By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: “OPOP Academy Go Nusantara” di Jatim dorong UMKM Berbasis Pesantren Naik Kelas
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > “OPOP Academy Go Nusantara” di Jatim dorong UMKM Berbasis Pesantren Naik Kelas
Ekraf

“OPOP Academy Go Nusantara” di Jatim dorong UMKM Berbasis Pesantren Naik Kelas

02/08/2023 Ekraf
Program "One Pesantren One Product (OPOP) Academy Go Nusantara" diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Selasa (1/8). (*/hmn)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Program “One Pesantren One Product (OPOP) Academy Go Nusantara” yang diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Selasa (1/8), akan mendorong UMKM berbasis pesantren bisa naik kelas.

Peluncuran program yang digagas berkolaborasi bersama Gojek-Tokopedia ini dilakukan Gubernur Khofifah bersama Ketua OPOP Jatim Adhy Karyono yang juga Sekdaprov Jatim dan Direktur External Affair PT. GoTo, Nila Marita.

Melalui program yang digelar sebanyak empat batch ini, Gubernur Khofifah mengaku optimis UMKM Jatim di lingkungan pesantren akan semakin berkualitas, baik ketrampilan maupun produknya, sehingga mampu naik kelas dan menuju pasar global yang lebih luas.

Program “One Pesantren One Product (OPOP) Academy Go Nusantara” diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Selasa (1/8). (*/hmn)

“Semua punya niat yang luar biasa untuk program sosiopreneur, tak terkecuali alumni dari berbagai pesantren. Melalui program pelatihan ini kita akan dibantu dalam proses pendampingan dan penguatan, bagaimana proses kewirarusahaan dapat dilakukan dengan baik, efektif, dan lompatan stretegis. Ini adalah bagian dari semangat dakwah bil mal,” jelas Khofifah.

Terkait pengembangan OPOP sendiri, Khofifah menekankan pentingnya skill untuk memasarkan produk secara digital. Karena itu, melalui program ini para pelaku UMKM yang tergabung dalam OPOP akan mendapatkan penguatan secara intensif. Misalnya dengan materi digital marketing serta skill fotografi produk untuk menjadi daya tarik minat pembeli.

“Kalau produk aslinya bagus harus ada foto produk yang juga bagus. Beberapa skill ini mudah-mudahan akan ada penguatan. Dari empat batch, kami harap semuanya bisa tersupport dengan maksimal,” katanya.

Selanjutnya, Khofifah menekankan bahwa skema pelatihan ini memperkuat semangat para pegiat OPOP untuk menjadi juragan kelas dunia.

Ia juga mendorong agar semua pegiat wirausaha di lingkungan pesantren kelak menjadi juragan sukses kelas dunia. Sebab, melalui OPOP ini berpotensi terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui format paling sederhana.

“Pokoknya cita-cita warga Jatim harus jadi Juragan bukan karyawan. Boleh sekarang juragan kelas usaha kecil, lalu naik kelas menjadi usaha kelas menengah, berkolaborasi lagi nanti juragan kelas besar. Ini akan menjadi sangat penting. Ini ikhtiar kita untuk meningkatkan perekonomian kita dari lini paling bawah,” ujarnya.

Khofifah optimis OPOP Academy Go Nusantara ini dapat mendorong perekonomian pesantren melalui alat dan penguatan yang tepat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bagaimana pendakwah tidak hanya menyampaikan dakwah bil lisan tetapi juga memberikan penguatan untuk pesantrenpreneur, santripreneur, dan sosiopreneur. Kolaborasi ini memberikan tools supaya kewirausahaannya bisa mandiri, masyarakatnya bisa sejahtera,” sebutnya.

“Kelak ini akan menjadi program peluang pasar kerja, pengentasan kemiskinan secara efektif dan menumbuhkan masyarakat yang kuat ekonominya secara masif,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua OPOP Jatim yang juga menjabat Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, mengatakan OPOP Academy Go Nusantara merupakan kolaborasi OPOP Jawa Timur dengan PT. Gojek Tokopedia (GoTo) dalam bentuk pelatihan kewirausahaan.

Tujuannya, melahirkan wirausaha baru berbasis pesantren, pelaku UMKM alumni pesantren, mitra Gojek dan masyarakat umum yang memiliki usaha.

“Kegiatan ini adalah pembuka rangkaian pelatihan kewirausahaan yang akan dilaksanakan 1 tahun kedepan. Rencananya ada 4 batch pelatihan yang dilaksanakan online maupun offline dengan target 1.000 orang peserta,” jelasnya.

“Lewat pelatihan kita harapkan akan meningkatkan kemampuan digital sehingfa cakupan pasar OPOP bisa lebih luas,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga melepas ekspor perdana produk kopi berupa minuman kaleng besutan Koperasi Ponpes An Nur 2 Al Murtadlo Malang berkolaborasi dengan CV Kapiten Nusantara ke Malaysia. Dengan total ekspor setahun sebanyak 504 ribu pcs dengan nilai kontrak Rp10,08 miliar, yang pengirimannya akan dilakukan secara bertahap.

“Allhamdulillah hari ini kita melepas produk kopi hasil program OPOP Ponpes An Nur 2 Al Murtadlo Malang. Tentu ini akan meningkatkan semangat agar produk OPOP bisa tembus pasar internasional. Semoga produk OPOP yang kita lepas ekspor ini bisa diikuti pesantren lain di Jatim,” ungkapnya.

Secara khusus, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi proses hilirisasi menuju ekspor produk olahan kopi ini. Sebab, seluruh proses dilakukan dengan baik mulai dari membeli biji kopi hingga pada pengolahan dan menjadi minuman siap minum. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Dipimpin Dicky Fanani, ABC Unair Perkuat Networking Alumni

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim

Petani Tembakau Madura Keluarkan Tritura

Kopontren Nurul Hijrah Diapresiasi Kadis Koperasi dan UKM Kalsel

Hanya 3 Minggu, PW DMI Jatim Terbitkan 27 Sertifikat Halal bagi UMKM

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 70 Agamawan Muda Lintas Agama Kunjungi Masjid Al Akbar Surabaya
Next Article Tinjau Pangkalan LPG di Probolinggo, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Aman

Advertisement



Berita Terbaru

PW JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Usung Misi Kemandirian Umat
Sospol
Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol

You Might also Like

Ekraf

NU Care-LAZISNU PWNU Jatim Adakan Literasi Keuangan untuk Perempuan Muda

13/02/2026
Ekraf

OPOP Camp 2025 Cetak Santri Digital Bebas Finansial

27/11/2025
Ekraf

Tutup OPOP Expo 2025, Kadis KUKM Jatim Berharap Koperasi Pesantren Siap Bertarung

17/11/2025
Ekraf

Digitalisasi Pemasaran Buka Peluang Lebih Luas bagi Produk Pesantren

16/11/2025
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?