiasi siapa capres dan cawapres yang akan diusung. Masing-masing elit harus mengkalkulasi ulang, apakah aspirasi di akar rumput sesuai dengan sesuai dengan negosiasi yang mereka lakukan diatas,” tandas Kennedy. (*)

Iklan.

You Might Also Like

Debat Capres Tanpa Dibarengi Strategi Komunikasi Berbasis Pemilih Akan Sia-sia

LBH Sebut Demokrasi Telah Dikooptasi

Perkuat Keamanan IT KPU, Waspadai Sabotase Rekapitulasi Suara

Integritas Gelaran Pemilu Dipertaruhkan

Jangan Salah Pilih, Agar Reformasi Tidak Kembali ke Titik Nol

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Lazisnu dan Iropin Jatim Bagikan 10.000 Kacamata Gratis di 11 Kabupaten
Next Article Khofifah: gerai Holywings di Surabaya sudah ditutup

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

41 Mahasiswa Prodi Sejarah UIN KHAS Jember Kunjungi PWNU Jatim
Nahdliyyin
7 Mahasiswa Unusa Lulus di Taiwan, Rektor Sampaikan Sambutan Wisuda
Uncategorized
Komisi PDUF MUI Jatim Siapkan Ekosistem Filantropi Modern
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya panen ratusan melon pada 1 Muharram 1448 H
Sospol

You Might also Like

Inforial

Capres Pro Desa akan Jadi Identitas Politik Ganjar

29/11/2023
Inforial

Kecurangan Masif, Kemunduran Demokrasi tidak Terhindarkan

29/11/2023
Inforial

Pemberdayaan Guru Ngaji Harus Diadopsi Jadi Kebijakan Nasional

28/11/2023
Inforial

Komitmen Ganjar Membangun Desa Tidak Perlu Diragukan

28/11/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?