By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Habib Luthfi: Indonesia Kuat karena Persatuan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Habib Luthfi: Indonesia Kuat karena Persatuan
Nahdliyyin

Habib Luthfi: Indonesia Kuat karena Persatuan

21/08/2023 Nahdliyyin
Habib Luthfi bin Yahya (foto: NUO)
SHARE

Subang, Radar96.com/NUO – Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menegaskan bahwa Indonesia kuat karena persatuan bangsa. Hal ini sudah dibuktikan oleh leluhur bangsa Indonesia sejak ratusan, bahkan ribuan tahun silam.

“Bangsa kita ini bangsa yang besar, bukan bangsa yang lemah,” tegas Habib Luthfi saat mengisi mauidhah hasanah Tasyakuran HUT ke-78 RI dan Pelantikan MUI Kabupaten Subang yang digelar di Lapangan Bintang, Kelurahan Pasirkareumbi, Subang, Jawa Barat, Jumat (18/8/2023) malam.

Dalam kegiatan tersebut, habib asal Pekalongan ini mengurai sejarah para leluhur bangsa Indonesia sejak zaman kerajaan, mulai dari kerajaan Pajajaran, Majapahit, Mataram, Sriwijaya, Kutai Kertanegara, Singosari, Daha, hingga Aceh.

“Itulah nenek moyang kita, langsung atau pun tidak, beliau-beliau ini sesepuh bangsa. Jadi kalau melihat sejarah tersebut, bangsa Indonesia bukan bangsa yang main-main, bukan bangsa yang disepelekan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Luthfi menyatakan bahwa kekuatan bangsa Indonesia menjadi lemah karena konflik internal. Ia mencontohkan konflik bersaudara antara kerajaan Singosari dan Daha, hingga datanglah invasi pasukan Kubilai Khan dari Kerajaan Mongol yang dikenal memiliki angkatan perang kuat.

Saat itu, pasukan Kubilai Khan menekan dan meminta upeti kepada Raja Singosari, Raden Wijaya. Permintaan itu kemudian diterima dengan syarat pasukan Kubilai Khan harus menaklukkan dulu Kerajaan Daha yang saat itu dipimpin Jayakatwang.

Usai menaklukkan Jayakatwang, Singosari menyerang balik pasukan Mongol dan akhirnya pasukan Mongol pun menyerah. “Dari sekian puluh kapal (pasukan Kubilai Khan) hanya satu saja yang selamat. Ini menjadi mata pelajaran pada waktu di Majapahit,” tambah Rais Amm Jatman itu.

Habib Luthfi juga membuka sejarah Gajah Mada yang berhasil melakukan ekspansi dan menguasai wilayah dari Sri Langka hingga Indocina. Jika ditafsirkan, hal itu menjadi show of force kepada dunia internasional. Terlebih kepada pasukan Mongol agar jangan sembarangan dengan Indonesia yang saat itu masih Nusantara.

“Ini Majapahit, jangan sekali-kali kalian masuk Indonesia, kalian Kubilai Khan paling cuma bisa masuk ke Singosari. Ini Gajah Mada yang mampu masuk Sri Langka sampai Indocina,” tandasnya disambut tepuk tangan ribuan hadirin yang memadati lokasi acara.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Luthfi juga mencontohkan lemahnya pertahanan kerajaan Aceh karena konflik internal akibat adanya provokasi dari Portugis.

Toleransi leluhur bangsa
Selain itu, Habib Luthfi juga membeberkan sikap toleransi yang dilakukan oleh para leluhur bangsa Indonesia. “Contoh yang sangat luar biasa, Prabu Siliwangi mengangkat Syekh Quro, yang ngangkat agamanya beda, yang diangkat agamanya beda,” tandasnya.

Zaman Majapahit, sambung Habib Luthfi, Prabu Brawijaya mengangkat Maulana Malik Ibrahim menjadi menteri urusan irigasi dan Syekh Ibrahim as-Samarqandi (ayah Sunan Ampel) diangkat menjadi menteri keuangan.

“Jadi toleran itu sudah kita yang ketinggalan, sudah 700 tahun yang lalu. Apalagi zaman Hijrah dengan adanya Piagam Madinah,” tuturnya.

Dijelaskannya, Rasulullah menjaga persatuan negara Arab yang heterogen dari berbagai suku bangsa dan agama dengan lahirnya Piagam Madinah.

“Kaum Yahudi diberi hak, kepala-kepala suku dengan segala macam paham dan ideologinya diberi hak. Sedangkan Rasulullah berjalan dengan risalahnya karena risalahnya untuk rahmatan lil alamin, bukan untuk bangsa Arab saja,” bebernya.

Mengingat hal tersebut, Habib Luthfi mengajak kepada masyarakat untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Ia juga mengajak masyarakat untuk kembali membuka sejarah, terlebih sejarah perjuangan bangsa Indonesia agar generasi berikutnya tidak kehilangan jati diri dan memiliki nasionalisme yang kuat. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/bercermin-dari-sejarah-habib-luthfi-indonesia-kuat-karena-persatuan-zcR1F

Iklan.

You Might Also Like

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MWCNU Watulimo Trenggalek Miliki NU Mart di Jalur Wisata
Next Article Trans Jatim Koridor II (Mojokerto-Surabaya PP) Mulai Beroperasi, Gratis HUT RI 21-27 Agustus

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80
Milenial
Dekan FH Umaha Apresiasi Peluncuran SiMantap Polresta Sidoarjo
Sospol
Lima Koppontren Tembus Final Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat Jawa Timur
Ekraf
Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional
Ekraf

You Might also Like

Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
Nahdliyyin

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

21/06/2026
Nahdliyyin

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

19/06/2026
Nahdliyyin

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?