By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pesantren Tambakberas Keluarkan Manifesto Santri
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Pesantren Tambakberas Keluarkan Manifesto Santri
Nahdliyyin

Pesantren Tambakberas Keluarkan Manifesto Santri

22/10/2025 Nahdliyyin
SHARE

Jombang, radar96.com –
Puncak peringatan Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Rabu (22/10), dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf dan diikuti ribuan santri itu, dibacakan pula Manifesto Santri menghadapi gerakan sistematis melemahkan peran kiai dan pesantren dalam kehidupan berbangsa.

Manifesto dibacakan oleh KH. Abdur Rozaq Sholeh di hadapan ulama dan pejabat yang hadir, diantaranya Pengasuh Tambakberas, KH Hasib Wahab, Mustasyar PBNU, Prof. Muhammad Nuh DEA, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz, Ketua Yayasan PP Bahrul Ulum, Dr. KH. M. Wafiyul Ahdi, dan sejumlah fungsionaris PBNU, PWNU Jatim dan PCNU Kabupaten Jombang.

KH. Azam Khoiruman Najib, salah satu pengasuh Pesantren, yang juga Sekretaris Panitia Peringatan 2 Abad PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang mengatakan, manifesto itu sebagai bentuk sikap sekaligus seruan keluarga besar pesantren yang digali dan dirumuskan untuk menghadapi sejumlah fitnah dan upaya merendahkan ulama dan pesantren yang dilakukan oleh salah satu stasiun televisi.

Manfesto ini, lanjut Gus Heru, sedianya akan dibacakan tersendiri dalam rangkaian peringatan 2 Abad Tambakberas, namun akhirnya diputuskan disampaikan di hadapan Ketua Umum PBNU dalam momen Apel Akbar Hari Santri.

“Atas nama pengasuh Tambakberas, KH. Hasib Wahab, kami menunjuk Gus Rozaq Sholeh untuk membacakan Manifesto, karena beliau yang paling pas menyampaikannya kepada khalayak luas,” tambah Gus Heru.

Sejumlah pihak memuji inisiatif penyusunan Manifesto Santri ini, diantaranya, Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Amin Said Husni “Pernyataan sikap yang saya kira bagus, inspiratif, jernih dan tajam,” tambahnya.

Naskah selengkapnya Manifesto Santri untuk Menjaga Martabat Pesantren dan Kehormatan Kiyai adalah:

Bismillahirrahmanirrahim
Kami, santri Indonesia, dengan penuh rasa syukur memperingati Hari Santri ke-10 Tahun 2025 sekalipun telah dinodai oleh konten penuh kebencian yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi.

Tayangan tersebut menjadi kado pahit Hari Santri karena telah menginjak-injak kehormatan kiai dan keluhuran nilaI-nilai pesantren, serta merendahkan martabat Nahdlatul Ulama. Tindakan tersebut bukan sekadar
kesalahan editorial, melainkan penghinaan nyata terhadap pilar moral bangsa.

Maka, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, kami menegaskan:

Pertama, kiai dan pesantren adalah kehormatan kami. Mereka adalah pewaris para
nabi, sumber spiritualitas umat, dan penjaga moral bangsa.

Kedua, kami mengecam keras tayangan “Xpose” Trans7 yang telah menyebarkan fitnah, merendahkan ulama, dan mengancam harmoni kebangsaan. Ini adalah
penistaan terhadap ilmu dan akhlak.

Ketiga, kami menyadari adanya gerakan sistematis untuk melemahkan peran kiai dan pesantren dalam kehidupan berbangsa. Kami tidak akan membiarkan umat
terpisah dari ulamanya.

Keempat, kami menyerukan seluruh santri untuk bersatu dalam jihad moral: menjaga kehormatan kiai dan membela martabat pesantren dengan cara yang cerdas, terukur, dan bermartabat.

Kelima, kami menuntut negara bertindak tegas terhadap setiap pihak yang merusak sendi kebangsaan dan keagamaan. Kebebasan berekspresi tidak boleh menjadi kedok untuk melukai umat dan memecah belah bangsa.

Hasbunallah wani’mal wakil, ini’mal mawla wa ini’man nashir. Wala hawla quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim.

Atas nama Santri Indonesia,
KH Hasib Wahab,
PP. Tambakberas Jombang (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Selamanya Saya Santri, Al Azhaar Menjawab Zaman dengan Ilmu dan Khidmat
Next Article Gubernur Khofifah Raih Penghargaan “Gubernur Peduli Pesantren”

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Menegakkan Panji NU di Muktamar ke-35: Belajar dari Hajar Aswad Memasuki Abad Kedua NU
Kolom
‘Haramkah’ NU Berpolitik?
Kolom
Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo
Nahdliyyin
Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Dari Pesantren ke Guru Besar, Prof Hamdanah Utsman Dorong Wajah Baru Pendidikan Islam di Era Digital

17/08/2026
Nahdliyyin

Gus Ipang: Kiai Imjaz Tokoh Transformatif Pesantren dan Pemimpin Masa Depan NU

17/08/2026
Nahdliyyin

Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU

15/08/2026
Nahdliyyin

LPTNU Jatim Rumuskan Enam Rekomendasi untuk Muktamar ke-35 NU

14/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?