Surabaya, radar96.com – Tahun Baru Islam 2026, Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa meresmikan program budidaya ikan air tawar berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) yakni “Al Akbar FishTech” di kawasan produktif Urban Farming Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Selasa (16/6).
“Ini area pembelajaran siapapun yang ke masjid, selain sholat dan mandi di sini, juga ada referensi pembelajaran yang banyak, ada agrikultur dan sekarang ada perikanan,” katanya saat peresmian ‘Al-Akbar FishTech’ yang diawali dengan jalan sehat Tahun Baru Islam 2026 yang diikuti 20.000-an peserta dan panen ratusan melon di area Green House MAS serta pembukaan ‘Ngaji Soccer’ episode 2.

Menurut Gubernur Khofifah, kawasan agrikultur di MAS sudah lama ada (2022), bahkan untuk tanaman melon juga sudah beberapa kali panen, termasuk kali ini (16/6), juga sayur-sayuran dan empon-empon (tanaman obat-obatan/toga), namun sekarang merambah masuk ke perikanan, ada patin, lele, dan nila merah.

“Kita berharap masyarakat bisa belajar tentang ketahanan pangan di Masjid Al-Akbar. Bicara ketahanan pangan itu tidak bicara beberapa ratus hektar, tapi di sini bisa dengan area yang ada bisa memberi manfaat banyak, baik agrikultur maupun perikanan. Di sini juga dikembangkan perikanan yang dulunya kolam menjadi beberapa unit bioflok,” katanya.




Sementara itu, Humas MAS H Helmy M Noor menjelaskan “Al-Akbar FishTech” di Masjid Al-Akbar merupakan program budidaya ikan air tawar berbasis teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) sebagai jawaban atas tantangan keterbatasan lahan, efisiensi penggunaan air, serta kebutuhan masyarakat akan produk perikanan yang sehat, aman, dan berkualitas.
““Al-Akbar FishTech” adalah sarana pembelajaran teknologi budidaya perikanan modern, sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan masyarakat. Lebih dari itu, program ini menjadi contoh/bukti bahwa teknologi itu dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman, dimana pengelolaan sumber daya dilakukan secara bijak, efisien, dan memberikan manfaat yang luas bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Oleh karena itu, program ini juga bisa menjadi sarana edukasi dan pelatihan teknologi perikanan bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan pesantren; mendukung program ketahanan pangan melalui penyediaan ikan konsumsi yang sehat dan berkualitas; menciptakan model pemberdayaan ekonomi berbasis masjid yang produktif dan inovatif; dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya teknologi ramah lingkungan
“Al Akbar FishTech” itu juga untuk meneguhkan bahwa masjid itu bukan hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, namun juga kemaslahatan umat, seperti menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, edukasi/pendidikan, dan ketahanan pangan berbasis masjid, sebagaimana konsep Islamic Center atau Rahmatan Lil Alamin yang dikembangkan Rasulullah.
Alur Kerja Sistem RAS terbagi dalam enam kolam adalah kolam fiber (budidaya ikan), pre filter, filter mekanik 1, filter mekanik 2, filter biologis, filter pH Buffer, Sump Tank, dan Bak Drain. Kolam 1 berisi 1.000 ekor ikan lele. Kolam 2 berisi 500 ekor ikan patin. Kolam 3 berisi 600 ekor ikan nila merah. Kolam 4 berisi 1.000 ekor ikan lele. Kolam 5 berisi 500 ekor ikan patin. Kolam 6 berisi 600 ekor ikan Nila Merah. (*/mas)


