By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Peringati Satu Abad NU, Lesbumi Jatim Gelar Pameran Lukisan ‘Mangsa Kalasubo’
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Peringati Satu Abad NU, Lesbumi Jatim Gelar Pameran Lukisan ‘Mangsa Kalasubo’
Nahdliyyin

Peringati Satu Abad NU, Lesbumi Jatim Gelar Pameran Lukisan ‘Mangsa Kalasubo’

30/01/2026 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com
Menandai Peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (1926-2026), Lesbumi PWNU Jawa Timur menggelar Pameran Lukisan Nasional bertajuk “Mangsa Kalasubo” di Galeri Dewan Kesenian, Komplek Balai Pemuda Surabaya pada 30 Januari – 8 Februari 2026.

“Tema Mangsa Kalasubo diambil sebagai harapan terbitnya masa cerah bagi semesta alam, khususnya masa cerah bagi Nahdlatul Ulama dan Indonesia,” kata Sekretaris Lesbumi Jatim, Nabila Dewi Gayatri, di DKS, Jumat.

Ia mengatakan perhelatan yang dibuka Jumat (30/1) malam 19.00 WIB oleh perwakilan PWNU Jawa Timur itu diikuti para perupa nasional, seperti Gus Mus, Acep Zamzam Nur, Nasirun hingga Nabila Dewi Gayatri sendiri yang menjadi inisiator.

Menurutnya, pameran ini berangkat dari dasar pemikiran bahwa Indonesia mempunyai kekayaan seni budaya yang luar biasa berbagai pulau, warisan ini termanifestasikan dalam berbagai bentuk karya: tari, rupa, teater, dan juga sastra.

“Begitu banyak sastra lisan maupun tulisan tumbuh di berbagai suku yang ada di setiap sudut wilayah Indonesia yang dulu dikenal sebagai Nusantara,” tambahnya.

Warisan-warisan di atas adalah kekayaan intelektual leluhur, temurun ke generasi sekarang. Kendatipun jaman berkembang semakin maju dan modern, namun secara psikologis bangsa Indonesia masih sangat kental dengan tradisi dan tinggalan.

Hal ini dikarenakan secara budaya, kita tidak bisa benar-benar melepaskan diri dari akar tradisi, yang sudah melekat di jiwa.

Terbukti dengan masih seringnya catatan atau ramalan kuno dipakai untuk membaca perkembangan zaman.

Nabila menyebut tokoh Prabu Jayabaya, seorang Raja dari Kediri yang masih sering dijadikan referensi dalam “membaca” zaman.

“Beliau meramalkan setelah masa Kalabendu (masa sulit dan carut marut) akan digantikan dengan masa Kalasubo, yaitu era atau masa dimana kekisruhan akan berangsur membaik dan datangnya keadilan serta kemakmuran di negeri ini —Indonesia akan mengalami masa keemasannya kembali, bahkan diagungkan di seluruh dunia,” katanya.

Apakah jangka ramalan ini akan mewujud atau justru hanya sebuah utopia belaka? Tentu tidak bisa dipastikan persis terjadi sesuai dengan ramalan. “Tapi paling tidak, kita semua masih punya cita-cita dan harapan,” tegasnya.

Bagi Nabila, harapanlah yang membuat hidup kita selalu dengan nyala: bergerak untuk merdeka, bergerak untuk berkarya, bergerak untuk maslahah.

“Mitos dan kepercayaan yang dibangun oleh leluhur, menjadi katarsis untuk terus mengupayakan kemajuan dalam berjuang mewujudkan cita-cita bersama sebagai bangsa yang berdikari dan berdaulat,” katanya.

Nabila mengingatkan di era Pangeran Diponegoro, mendengungkan dan mengkultuskan beliau sebagai Heru Cakra atau Ratu Adil. Sama seperti di masa Revolusi, banyak orang mengumandangkan—mengabarkan akan datangnya Ratu Adil yang hendak membebaskan Ibu Pertiwi dari belenggu penjajahan. Itu semua adalah energi yang senantiasa digemakan sebagai spirit perjuangan bersama, agar tidak patah arang menghadapi belenggu penjajahan.

Apakah relevansi Kalasubo dengan kekinian? Mangsa atau zaman dan Kalasubo berarti kemakmuran. Ini semacam pitutur foklor khazanah lelulur warisan abadi akan adanya harapan yang sama di tengah krisis.

“Kita sadari bahwa bangsa ini telah mengalami krisis berkepanjangan justru karena kekayaannya yang berlimpah, dimana orang luar ingin mengeruk dan menguasainya, sementara orang dalam tidak kuasa memegang amanah,” tambahnya.

Kekuasaan sering membuat lupa, sehingga krisis moral berkelanjutan tak berkesudahan. Etika, moral, keteguhan iman tidak lagi menjadi hal utama —yang benar menjadi salah, yang salah dibenarkan. Bahkan sampai pada masa krisis sunyi, daya beli masyarakat menurun tapi tak terasa karena mereka sudah apatis dan lumpuh. Ini adalah Kalabendu!

“Husnudhan kepada Pemberi Hidup, setelah tahun 2025 alam akan bergeser dan memihak kebenaran. Hukum akan ditegakkan, masa keadilan, kemakmuran akan datang. Bagaimana itu bisa terwujud? Tentu kita semua memiliki peran masing-masing untuk memperbaiki dan memperbaruinya,” katanya.

Seniman punya peran penting dalam menyuarakan kebenaran. Seniman adalah salah satu makhluk pilihan Tuhan karena mempunyai daya cipta. Vibrasi yang digelorakan lewat berkarya akan memberi efek terhadap perubahan di sekitarnya.

Seniman sebagai bagian dari agen perubahan, harus berani bersuara lewat karyanya. Karena itu adalah tugas mulia yang ia emban di dunia.

“Maka, besar harapan saya, dari ajang pameran bertajuk “Mangsa Kalasubo” —menjadi wadah dan sarana seniman rupa Indonesia untuk terus menggaungkan kesatuan berbangsa, tetap kritis menyikapi perkembangan dan tak henti bersuara tentang kebenaran agar Mangsa Kalasubo bisa segera terwujud. Aamiin,” katanya. (*/pwnu)

Iklan.

You Might Also Like

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin

PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”

Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata

603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU

PWNU Jatim Distribusikan 1.439 Paket Daging Kurban

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Masjid Al-Akbar Surabaya Sambut Ramadhan dengan “Healing Ramadhan”
Next Article Muhammadiyah Kota Malang Siap Sukseskan “Mujahadah Kubro” Harlah Satu Abad NU

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Sembelih 7 Ekor Sapi, Termasuk Hewan Kurban Gubernur Jatim

28/05/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim terima Sapi Kurban dari BPJS Ketenagakerjaan, Ketum Golkar, PAN, dan Nasdem

26/05/2026
Nahdliyyin

Asosiasi RSNU Terima “Yakes Partner Award 2026” dari Telkom Indonesia

25/05/2026
Nahdliyyin

OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi

24/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?