Pasuruan, Radar96.com – LPNU Kota Pasuruan (Kopas) telah memberikan pendampingan usaha secara intens melalui program Kulakan Pasuruan. Saat awal program dilanching pada Februari 2022 lalu, ada 100 lebih pengusaha mikro yang tergabung. Tapi sekarang tinggal 50-an.
“Ini seleksi alam. Kami di LPNU akan selalu siap mendampingi pelaku usaha mikro yang memang sungguh-sungguh ingin usahanya tumbuh. Meski tinggal separuh, tapi omset mereka naik. Kita ingin mencetak pelaku usaha yang tangguh. Karena itu, hari ini kita launching tim Fasilitator Pendamping UMKM,” kata Ketua LPNU Kota Pasuruan H Fauzan pada kegiatan Workshop Digitalisasi Usaha Mikro Kecil. Kegiatan itu terselenggara atas kerja sama PCNU dan Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, dalam rangkaian Perayaan 1 Abad Nahdlatul Ulama
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Pasuruan Mas Adi menyampaikan, “Kami mendukung dan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan semua stakeholder yang ada di Kota Pasuruan. Harapannya, kegiatan ini menjadi pemantik membangun kolaborasi sehingga sektor UMKM-nya tumbuh dengan baik. Jika UMKM tumbuh, maka daya beli masyarakat juga tumbuh.”
Mengutip hasil survei internal LPNU Kota Pasuruan tahun 2020, jumlah usaha mikro di Kota Pasuruan mencapai 92%. Data ini sejalan dengan data BPS Nasional tahun 2017, yang menyatakan bahwa 98% pelaku usaha di Indonesia berskala mikro.
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sektor UMKM inilah yang menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional. Struktur usahanya yang kecil, ramping dan sederhana yang membuatnya bisa bertahan di segala macam kondisi.
Untuk itu, berbagai upaya pemberdayaan dan pendampingan pelaku usaha mikro kecil harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan berkelanjutan.




