By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Menag Nasaruddin Umar: Agama Terlalu Banyak Dipakai sebagai Stempel Politik
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Menag Nasaruddin Umar: Agama Terlalu Banyak Dipakai sebagai Stempel Politik
Sospol

Menag Nasaruddin Umar: Agama Terlalu Banyak Dipakai sebagai Stempel Politik

16/11/2024 Sospol
Menag Nasaruddin saat menyampaikan arahan dalam apel sebelum Rakernas Kemenag di Pendulum Nusantara Hall, IPC Corporate University, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/11/2024). (Foto: Humas Kemenag)
SHARE

Jakarta, radar96.com/NUO – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyinggung soal fungsi kritis dan independensi agama. Baginya, peranan tersebut dapat mengaktifkan tokoh agama menjalankan fungsi kritisnya terhadap pemerintahan.

Hal itu diungkapkan Menag Nasaruddin saat apel sebelum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama (Kemenag) di Pendulum Nusantara Hall, IPC Corporate University, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/11/2024).

“Pemimpin agama bukan subordinasi dari pemerintah. Kita arahkan menjalankan fungsinya agar bisa berkontribusi dalam fungsi kritis sehingga, agama dan negara bisa berjalan seiring, saling menguatkan satu dengan lainnya,” ujar Menag.

Ia juga menyinggung fenomena politisasi agama. Berbagai pihak kerap menggunakan agama sebagai stempel politik. “Agama jangan menjadi faktor dependen atau terbelenggu. Agama terlalu banyak dipakai sebagai stempel politik. Tugas Kemenag hadirkan situasi keagamaan yang independen,” sambungnya.

Ia juga menekankan komitmennya untuk melaksanakan hal-hal yang telah diamanatkan oleh Presiden Prabowo, yaitu pembersihan organisasi dari berbagai penyimpangan serta pelaksanaan birokrasi yang efisien dan efektif.

“Mari bersama kita menjadikan Kemenag semakin baik. Sampaikan berbagai permasalaham yang ada, kita cari pemecahannya” tegasnya.

Menag Nasaruddin menuturkan bahwa Rakernas digelar untuk bertukar wawasan dan solusi terhadap berbagai layanan keagamaan di Indonesia. Sebagai instansi vertikal yang memiliki satuan kerja hingga tingkat kecamatan, maka penyamaan langkah menjadi hal penting bagi Kemenag.
“Rakernas ini untuk menyamakan sekaligus untuk mempertajam visi Kementerian Agama ke depan,” tegasnya. Menag berpesan kepada jajarannya untuk serius melaksanakan Rakernas.

Ia meminta jajarannya untuk berpikir keras demi menjalankan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Mari peras otak kita, saling bertukar wawasan dan menyatukan langkah. Berikan solusi terbaik untuk umat,” pesan Menag.

Ia juga meminta jajarannya untuk fokus pada penyelesaian masalah. Sebab Menag yakin jajarannya sudah paham dengan problem dan tantangan ke depan, sehingga kini adalah waktunya untuk fokus pada penyelesaian.
“Saya yakin bapak ibu lebih tahu menyelesaikan persoalan satuan kerja masing-masing. Segera selesaikan,” ujar Menag. “24 jam HP kami tidak mati. Saya dan Wamen insyaallah mewakafkan diri untuk Kemenag dan menganggap ini jihad untuk kita semua,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Rakernas Kemenag mengangkat tema Menyatukan Langkah, Mewujudkan Daya Saing Umat untuk Kemaslahatan Masa Depan. Hadir jajaran Staf Khusus dan Staf Ahli, serta para pejabat Eselon I dan II Kemenag RI, Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/menag-nasaruddin-umar-agama-terlalu-banyak-dipakai-sebagai-stempel-politik-MKZD6

Iklan.

You Might Also Like

Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD

Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan

Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso

Empat Santri SMP Sains Tebuireng Lolos OSN Provinsi, Pertahankan Rekor Terbaik Jombang Dua Tahun Beruntun

Dekan FH Umaha Apresiasi Peluncuran SiMantap Polresta Sidoarjo

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Peringati Hari Santri, Unesa Adakan Seminar Kebangsaan
Next Article LPPD Jatim Adakan Workshop Penulisan Karya Ilmiah untuk Mahasantri dan Mahasiswa Doktoral

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD
Sospol
Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Sospol
Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso
Sospol
APA JADINYA NU TANPA QONUN ASASI
Kolom

You Might also Like

Sospol

Lulus “Cumlaude” Doktor Unair, Hj Lelly Kikin: Pimpinan PBNU Agak Lupa Qonun Asasi

30/06/2026
Sospol

Usia 13 Tahun, Unusa Kantongi Delapan Paten

30/06/2026
Sospol

Program Holiday Anak Pesisir Pantai Sine yang Menarik

30/06/2026
Sospol

Tradisi “Nyonteng Kolbu'” dari Desa Sumberwringin, Bondowoso di Kawasan Wisata Ijen, Diusulkan Jadi Warisan Budaya

29/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?