By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pesantren Tebuireng dan Tambakberas Antisipasi Kekerasan lewat pendekatan Pembina Kamar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Pesantren Tebuireng dan Tambakberas Antisipasi Kekerasan lewat pendekatan Pembina Kamar
Nahdliyyin

Pesantren Tebuireng dan Tambakberas Antisipasi Kekerasan lewat pendekatan Pembina Kamar

28/02/2024 Nahdliyyin
SHARE

Jombang, radar96.com/NUO – Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng Ustadz Anang Firdaus mengatakan, pada dasarnya setiap pesantren menolak kekerasan dalam bentuk apapun, tidak terkecuali Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur.

“Tidak hanya pesantren Tebuireng yang menentang kekerasan di pesantren, semua pesantren menentang atas segala praktik kekerasan di pesantren,” jelas dia, Rabu (28/02/2024).

Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat tindak bully/kekerasan di lembaga pendidikan pada Januari-Agustus 2023 adalah SD (25 %), SMP (25 %), SMA (18,75 %), SMK (18,75 %), MTs (6,25 %), dan Pesantren (6,25 %).

Ustadz Anang menjelaskan, untuk mengantisipasi kekerasan di pesantren tentu tidak cukup hanya dengan pernyataan menentang kekerasan saja. Namun, diikuti oleh sistem yang bekerja secara konsisten dan terstruktur.

Untuk di Pesantren Tebuireng, Ustadz Anang menyatakan, memiliki keamanan berlapis. Keamanan di tingkat pertama yaitu pada diri anak santri, penguatan dilakukan dengan pendekatan persuasif oleh pembina kamar. Juga dilakukan sosialisasi antisipasi terjadi kekerasan.

Menurut dia, Pesantren Tebuireng lewat sistem yang berjalan, setiap kamar memiliki pembina yang ikut tidur di kamar juga. Tugas pembina kamar yaitu mendeteksi dini kasus kekerasan di kamar. Sehingga pembina bertugas menyelesaikan masalah kamarnya terlebih dahulu sebelum sampai ke keamanan pusat.

“Bahkan potensi masalah yang ada di kamar santri seharusnya bisa diatasi sejak dini. Jika pembina kamar belum bisa menyelesaikan, maka naik ke atas, bagian keamanan. Di keamanan nanti cara penanganannya ada cara bermacam-macam,” ungkap dosen Ma’had Aly Hasyim Asy’ari ini.

Ustadz Anang menambahkan, jika permasalahan cukup besar, maka akan dipanggil orang tuanya, dilibatkan agar permasalahan tidak melebar ke mana-mana. Ikut serta membimbing dan menguatkan mental anak.
Selain itu, Pesantren Tebuireng sejak kepemimpinan KH Salahuddin Wahid, tahun 2014-2015 melakukan kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk pelatihan seputar konseling dan pembinaan yang diikuti oleh pembina pesantren Tebuireng.

“Saya ikut pelatihan bersama tim dari UIN Malang saat menjadi pembina kamar. Harapannya untuk kasus-kasus yang potensial untuk memberikan dampak besar, bisa ditangani sejak awal. Hingga tidak sampai terjadi kekerasan,” ungkapnya.

Umumnya, ungkap Ustadz Anang, kasus kekerasan terjadi karena ada sebab. Sebab ini perlu dideteksi sejak awal seperti salah paham, komunikasi yang tidak efektif, bullying, gengsi. Peran pembina kamar yaitu menyelesaikan permasalahan sejak awal.

Pola seperti ini sudah ditetapkan di Tebuireng sejak lama. Ada penanganan persuasif oleh pembina kamar. Proses penanganan kasus di Tebuireng dilakukan secara bertingkat, tingkat pembina kamar, keamanan pondok, pimpinan pondok, pengasuh, apa bila pelaku tidak bisa dibina lagi maka dengan terpaksa dikeluarkan.

“Ketika ada kasus kekerasan di Tebuireng, maka dibentuklah tim investigasi. Kasus kekerasan jadi perhatian pihak Tebuireng dan pesantren pada umumnya. Persuasif dan konselor dari pembina kamar,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Ustadz Asadul Arifin, kasus kekerasan jadi perhatian khusus di instansi yang dikelolanya.
Ia juga mengapresiasi peran aktif berbagai pihak dalam mengantisipasi kasus kekerasan di pesantren. Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, pihaknya terus memperhatikan santri-santri melalui pembimbing/pengurus setiap kamar.

Santri senior di kamar juga dikumpulkan untuk diberi pengarahan dan edukasi. Agar santri senior bisa menjadi contoh yang baik di kamar. Juga ada sosialisasi secara massal dan masif terkait isu ini.
“Hari-hari ini isu bulliying memang lagi deras, apalagi setelah kasus di salah satu pondok daerah Jawa Timur. Banyak pihak yang menghubungi saya untuk lebih memperhatikan masalah ini, saya tentunya sangat berterima kasih atas pengingat dan masukannya yang akan kami pegangi terus,” tandas Asadul Arifin. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/pola-antisipasi-kekerasan-ala-pesantren-tebuireng-dan-tambakberas-pembina-kamar-jadi-garda-depan-l3Oys

Iklan.

You Might Also Like

MEKANISME BARU, KEPEMIMPINAN BARU dan ARAH BARU NU.

Muktamar 35 NU Sepakati Pilih Ketum PBNU melalui AHWA

Jatim Usulkan Aswaja Center NU jadi Lembaga

Di Markaz Alumni IPNU, Baznas RI Luncurkan Program Beasiswa Santri

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ikhtiarkan Perhutanan Sosial, PBNU Khawatirkan Ekonomi daripada Akidah
Next Article ITS Bersama UNICEF Latih Kemampuan Digital Dua Ribu Lebih Generasi Muda Jatim

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ketua KOPRI PMII se-Bondowoso Soroti Tantangan Regenerasi
Sospol
Hari Jadi Bondowoso ke-207, 2.350 Pelari Ramaikan “Night Run” Harjabo
Uncategorized
Menunggu Perbaikan Data, DPRD Bondowoso Soroti Nasib Warga Penerima Bansos
Sospol
AHWA dan Seni Menimbang Amanah: Dari Politik Kandidat Menuju Fiqih Kepemimpinan
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Prabowo Minta Kartu NU

27/08/2026
Nahdliyyin

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

27/08/2026
Nahdliyyin

Buka Pameran Ribuan Turots Muktamar, Gubernur Jatim: UINSA buka Prodi Pasca SarjanaTurots

27/08/2026
Nahdliyyin

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

25/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?