Nusa Tenggara Timur. Radar96.com.
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto membuka pertemuan Sherpa G20 ke-2 di Labuan Bajo hari ini (10/07/22). Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan tiga anjuran terkait tujuan penyelenggaraan dan hasil akhir yang dimintakan.
“Pertama, kepercayaan dan saling menghormati di antara anggota G20 adalah kunci untuk memajukan dialog dan konsensus. Tugas kita sebagai Sherpa adalah memelihara hubungan kerja yang kondusif —
unsur penting untuk mengubah saran teknis dan kebijakan yang kompleks menjadi tindakan berani dan ambisius untuk Kepala Negara kita,“ sebut Airlangga dalam siaran video.
Pertemuan Sherpa ke-2 merupakan lanjutan dari pertemuan pertama yang dilangsungkan awal tahun ini. Dalam pertemuan itu akan dibahas lebih lanjut isu-isu yang sudah didiskusikan oleh masing-masing working group. Ada beberapa tema pembahasan working group yakni kesehatan, agrikultur, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, energi, perubahan iklim, hingga anti-korupsi.
Anjuran kedua, yaitu, “Kelompok kita harus mengangkat pandangannya, untuk melihat ke depan untuk menyampaikan secara global
pertumbuhan ekonomi dan ketahanan, sementara juga menemukan solusi untuk tantangan yang mendesak. Dengan niat dan tekad yang baik kita dapat memajukan prioritas presidency dan juga
mengatasi krisis yang muncul,“ ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar ini. Untuk itu dia mendorong keterlibatan menteri-menteri terkait perdagangan, penanaman modal, perindustrian, transisi energi, pembangunan dan keberlanjutan lingkungan dan iklim untuk memainkan perannya.
“Akhirnya, Agenda 2030 untuk pembangunan berkelanjutan harus menjadi kompas kita, terutama membantu meningkatkan kehidupan di negara-negara berkembang yang rentan,” tandas Airlangga.
Puncak pertemuan G20 akan dilangsungkan di Bali pada bulan November mendatang. Airlangga memahami dinamika pergerakan politik maupun dunia yang begitu dinamis. Maka dia meminta semua Sherpa untuk bersatu, menemukan kebijakan dan juga solusi keuangan untuk masalah-masalah dunia.*

