By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: BPIP Ajak ISNU Jatim Wujudkan “Tujuan” Pancasila
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > BPIP Ajak ISNU Jatim Wujudkan “Tujuan” Pancasila
Nahdliyyin

BPIP Ajak ISNU Jatim Wujudkan “Tujuan” Pancasila

23/08/2025
BPIP
SHARE

Surabaya, radar96.com – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur untuk mewujudkan “Tujuan” Pancasila yang dalam tataran praktek masih belum dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial.

“Kalau Demokrasi Pancasila sudah dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, maka keadilan sosial akan terwujud dan kemiskinan sudah tidak ada lagi,” kata salah seorang direktur BPIP Prof Dr H Agus Moh Najib MAg dalam webinar ISNU Jatim, Jumat (22/8) malam.

Direktur Sosialisasi dan Komunikasi (Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi) BPIP itu mewakili Kepala BPIP Prod KH Yudian Wahyudi MA PhD untuk membuka Webinar Nasional Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan bertema “Negara Pancasila dalam Perspektif Fiqih Tata Negara” yang diikuti 256 anggota ISNU se-Jatim secara daring.

Webinar dengan sambutan pengantar oleh Prof Dr HM Afif Hasbullah M.Hum (Plt. Ketua PW ISNU Jatim) dan Prof HM Mas’ud Said PhD (Wakil Ketua Umum PP ISNU) itu menampilkan tiga narasumber, yakni Dr (HC) KH Afifuddin Muhajir MAg (Wakil Rais Aam PBNU/Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Situbondo), Prof Dr M Noor Harisuddin MFil.I (Guru Besar Ilmu Ushul Fiqh UIN KHAS Jember) dan Prof Dr Moh Fadli MHum (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang).

Dalam webinar dalam rangka HUT Ke-80 Kemerdekaan RI yang dipandu Prof Dr Hufron MH (Koordinator Bidang Hukum-Politik Kebangsaan PW ISNU Jatim) itu, Prof Dr H Agus Moh Najib MAg menjelaskan sila 1, 2, dan 3 sudah berjalan dalam praktek, apalagi sila 1 itu terkait Ketuhanan Yang Maha Esa yang bersifat tauhid/moralitas, bukan fiqih/hukum/ syariah, sehingga bangsa Indonesia secara agama lebih fleksibel.

“Pemberlakuan syariah Islam dalam Piagam Jakarta sudah dihapus, sehingga fleksibelitas dalam agama itu sudah tercermin dalam kehidupan, apalagi radikalisme juga bertentangan dengan sila 2 (HAM), lalu liberalisme juga bertentangan dengan sila 1 (religiusitas), bahkan sila 1 menumbuhkan ukhuwah Islamiyah, lalu sila 2 itu ukhuwah basyariah/kemanusiaan, dan sila 3 itu ukhuwah wathoniyah, jadi tinggal sila 4 dan 5,” katanya.

Hal yang sama juga disinggung oleh ketiga narasumber. Dalam paparannya tentang Negara, Agama, dan Pancasila, Wakil Rais Aam PBNU Dr (HC) KH Afifuddin Muhajir MAg menegaskan bahwa kehadiran negara dalam Islam merupakan suatu keniscayaan, terbukti Rasulullah dalam hadits-nya menyatakan “penguasa adalah wali (waliyul amri) bagi orang yang tidak memiliki wali (wali nasab/garis keturunan)”.

“Hadits ini menunjukkan bahwa keberadaan negara adalah kebutuhan syar’i untuk menjamin berlangsungnya kehidupan umat secara tertib, namun negara bukan tujuan, melainkan wasilah (alat/sarana), tujuan yang sesungguhnya adalah tegaknya keadilan, terwujudnya kemaslahatan, dan terlaksananya maqāsid al-sharī’ah (menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta),” katanya.

Oleh karena itu, pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Situbondo menyatakan ukuran baik-buruknya suatu negara tidak terletak pada bentuknya, apakah “negara Islam” atau bukan, tetapi pada sejauh mana negara tersebut mampu menjadi instrumen yang adil, melindungi rakyat, serta menegakkan “maqāsid al-sharī’ah”.

“Indonesia memiliki kedudukan yang sama dengan Negara Madinah yang dibangun Rasulullah yang masyarakatnya juga majemuk. Nah, Pancasila adalah syariat itu sendiri. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah aqidah, bahkan seluruh sila Pancasila sejatinya mengandung maqāsid al-sharī’ah, jadi Pancasila itu sejatinya syariat dalam konteks kebangsaan,” katanya.

Hal yang sama juga ditegaskan Prof Dr M Noor Harisuddin MFil.I (UIN KHAS Jember). “NKRI itu juga disebut Darul Islam, artinya orang Islam bisa menjalankan agama dengan baik. Itu lebih baik, apalagi lima sila Pancasila juga sangat Islami, jadi NKRI itu sudah syariah,” kata Prof Noor Harisuddin yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jatim itu.

Sementara Prof Dr Moh Fadli MHum dari FH Universitas Brawijaya Malang menekankan pada tujuan Pancasila, karena Pancasila secara konsep dan norma sudah benar, namun Pancasila dalam praktek masih banyak intervensi/pesanan dari luar melalui 42.000-an peraturan yang ada di Indonesia, termasuk 388 peraturan peninggalan kolonial, sehingga Pancasila belum mencapai tujuan yakni melindungi segenap bangsa dan tumpah darah serta kesejahteraan/keadilan sosial. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

KHM Chizni Umar Burhan “Penjaga Rumah Arsip NU” Wafat

PWNU Jatim gagas “Gerakan NUConomic” berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala “Nahdlatut Tujjar”

Jelang Muktamar, PWNU Jatim Usulkan “Aswaja Center” jadi Lembaga/Badan Khusus NU

PCNU Surabaya Ajak Pemerintah Eksekutif dan Legislatif Bersinergi Atasi Permasalahan Ummat

Rais Aam PBNU: Muktamar ke-35 NU pada tanggal 1-5 Agustus

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Johsua Terkesan setelah Belajar Aswaja di Unusa
Next Article Rakorwil 2 PW LP Ma’arif NU Jatim 2025, Wadah Konsolidasi Program dan Penguatan Tata Kelola Lembaga

Advertisement



Berita Terbaru

120 Pelaku UMKM di Jatim Ikuti Pelatihan “Platform Marketplace” ISNU Jatim
Ekraf
Fenomena “Ghosting Berkedok Lupa: Seni Menghilang Tanpa Rasa Bersalah” dalam Perspektif Relasi Sosial dan Etika Keislaman
Kolom
KPK rekomendasikan 7 solusi cegah 8 potensi korupsi program MBG
Sospol
Tiga Hari, Menu SPPG Kedungwaru Dipilih BGN sebagai Contoh Nasional
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Muskerwil di Tuban, PWNU Jatim Ingatkan Pentingnya Tradisi Silaturahmi dan Qanun Asasi

11/04/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU, PWNU Jatim Siapkan Muskerwil di Pesantren Sunan Bejagung, Tuban

08/04/2026
Nahdliyyin

Halalbihalal, KMNU Unair: Silaturahmi jadi Jalan Kebersamaan di Tengah Gejolak Dunia

05/04/2026
Nahdliyyin

LKK PWNU Jatim dan RS Siloam Surabaya Jalin Kerja Sama Strategis

04/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?