By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35
Nahdliyyin

Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35

06/07/2026 Nahdliyyin
SHARE

Cirebon, radar96.com –
Menteri Agama RI sekaligus Rais PBNU, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, melakukan kunjungan dan silaturahim ke Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) Cirebon. Dalam kunjungan tersebut, Menag RI terlibat diskusi mendalam selama hampir tiga jam bersama Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli, Lc., MA, membahas berbagai isu strategis terkait masa depan Nahdlatul Ulama (NU) menjelang Muktamar ke-35 NU.

Pertemuan yang berlangsung sejak setelah salat Zuhur hingga menjelang Ashar itu berlangsung hangat dan produktif. Meski Prof. Nasaruddin Umar didampingi sejumlah pejabat Kementerian Agama, diantaranya Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta dan Jawa Barat, Direktur Pendidikan Pesantren, serta beberapa kepala kantor Kemenag daerah, sebagian besar diskusi dilakukan secara intensif antara kedua tokoh tersebut.

KH Imam Jazuli mengungkapkan bahwa dalam perbincangan tersebut, Prof. Nasaruddin Umar menegaskan dirinya tidak memiliki ambisi pribadi untuk memimpin PBNU. Namun, menurutnya, dorongan dari berbagai kalangan struktural maupun kultural NU terus mengalir agar dirinya bersedia maju dalam kontestasi Muktamar NU mendatang.

“Beliau menyampaikan bahwa banyak tokoh dan elemen NU yang datang untuk mendorong beliau mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan NU. Saya memandang hal itu sebagai panggilan khidmah. Ketika organisasi memanggil dan membutuhkan, maka seorang kader harus mempertimbangkannya dengan penuh tanggung jawab demi kemaslahatan umat,” ujar KH Imam Jazuli.

Mengawal Masa Depan NU

Menurut Pengasuh Bina Insan Mulia tersebut, diskusi kemudian berkembang pada agenda-agenda besar yang harus menjadi fokus NU di masa mendatang. Keduanya sepakat bahwa NU membutuhkan penguatan konsolidasi internal serta orientasi yang lebih terarah pada kebutuhan riil warga Nahdliyin.

“NU harus menjadi rumah besar bagi seluruh kader dan elemen Nahdliyin. Tidak boleh ada lagi sekat-sekat kelompok atau faksi. Semangat yang harus dibangun adalah Nahnu an-Nahdiyyun, bahwa kita semua adalah keluarga besar NU yang memiliki tanggung jawab bersama untuk memajukan jam’iyah,” tegas KH Imam Jazuli.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama NU ke depan adalah bagaimana membangun tata kelola organisasi yang profesional dengan tetap menjaga akar tradisi dan nilai-nilai Aswaja.

“Kepengurusan harus dibangun atas dasar kompetensi, profesionalisme, integritas, dan kesiapan berkhidmah. NU membutuhkan sumber daya manusia terbaik untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut KH Imam Jazuli, terdapat sejumlah agenda prioritas yang dinilai harus menjadi fokus utama NU pada masa mendatang. Pertama, penguatan sektor pendidikan melalui peningkatan kualitas pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi NU agar mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

Kedua, penguatan layanan kesehatan bagi warga Nahdliyin melalui pengembangan klinik, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan yang mudah diakses masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Ketiga, mengaktualisasikan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, tawassuth, tasamuh, dan tawazun dalam kehidupan nyata masyarakat.

“Nilai-nilai moderasi yang selama ini menjadi identitas NU harus semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Dakwah NU harus menghadirkan Islam yang ramah, menyejukkan, dan menjadi solusi bagi persoalan umat,” jelasnya.

Selain itu, pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin juga menjadi perhatian penting. Menurut KH Imam Jazuli, mayoritas warga NU masih berada pada lapisan ekonomi menengah ke bawah sehingga diperlukan langkah konkret untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Di sisi lain, seluruh agenda besar tersebut membutuhkan dukungan yang kuat, baik dari aspek regulasi, pembiayaan, maupun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“NU perlu membangun hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen bangsa, termasuk pemerintah dan kekuatan politik yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Tujuannya bukan untuk kepentingan politik praktis, tetapi demi memperjuangkan kemaslahatan umat dan memperkuat peran NU dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Simbolisme Pertukaran Cenderamata

Sebagai penutup kunjungan, kedua tokoh saling bertukar cenderamata. Prof. Nasaruddin Umar menyerahkan sejumlah buku terbitan terbaru Kementerian Agama, sementara KH Imam Jazuli menghadiahkan sebuah keris pusaka Cirebon bernama Pandawa Cinarita, yang selama ini tersimpan di ndalem Pondok Pesantren Bina Insan Mulia.

Keris tersebut melambangkan keseimbangan, keteguhan moral, dan kewibawaan seorang pemimpin. Dengan dhapur luk lima, Pandawa Cinarita merepresentasikan lima sifat utama yang terinspirasi dari karakter Pandawa, yakni kejujuran, keteguhan, keberanian, kebijaksanaan, dan kelembutan yang saling melengkapi.

“Pusaka ini merupakan simbol harapan agar kepemimpinan selalu berlandaskan nilai moral, kebijaksanaan, dan pengabdian kepada umat. Setiap pusaka yang saya berikan selalu disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan penerimanya,” pungkas KH Imam Jazuli. (*/rng)

Iklan.

You Might Also Like

Kiai Imam Jazuli: Kunci Kejayaan Abad Kedua NU adalah Transformasi Pemikiran dan Gerakan

Gus Kikin: Qanun Asasi itu Lebih Tinggi dari AD/ART

Majelis Dzikir/Sholawat Al-Yasmin Surabaya doakan suksesnya Muktamar Ke-35 NU

Cangkrukan Ekonomi Pancasila, PWNU Jatim Tegaskan Keberpihakan NU terhadap Perjuangan UMKM

Prof Asrorun Ni’am Ditunjuk Pimpin Karteker PWNU Jambi, Pengamat: Figur Pemimpin Muda untuk Abad Kedua NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Santunan dan Petualangan Sejarah, Pengalaman Baru Anak Yatim di Malang
Next Article Teh Tarik, Langkah Nyata Pesantren Al Jauhar Bangun Basis Ekonomi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Kiai Imam Jazuli: Kunci Kejayaan Abad Kedua NU adalah Transformasi Pemikiran dan Gerakan
Nahdliyyin
Gus Kikin: Qanun Asasi itu Lebih Tinggi dari AD/ART
Nahdliyyin
MENGGAGAS MEMILIH KETUA UMUM PBNU SECARA BERJENJANG
Kolom
Majelis Dzikir/Sholawat Al-Yasmin Surabaya doakan suksesnya Muktamar Ke-35 NU
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

NU Care-LAZISNU Jatim Buka Beasiswa Santri Tahfidz 2026

05/08/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar ke-35 NU, Usulan Pelembagaan AHWA Menguat untuk Supremasi Keulamaan

02/08/2026
Nahdliyyin

MONETISASI MUKTAMAR: HADIYYAH, GRATIFIKASI, DAN RISYWAH

02/08/2026
Nahdliyyin

Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU Gunakan istilah “Tower” Permudah koordinasi pelayanan tamu

01/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?