By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Sekjen Liga Muslim Dunia: Perbedaan Jangan Halangi Bangun Rasa Kemanusiaan dan Persatuan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Sekjen Liga Muslim Dunia: Perbedaan Jangan Halangi Bangun Rasa Kemanusiaan dan Persatuan
Nahdliyyin

Sekjen Liga Muslim Dunia: Perbedaan Jangan Halangi Bangun Rasa Kemanusiaan dan Persatuan

01/11/2022 Nahdliyyin
Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya/2 dari kanan) saat memimpin pertemuan perdana panitia R20 di Jakarta (5/9/2022). (*/NUO)
SHARE

Nusa Dua, Bali (Radar96.com/NUO) – Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL) Syekh Mohammed Al-Issa menyampaikan kuliah umum di hadapan ratusan audiens pada Studium Generale, di Ballroom Grand Hyatt Nusa Dua, Bali, Senin (31/10/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Syekh Al-Issa mengatakan bahwa penerapan nilai-nilai kebersamaan dari seluruh agama dapat mendorong nilai-nilai kemanusiaan lebih membudaya. Ia juga menjelaskan fakta keberagaman antarmanusia tidak bisa dihindari, sehingga perbedaan yang ada tidak sampai menimbulkan kedengkian dan perpecahan satu dengan yang lain.

“Perbedaan satu dengan yang lain jangan sampai menghalangi sumbangsih ide untuk membangun rasa kemanusiaan kita, dan nilai-nilai kemanusian untuk memperkuat rasa persatuan kita,” jelas Syekh Al-Issa dalam kegiatan bertema Religious Common Values (Nilai-nilai Universal Agama) itu.

Menariknya, salah satu audiens dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya. “Seperti kami yang di Hindu, kami memiliki nilai Tri Hita Karana yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dan alam. Ternyata sama yang saya tahu di Islam juga dikenal dengan hablumminallah dan hablumminanas, kita ini sama sebenarnya,” ujar salah satu peserta yang langsung disambut riuh tepuk tangan dari para peserta yang memenuhi ruangan tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Forum R20 Muhammad Najib Azca menyampaikan, bahwa kuliah umum ini mengangkat tema besar nilai-nilai bersama yang dimiliki oleh agama-agama, yang bisa menjadi dasar inspirasi dalam upaya membangun perdamaian dunia

“Hari ini, saya kira Syekh Al-Issa berhasil dengan sangat baik, dengan sangat anggun menggambarkan betapa islam memang memiliki nilai-nilai yang bisa menjadi fondasi untuk hidup bersama, bisa menjadi fondasi untuk membangun kebersamaan dan perdamaian antaragama, antarsuku, antarras,” terang Najib.

Masih menurut Najib, penjelasan yang disampaikan oleh Syekh Al-Issa semakin menemukan jalan terang untuk membangun kedamaian ketika ada tanggapan dari audiens yang sebagian besar pesertanya beragama Hindu.

“Baik apa yang disampaikan Syekh Al-Issa maupun respons yang disampaikan oleh audiens yang sebagian adalah komunitas Hindu, itu saya kira saling melengkapi, saling mengokohkan, saling memperkuat bahwa memang betul agama-agama memiliki nilai-nilai yang menjadi inspirasi, menjadi basis bagi kehidupan bersama yang lebih baik, yang lebih damai dan yang lebih berdasarkan pada nilai-nilai keadilan dan kemanusian,” jelasnya.

Acara yang menjadi rangkaian dari Forum R20 ini dihadiri oleh tokoh lintas agama, serta rektor dan mahasiswa dari 16 kampus yang ada di Bali.

Pemimpin Hindu: R20 Ukir Sejarah

Sementara itu, Pemimpin Hindu, Ram Madhav, mengatakan bahwa Forum Religion of Twenty (R20) bakal mengukir sejarah. Ia menyebut forum ini sebagai sarana para pemimpin agama dunia membangun diskusi dan dialog terkait peran agama sebagai solusi persoalan dunia.

“R20 akan menjadi bersejarah jika berhasil membangun sistem nilai yang berpusat pada Tuhan menggantikan sistem nilai yang berpusat pada agama saat ini,” kata Ram Madhav seperti dilansir The Indian Express, Senin (31/10/2022).

Ia menjelaskan, ketertarikan yang tinggi dari Presiden RI Joko Widodo telah mendorong masuknya R20 yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke dalam agenda Forum Agama G20 tahun ini. Isu-isu global seperti kesehatan, ekonomi, iklim dan teknologi, disamping isu-isu seperti perang, kebencian, dan disharmoni, telah lama menjadi perhatian para pemimpin politik.

Dalam konteks itu, lanjut dia, inisiatif pemerintah Indonesia untuk membawa tokoh agama dan budaya ke dalam wacana aktif menjadi penting. Ram Madhav menyampaikan, Nahdlatul Ulama (NU) selaku inisiator penyelenggaraan Forum R20 telah berjibaku untuk membawa nilai-nilai kemanusiaan ke panggung utama percaturan dunia. NU, lanjutnya, menolak radikalisme dan eksklusivisme.

“NU, organisasi Muslim terbesar di Indonesia dengan lebih dari 90 juta anggota, telah mempelopori apa yang dikenal sebagai Islam Kemanusiaan Timur,” ujar Pendiri India Foundation itu. “NU menolak konsep-konsep seperti kafir dan bersikeras menempatkan cinta tanah air di atas cinta agama,” tambahnya.

Untuk diketahui, Forum R20 akan melibatkan sejumlah tokoh agama dan sekte dunia. Ketua Umum (Ketum) PBNU KH Yahya Cholil Staquf (gus Yahya) menyebut bahwa ia mengundang berbagai pemuka agama, tak terkecuali pemimpin agama yang dianggap problematis.

Gus Yahya menilai, langkah kontroversial yang ia tempuh itu justru dianggap sebagai upaya paling konkret untuk menyelesaikan problem agama yang terjadi. Ia menilai, harus ada komunikasi yang terjalin dengan baik untuk menuntaskan permasalahan yang ada.

“Di sisi lain, dalam perspektif kami, hal ini justru semacam engagement. Melibatkan diri dengan aktor-aktor yang mungkin dianggap sebagai aktor yang problematis ini adalah satu cara yang paling konkret untuk melakukan upaya penyelesaian masalah,” katanya. (*/NUO).

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/sekjen-liga-muslim-dunia-perbedaan-jangan-halangi-bangun-rasa-kemanusiaan-dan-persatuan-YRU4m
*) https://nu.or.id/nasional/pemimpin-hindu-ram-madhav-sebut-forum-r20-bakal-ukir-sejarah-Y9J5T

Iklan.

You Might Also Like

LESBUMI Serahkan Maklumat “Kembali ke Akar, Ini Pesan Kiai-Kiai PWNU Jatim

Ramaikan Muktamar 35 NU, Ratusan Turots Ulama Nusantara Dipamerkan

17 Hari Jelang Muktamar, Pesantren Tambakberas Siap, Gus Ipul Ikut Tata Kasur Muktamirin

Peluncuran Tiga Buku Qanun Asasi di Gedung MPR RI, Gus Kikin Teguhkan Warisan Keilmuan Hadratussyaikh

Kiai Imam Jazuli: Kunci Kejayaan Abad Kedua NU adalah Transformasi Pemikiran dan Gerakan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article “Nusa Mart” galang kerja sama dengan PCNU Bekasi
Next Article Elektabilitas Turun, Golkar Dinilai Canggung Ambil Sikap Politik

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Gubernur Apresiasi Umaha atas 200 Beasiswa Penuh dan 800 Bantuan Pendidikan
Sospol
MUKTAMAR NU KE-35 JOMBANG: Rivalitas sebagai Uji Kompetensi Kepemimpinan, Konsistensi Aswaja, dan Resolusi NU Menuju Peradaban Abad ke-2
Uncategorized
ISNU Surabaya adakan Bedah Buku “Mozaik Kehidupan” karya Dosen UINSA Dr Yusuf Amrozi
Sospol
Proses Katarsis; NU sedang Memuntahkan ke Publik, Menjelang Muktamar ke-35 NU
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Gus Kikin: Qanun Asasi itu Lebih Tinggi dari AD/ART

07/08/2026
Nahdliyyin

Majelis Dzikir/Sholawat Al-Yasmin Surabaya doakan suksesnya Muktamar Ke-35 NU

07/08/2026
Nahdliyyin

Cangkrukan Ekonomi Pancasila, PWNU Jatim Tegaskan Keberpihakan NU terhadap Perjuangan UMKM

05/08/2026
Nahdliyyin

Prof Asrorun Ni’am Ditunjuk Pimpin Karteker PWNU Jambi, Pengamat: Figur Pemimpin Muda untuk Abad Kedua NU

05/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?